Oleh: hendrinova | Desember 16, 2012

Bait ; Hiu Ganas Pasca Tsunami

Trauma, itulah alasan Josh (Xavier Samuel) alih profesi dari penjaga pantai Australia ke penjaga supermaket. Kematian rekannya karena diserang hiu ganas saat berselancar, membuat dia sulit memaafkan diri sendiri. Sahabatnya itu tewas tercabik-cabik hiu, di depan matanya.

Saat menjalankan profesinya sebagai penjaga toko, ia bertemu dengan mantan kekasihnya yang kini sudah menggandeng seorang pria Asia. Josh terpaksa mengurungkan niatnya untuk mendekat, karena tak mau terjadi salah paham.

Di sisi lain, di tempat parkir sedang terjadi pengaturan strategi perampokan. Perampok yang akan menyantroni supermaket, terdeteksi seorang polisi yang kebetulan sedang mengurus masalah pencurian di supermaket.

Suasana supermaket yang didominasi suara kereta berdenyit, mendadak mencekam karena perampok mulai beraksi. Bahkan sudah jatuh korban tewas, karena kenekatan sebuah tembakan.

Saat tegang itulah, tiba-tiba terjadi gempa dahsyat yang kemudian disusul tsunami. Air laut dengan volume sangat besar datang menghantam, membuat isi supermaket tersapu dan beberapa pengunjung langsung tewas. Hal yang sama juga terjadi di lapangan parkir.

Seusai hantaman air besar, beberapa korban selamat mulai bermunculan dan naik ke rak supermaket. Josh, polisi, dua perampok dan beberapa perempuan selamat.

Hanya sebentar saja mereka bisa menarik nafas, karena setelah itu mereka melihat hiu besar yang lagi menyeret mayat. Suasana suasana berubah mendadak, dan diliputi kepanikan. Apalagi saat ada yang terjatuh karena raknya disenggol hiu.

Suasana di parkiran juga sama, seekor hiu ganas juga mengincar korban tsunami yang selamat. Sepasang kekasih yang terperangkap dalam mobil, dalam incaran hiu yang terus berupaya memecahkan kaca mobil.

Satu persatu, hiu berhasil memakan beberapa korban selamat. Saat itulah mereka yang tersisa berpikir harus membunuh sang hiu atau menunggu mati disantap satu persatu.

Lalu timbulah ide untuk menahan hiu dengan jalan memancingnya. Begitu umpan dengan daging gagal, muncul ide gila di benak perampok untuk umpan manusia.

Tanpa perasaan seorang wanita ia kaitkan sebagai umpan. Namun sebelumnya niatnya sukses, satu tombak menembus perutnya dan ia akhirnya dijadikan umpan buat hiu.

Perampok tewas dimakan hiu dan kini tak bisa bergerak jauh, karena tersangkut kail. Kesempatan itu digunakan penghuni lantai atas menyelamatkan dua korban di parkiran. Hiu keduapun menghadang.

Film besutan Sutradara Kimble Rendall ini, sekilas memang terlihat terlalu didramatisir. Logika yang ada, seekor hiu tentu memiliki kapasitas isi perut.

Namun hebohnya, walau sudah makan beberapa orang korban, hiu masih mengganas memakan korban lainnya. Gerakkannya bahkan tambah gesit, meski beban tubuhnya kini ditambah berat korban yang dimakan. Secara logika jelas tidak masuk akal.

Sebagai hiburan, jelas sah-sah saja ada film seperti ini. Walau dari segi logika, lumayan sulit untuk menerimanya. Meski kisahnya tentang teror hiu, film ini tetap hanya layak untuk dewasa saja. hendri nova

Jenis : Horor
Pemain : Richard Brancatisano, Xavier Samuel dan Chris Betts
Sutradara : Kimble Rendall


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: