Oleh: hendrinova | Desember 14, 2012

Rahasia Kepemimpinan Rasulullah SAW

Judul: The Power of Rasulullah’s Leadership
Penulis : Shoni Rahmatullah Amrozi
Penerbit : Sabil
Cetakan : Pertama, Agustus 2012
Tebal : 207 Halaman
Jadi pemimpin jelas bukan sekedar mengejar prestise, jabatan, apalagi gaji. Pangkat pemimpin adalah tugas berat dunia akhirat, yang tanggung jawabnya sampai dunia akhirat pula.
Walau punya tanggung jawab berat, banyak manusia zaman ini yang berlomba-lomba menjadi pemimpin. Mereka melihat jabatan pemimpin bak gula-gula yang harus segera di emut. Berbagai cara dilakukan, baik dengan cara halal bahkan haram, demi untuk menjadi pemimpin.
Kalau perlu membunuh rival, ada yang nekat melakukannya. Ada pula yang menempuh cara menjadi pimpinan tandingan. Hal itu sering terjadi dalam sebuah partai politik maupun pimpinan organisasi.
Tidak terpilih jadi pemimpin, ngotot, lalu membuat pimpinan tandingan. Kasus teranyar dan lumayan memalukan terjadi di tubuh PSSI. Organisasi sepakbola itu, kini punya dua kepemimpinan, dua divisi pertandingan dan tentu juga dua kekuatan.
Sementara di tubuh partai politik, banyak lahir partai-partai baru, karena besarnya hasrat jadi pemimpin. Dari rahim partai Golkar saja, lahir partai-partai baru yang mengusung ide perubahan. Hal yang sama juga terjadi di tubuh PPP, dan PDI. Setelah itu, pecah lagi, lagi, dan lagi.
Memang tidak mudah untuk menjadi seorang pemimpin yang benar-benar bisa diteladani segala tindak tanduknya. Dalam sejarah manusia, hanya Muhammad SAW saja yang mampu sampai ke level itu. Baik kawan ataupun lawan, mengakui kepiawaiannya dalam memimpin.
Orang yang keras seperti Umar bin Khattab saja, sanggup beliau takhlukkan hatinya. Begitu juga panglima perang Khalid bin Walid. Rasulullah SAW juga hebat dalam membuat si kaya menjadi sangat dermawan, dan si miskin menjadi lebih dermawan lagi.
Di bawah komandonya di medan perang, tak ada anak-anak, wanita dan orang tua yang terluka, tak ada kerusakan alam fatal. Kehadirannya rahmatan lil ‘alamin, rahmat sekalian alam.
Mereka yang tunduk walaupun tak seagama, aman dalam penjagaannya. Tak seperti umat Islam yang saat ini di bawah kekuasaan agama lain, terus tertindas dan dikucilkan. Palestina dan Myammar adalah contoh nyata dari fakta ini.
Untuk yang ingin jadi pemimpin hebat, tak ada suri tauladan terbaik selain Rasulullah SAW. Mengambil manusia lain sebagai teladan, cacatnya sangat banyak. Maka dari itu, hati-hatilah dalam mencari teladan hidup.
Buku berjudul ‘The Power of Rasulullah’s Leadership’ akan membawa mereka yang akan berniat dan akan jadi pemimpin baik di keluarga atau di negara, untuk jadi pemimpin hebat. Jika dengan jabatan yang diemban ingin masuk surga, maka ikutlah gaya kepemimpinan Rasulullah SAW. Pasti berjaya. 
Peresensi ; Hendri Nova

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: