Oleh: hendrinova | Desember 14, 2012

Panduan Shalat Sunat Pilihan

<!–[if !mso]>st1\:*{behavior:url(#ieooui) } <![endif]–>

Judul: Panduan Lengkap Shalat Sunah Rekomendasi Rasulullah
Penulis : Zezen Zainal Alim
Penerbit : QultumMedia
Cetakan : Pertama, April 2012
Tebal : xii + 180  Halaman
Umat Islam yang penuh perhitungan, jumlahnya tidak banyak. Hal itu bisa dilihat dari jemaah yang rutin melakukan shalat sunat, sesudah melakukan shalat wajib.
Kenapa shalat sunat yang jadi ukuran ? Karena shalat lima waktu adalah kewajiban, utang yang harus ditunaikan untuk sebagian umat Islam. Sebagian lain, menganggap shalat wajib sebagai kebutuhan.
Mereka yang menganggap shalat wajib sebagai kebutuhan inilah yang sering menunaikan shalat berjemaah di masjid, mushalla dan bumi Allah lainnya. Setelah shalat wajib, tak lupa mereka menunaikan shalat-shalat sunat sebagai tambahan.
Bagi mereka, shalat sunat sangat penting artinya, karena bisa menutupi kekurangan shalat wajib. Shalat sunat adalah pelengkap dan penambah pahala dan mampu menarik perhatian dan kasih sayang Allah bagi yang mengerjakannya.
Jika diibaratkan orang yang berutang, pengutang tentu lebih menghargai pengutang yang memberi bonus dengan ikhlas. Dibanding mereka yang sekedar bayar utang tanpa bonus, tentu perlakuannya tidak sama.
Walau pada kenyataannya, Allah tak butuh semua itu, karena tidak akan mengangkat derajat-Nya. Allah hanya memberi kesempatan, agar bisa menambah pahala dan derajat di Surga.
Ada banyak shalat sunat yang direkomendasikan Rasulullah SAW, untuk bisa dikerjakan para pemburu pahala. Kalau ingin tahu lebih banyak, maka buku berjudul ‘Panduan Lengkap Shalat Sunah Rekomendasi Rasulullah’ ini bisa dijadikan pegangan.
Beberapa shalat sunat yang nilainya mendekati wajib menurut beberapa hadis Rasulullah SAW adalah shalat tahajud dan witir. Rasulullah SAW berkata, ‘Andai tak memberatkan umatku, maka mereka aku wajibkan shalat tahajud’.
Begitu juga sunat Witir. Rasulullah SAW bersabda ‘Kerjakan witir setiap hari, walau hanya satu rakaat saja’. Begitu pentingnya Witir, membuat sahabat seperti Abu Bakar Assiddiq langsung mengerjakannya sesudah shalat Isya.
Ia takut, jika ajalnya dijemput dalam keadaan belum menunaikan shalat Witir. Sahabat-sahabat Rasulullah SAW lainnya, juga telah menjadikan kewajiban bagi mereka sendiri.
Shalat sunat yang juga tak kalah penting adalah sunat Dhuha. Saking pentingnya, Rasulullah SAW hampir tak pernah meninggalkannya. Shalat Dhuha yang sangat urgen adalah kemampuan menghalalkan makanan haram yang secara tak sengaja termakan. Juga sebagai penarik rezeki yang ampuh, karena doanya sangat mujarab dan mantap.
Mau tau lebih banyak, buku berharga ini akan menuntun pembaca agar turut mengamalkan shalat sunat yang direkomendasikan Rasulullah SAW. Jadi selamat mengerjakan shalat sunat. Peresensi ; Hendri Nova
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: