Oleh: hendrinova | Desember 15, 2012

Brave ; Sesal si Putri Tomboy

Merida (Kelly Macdonald) putri raja Fergus (Billy Connolly) dan ratu Elinor (Emma Thompson) tumbuh menjadi putri tomboi. Gejala itu sudah tampak dari kecil, saat Merida memilih panah sebagai olahraga yang akan digelutinya.

Saat ia masih kecil, ia sudah mahir melepaskan anak panah. Saat itu, busurnya jauh menembus lebatnya hutan. Waktu itulah ia melihat cahaya-cahaya kecil yang seolah-olah menuntunnya ke penyihir.

Kala ia mengikuti cahaya itu, mendadak seekor beruang sudah ada di dekat keluarganya. Fergus waktu itu langsung melawan beruang hingga binatang itu melarikan diri ke hutan.

Waktu berlalu dan Merida kini menjadi seorang putri yang benar-benar tomboi ahli panah. Sambil berkuda, ia bisa memanah dengan tepat.

Suatu hari, ibunya mengumumkan bahwa Merida sudah saatnya menikah. Tiga kerajaan akan berupaya meminangnya, dan Merida bisa memilih salah satunya.

Kontan Merida berontak, namun tak bisa banyak melawan. Walau dongkol ia mengikuti kehendak ibunya memakai gaun kerajaan yang ekstra ketat.

Waktu pertunjukkan kebolehan kemampuan calon pelamar, Merida dibuat geregetan. Tak satupun di antara anak raja yang bisa menembakkan panah dari busur sehebat dirinya. Merida unjuk kebolehan, tanpa bisa dicegah ibunya.

Kala itu, seorang anak raja sebenarnya berhasil membidik dengan tepat walau sebenarnya keberuntungan semata. Merida malamnya harus mengambil keputusan, akan siapa yang akan ia terima sebagai suami.

Merida nekat melawan ibunya. Akibat sanggahan Merida, sang ratu naik pitam dan membakar busur Merida dalam api pemanas ruangan. Merida sedih bukan main dan langsung menggebrak kudanya masuk hutan.

Saat itulah ia bertemu kembali dengan cahaya sihir. Kudanya waktu itu takut bukan main, tapi tidak demikian dengan Merida. Ia nekat menyusuri cahaya sihir dan akhirnya bersama sang kuda yang akhirnya ikut juga, sampai di sebuah rumah.

Merida akhirnya tahu, kalau wanita tua yang ada di rumah hutan nenek sihir. Ia pun meminta obat yang bisa membuat ibunya mengerti dirinya.

Sayang oleh sang penyihir diartikan lain. Ia membuatkan Merida kue yang harus diserahkan pada sang ibu. Ketika ibunya memakan, tak beberapa lama kemudian ia merasa tidak enak badan.

Perlahan tubuh sang ratu berubah jadi beruang. Merida panik tidak tahu harus berbuat apa. Ia coba menyembunyikan sang ratu, namun sia-sia. Bahkan suara sang beruang membuat raja menghunus pedangnya.

Setelah berusaha sekuat tenaga, ia akhirnya berhasil membawa sang ratu jauh ke dalam hutan. Saat itulah ia mengajari sang ratu bertahan hidup di hutan. Merida tetap memikirkan bagaimana cara mengembalikan wujud ibunya kembali.

Film garapan Sutradara Mark Andrews, Brenda Chapman dan Steve Purcell ini, sederhana dalam cerita. Namun hebatnya bisa meraih sukses sebagai jawara box office.

Bagi keluarga, film ini mengajarkan bahwa kecerobohan bisa fatal akibatnya. Plus, bagi orang tua, jangan membuat anak-anak nekat, dengan terus memaksakan kehendak. hendri nova

Jenis : Animasi
Pengisi Suara : Kelly Macdonald, Billy Connolly dan Emma Thompson
Sutradara : Mark Andrews, Brenda Chapman dan Steve Purcell


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: