Oleh: hendrinova | Desember 30, 2012

Allah Begitu Dekat


Judul: Aku Jauh Engkau Jauh Aku Dekat Engkau Dekat

Penulis : Yadi Saeful Hidayat
Penerbit : Mizania PT Mizan Pustaka
Cetakan : Pertama,  Oktober 2012
Tebal : xviii + 185 Halaman
KESUKSESAN manusia dalam menjalani hidup, tidak terlepas dari berapa dekatnya ia dengan Allah SWT. Ia merasakan Allah selalu bersamanya, baik dalam keadaan senang maupun susah, sehat maupun sakit, sedih maupun gembira, dan situasi lainnya.
Mereka yang sudah merasakan kedekatan dengan Allah, tak lagi risau menjalani hidup. Ia menganggap segala yang terjadi dan ia alami dalam hidup, buah skenario Allah untuk dirinya. Sebagai aktor atau aktris, ia hanya harus melakukan perintah sang sutradara.
Manusia yang selalu menjadikan Allah sebagai yang utama dalam hidup adalah Rasulullah SAW. Meski kesucian dan keimanan Rasulullah SAW tidak usah diragukan lagi, ia masih terus berharap dan berdoa, agar Allah selalu bersamanya dalam segala keadaan.
Lalu bagaimana dengan kita ? Sebagian besar umat manusia baru ingat Allah SWT saat diberi kesedihan, kesusahan, kerisauan, atau kondisi tidak enak lainnya. Saat dirinya terjepit, disitulah ia merasa memerlukan Allah SWT. Namun di saat lapang atau bahagia, ia malah menyangsikan keberadaan Allah SWT.
Manusia baru merasa lebih dekat dengan Allah, jika dirinya dalam keadaan benar-benar tak ada lagi yang bisa menolong. Saat itulah keegoannya luntur dan berharap bantuan Allah segera datang. Orang seperti ini kalau Allah masih sayang, akan diberikan banyak cobaan pahit dalam perjalanan hidupnya, agar selalu ingat Allah SWT. Soalnya, ia baru ingat Allah SWT, kala sedang terjepit saja, makanya baiknya sering dijepit.
Jadi sekarang pilihan ada di tangan manusia itu sendiri. Apakah hanya akan mengingat Allah di kala sempit saja, atau di semua keadaan ? Jika memilih di segala keadaan, banyak-banyaklah mengingat Allah dalam kegembiraan.
Bersedekalah lebih banyak dengan penuh keikhlasan, agar Allah selalu memberikan rezeki-Nya supaya tetap bisa meneruskan kebiasaan. Jangan kalau sudah tidak punya uang baru teringat berinfak atau bersedekah. Berilah terlebih dahulu, baru kemudian menerima. Jangan terbalik, menerima dulu baru memberi.
Bagi anda yang dekat dengan Allah SWT, maka buku penuh inspirasi berjudul “Aku Jauh Engkau Jauh Aku Dekat Engkau Dekat” ini bisa dijadikan panduan. Jika kita menjauh dari Allah SWT, maka Allah pun akan menjauh.
Namun kalau rajin mendekatkan diri pada Allah SWT, maka Allah SWT akan semakin dekat dengan manusia. Allah akan menjadi matanya, mulutnya, telinganya, dan segala hal dalam hidup. Pada akhirnya, hidup akan terasa lebih berkah dengan hadirnya Allah dalam kehidupan.
Oleh karena itu, jadikanlah Allah SWT selalu spesial di hati, tempat mengadukan segala masalah dan meminta pertolongan. Hanya Allah saja pegangan hidup, baik dalam keadaan susah maupun senang dan kondisi lainnya. Peresensi: Hendri Nova

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: