Oleh: hendrinova | Desember 30, 2012

Ulah Lelaki Penyebab Masuk Neraka

Judul: Tingkah Laku Laki-Laki yang Dijamin Masuk Neraka
Penulis : Muhammad Muhibbuddin
Penerbit : Sabil
Cetakan : Pertama, Juli 2012
Tebal : 223 Halaman
KAUM wanita memang telah disebut Rasulullah SAW sebagai penghuni neraka terbanyak, dibanding kaum lelaki. Hal itu wajar, karena godaan jadi wanita sangat banyak. Apalagi wanita yang tak beriman, ia menjadi sumber dosa bagi orang lain.
Walau begitu, bukan berarti kaum lelaki berada pada level aman, alias bisa selamat dengan mudah dari api neraka. Hampir semua umat manusia dalam keadaan tidak aman dan selalu diintai agar menjadi teman setan dan iblis di neraka.
Kaum lelaki jelas tidak luput dari incaran iblis, agar menjadi temannya di neraka kelak. Lelaki yang suka berindak kejam dan menindas kaum perempuan, sudah dipastikan akan menjadi sobat iblis di neraka. Contoh paling dekat dengan kasus ini adalah lelaki yang menjadikan perempuan budak seks, dengan cara menculik, menyekap, dan menjual mereka pada germo.
Di germo kaum perempuan korban penjualan orang akan diberlakukan kejam tanpa belas kasihan. Rata-rata dilakukan lelaki meski ada juga germo perempuan. Lelaki penjual wanita inilah yang sudah dipastikan masuk neraka jika tak kunjung bertobat.
Lelaki yang sudah dijamin masuk neraka lainnya adalah mereka yang suka mengkhianati istrinya. Bisa jadi dengan cara berselingkuh dengan istri orang lain atau main dengan perempuan cacat mental yang menjadikan kelamin sebagai sumber mencari uang.
Lelaki yang suka menelantarkan keluarganya, juga dijamin masuk neraka. Tentu saja lelaki yang masuk kategori ini, mereka yang hanya berperan sebagai pejantan seperti ayam jantan.
Sayangnya, penulis buku ini menggunakan emosi dalam membahas topik yang satu ini. Telunjuknya runcingnya langsung menunjuk Jemaah Tabligh. Walau dilakukan oknum dalam kelompok dakwah ini, penulis yang tak menyertakan biografinya di akhir halaman ini, melakukan generalisasi.
Kebenciannya terhadap Jemaah Tabligh sangat dalam rupanya. Hanya dengan mendengar cerita dari seorang dosen, ia ikut mengaminkan. Seharusnya seorang penulis melakukan cek dan ricek ke lapangan dulu, baru berani mengambil kesimpulan.
Hal itu untuk menghindari pembodohan pada pembaca dengan hanya menjual ‘katanya’. Seharusnya penerbit Sabil tidak dengan mudah menerbitkan buku ini, karena bernuansa SARA. Kecuali kalau penulis telah melakukan investigasi mendalam dengan bukti kuat, barulah layak dijadikan sebuah rekomendasi.
Pada akhirnya buku ini menjadi sumber fitnah bagi pembaca yang berjiwa hanya menerima. Sebaliknya, pembaca yang suka mencari kebenaran, akan menjadi pukulan sendiri bagi penulis, karena bukunya bisa jadi penyebab pembaca bergabung dengan Jamaah tabligh.
Jadi, bagi anda yang membeli buku ini, jangan terlalu percaya dengan apa yang dikatakan penulis sebelum membuktikannya. Cukuplah si penulis buku ini jadi referensi bagi anda, sebagai penulis yang kurang teliti dalam menulis. Moga jadi masukan bagi edisi perbaikan. Peresensi: Hendri Nova

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: