Oleh: hendrinova | Desember 14, 2012

Kisah Diburu Zionis

<!–[if !mso]>st1\:*{behavior:url(#ieooui) } <![endif]–>

Judul: Rahasia Kaum Falasha
Penulis : Mahardika Zifana
Penerbit : Edelweiss/Mizan
Cetakan : Pertama, Januari 2009
Tebal : 424 Halaman
HERI akhirnya menyerah pasrah pada Allah SWT, ketika selembar nyawanya harus lepas dari badan. Siksaan Zionis Israel pada dirinya, sudah tak mampu lagi ia tanggung. Pada Indra sahabatnya, ia menitipkan benda berbentuk segitiga yang jadi buruan zionis.
Indra tak sempat menguburkan jasad Heri. Ia kemudian membakar perkamen sesuai pesan Heri dan membawa lari segitiga yang ia dapat ke Indonesia. Ia kemudian menyerahkan secara diam-diam segitiga itu pada Esa, teman akrab Heri.
Kematian Heri menyisakan luka mendalam bagi keluarganya. Mereka belum bisa terima penyebab kematian yang dikatakan dibunuh teman akrabnya Indra. Begitu juga dengan Esa, sahabat Heri.
Esa yang menerima segitiga aneh, belum bisa berbuat banyak. Pengetahuannya tentang benda-benda seperti itu, tak sedalam Heri. Makanya ia tak terlalu mengistimewakannya, dan tak menaruh curiga pada orang yang menginginkannya.
Salah seorang yang menginginkan segitiga itu adalah Nisa, gadis cantik yang dulu jadi bendahara di organisasi kampus. Nisa muncul begitu saja, setelah lama menghilang ketika hendak dilamar Heri.
Esa tak menaruh curiga pada Nisa, ketika ia menanyakan segitiga itu. Ia bahkan menitipkan segitiga pada Nisa, saat menggantikan Heri menerima penghargaan di Monash Universiti Australia.
Setelah kepergian Esa ke Australia, Nisa kemudian menemui lelaki Yahudi yang menjanjikan satu pertemuan berharga dalam hidupnya. Yahudi itu berjanji akan  memberikan alamat tinggal ayah Nisa yang sebelumnya sudah divonis mati karena kecelakaan pesawat.
Saat di Australia, Esa terus dimata-matai intel Yahudi. Begitu juga dengan Nisa yang rupanya berupaya mengelabui si Yahudi dengan akal cerdiknya. Ia rupanya tak menyerahkan segitiga itu, dan itu ternyata menyelematkan nyawanya.
Dengan menumpang mobil pizza, ia berhasil melepaskan diri dari mata-mata Zionis. Nisa kemudian menyelamatkan ibu dan adiknya ke Mekkah, agar tak bisa diganggu Yahudi. Mekkah memang terlarang buat non Muslim, sehingga ia pun lega mencari keberadaan ayahnya.
Nisa akhirnya bertemu dengan ayahnya dna dapat melepaskan rasa rindu. Setelah meminta sang ayah bergabung dengan ayah dan adiknya, Nisa kemudian menyusul Esa jke Australia. Di sana, bahaya telah siap menyambutnya.
Novel bernuansa Timur Tengah ini, mengungkap berbagai fakta zionis Yahudi. Bagi anda penyuka novel-novel petualangan, maka coba rasakan ketegangan berbeda dengan berbagai intrinya. Kalau dijadikan film, tentu akan lebih menarik lagi. Peresensi: Hendri Nova

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: