Oleh: hendrinova | Desember 16, 2012

Premium Rush ; Profesi Menantang di Jalan New York


Wilee (Joseph Gordon-Levitt) jatuh dari sepedanya, karena menabrak taksi. Orang-orang berkerumun. Sementara Wilee merasa ingatannya diputar mundur pada beberapa jam sebelum ia jatuh.

Kala itu, ia baru saja mengantarkan surat di sebuah tempat. Ia agak kesal, karena ada jobnya di tempat itu yang diambil rekannya.

Ia pun mengayuh sepedanya dengan kecepatan tinggi, walau harus diumpat orang-orang yang dibuatnya terkejut. Sesampai di kantor kurir tempatnya bekerja, ia ngomel sebentar.

Saat melihat kehadiran Vanessa (Dania Ramirez) kekasihnya, ia pun tak lagi ngomel. Sebaliknya ia mencoba mesra dengan sekali-sekali mencuri ciuman.

Vanessa kelihatannya tidak ingin melanjutkan hubungan dengan Wilee, karena anak muda itu tak mau menyelesaikan kuliahnya. Kondisi itu membuat Vanessa merasa tidak punya harapan dengan Wilee.

Wilee memang sosok anak muda yang tak suka kerja kantoran. Ia lebih suka profesi lapangan yang membuatnya bebas mengekspresikan diri.

Jadi kurir yang mengantarkan surat-surat ke kantor-kantor di tengah-tengah kemacetan Kota New York menjadi pilihan utamanya. Selain kerja paruh waktu, ia pun banyak dapat duit.

Ia pun membekal Hand Phone yang punya GPS dan sepeda Fixie, untuk mendapatkan jalur tercepat. Hasilnya lumayan. Rekan seprofesinya, bahkan bisa membeli mobil.

Setelah berupaya menjalin hubungan lagi dengan Vanessa, Wilee kembali harus mengantarkan surat. Kali ini, ia harus menemui seorang rekan Vanessa yang ingin mengirimkan surat di area Pecinan (kampung China).

Di sisi lain, Bobby Monday  (Michael Shannon) yang ketagihan judi gelap di perkampungan China, kesal kalah terus. Ia pun membuat onar dan kadang memeras memaksa mendapatkan chip tambahan.

Karena ulahnya itu, ia pun ditawari kerja merampas sebuah surat dari tangan Nima (Jamie Chung), wanita yang meminta Wilee datang ke tempatnya. Bobby si polisi korup, akhirnya dapat mendeteksi Nima dan mengetahui surat yang akan ia rebut kini berada di tangan Wilee.

Kejar-kejaran di jalan raya pun terjadi. Beberapa kali Wilee hampir tewas, namun ia berupaya terus sampai di lokasi tujuan.

Ia pun sempat melapor ke kantor polisi. Namun alangkah terkejutnya ia, begitu melihat Bobby dan polisi bersepeda yang juga mengejarnya, juga ada di sana.

Wilee coba cari selamat dengan masuk toilet. Ia pun membuka amplop yang diberikan Nima. Ternyata amplop itu hanya berisi secarik kertas bergambar smile. Wilee tak tahu, itu merupakan suatu kode.

Setelah merasa dapat kesempatan kabur, Wilee kemudian melarikan diri. Lagi-lagi ia dikejar dan harus pandai mencari jalan selamat.

Film besutan Sutradara David Koepp ini, memang memakai metode alur mundur, lalu kembali ke alur maju. Hal itu ternyata efektif, karena langsung membuat penonton merasa penasaran.

Profesi unik yang ditawarkan dalam film ini, sepertinya layak dibuka usaha serupa di kota-kota yang macetnya parah seperti Jakarta. Sepeda selamanya tak kenal lampu merah, tak bisa membuat korban tabrakan menderita parah dan lebih cepat sampai tujuan.

Pesan yang bisa ditangkap, akan besarnya arti tanggung jawab dan menjaga kepercayaan konsumen. Apapun yang terjadi, pesanan harus sampai di tujuan. hendri nova

Jenis : Action
Pemain : Joseph Gordon-Levitt, Michael Shannon dan Dania Ramirez
Sutradara : David Koepp


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: