Oleh: hendrinova | Desember 14, 2012

Hindari Kesalahan Shalat Hajat


Judul: Kesalahan-Kesalahan dalam Shalat Hajat yang Buatmu Tidak Sukses

Penulis : Rizem Aizid
Penerbit : DIVA Press
Cetakan : Pertama, Desember 2011
Tebal : 180 Halaman
Shalat Hajat sangat penting peranannya dalam meraih kesuksesan. Mereka yang ingin menggapai sesuatu dengan mendahuluinya dengan shalat hajat, lebih berkah dan afdhal dibanding tanpa melakukannya.
Ada syukur, sabar, dan tawakal bagi mereka yang melakukan shalat hajat. Syukur bila hajatnya tercapai, dengan menyadari bahwa semua berkat izin Allah SWT. Sabar bila hajatnya tidak tercapai, dengan kesadaran penuh bahwa Allah masih belum memberi izin. Lalu tawakal, rela menerima semua ketentuan Allah SWT. Bahwasanya, apa yang diterima sekarang adalah yang terbaik dari Allah SWT.
Maka dari itu, agar Shalat Hajat sukses diterima Allah SWT, maka semua syarat-syaratnya harus dipenuhi, dengan menghindari semua kesalahan-kesalahan dalam melakukan Shalat Hajat.  Buku berjudul  Kesalahan-Kesalahan dalam Shalat Hajat yang Buatmu Tidak Sukses ini, mengungkap penyebab tidak suksesnya Shalat Hajat.
Penulis Rizem Aizid lulusan UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, dengan piawai mengurai kesalahan-kesalahan yang dilakukan mereka yang melaksanakan Shalat Hajat. Tentu kesalahan ini, sebenarnya juga menjadi penyebab kesalahan di dalam shalat wajib atau shalat sunat lainnya.
Rizem mengurainya mulai dari niat agar dilakukan dengan benar. Jika tidak dilakukan dengan benar, maka hasilnya tidak akan tercapai. Maka dari itu, niat harus dipasang dengan benar, agar hajat tercapai dengan benar pula.
Sementara dalam pelaksanaan Shalat Hajat juga harus diperhatikan waktu-waktu yang terlarang dalam menjalankannya. Setidaknya ada tiga waktu yang dilarang untuk melaksanakan shalat, yakni saat matahari akan terbit, waktu matahari di tengah, dan waktu akan tenggelam matahari. Pada tiga waktu ini, matahari berada dekat dengan setan.
Selain itu, juga harus diperhatikan tempat-tempat yang terlarang dijadikan tempat shalat. Antaranya di kubur dan kamar mandi. Dua tempat ini sangat dilarang shalat di atasnya. Selain itu, juga dilarang shalat di kandang unta, karena di sana juga banyak setannya,  
Masih banyak lagi hal-hal menarik yang akan membuat anda berdecak kagum, akan luassnya ilmu penulis. Pembaca akan merasakan manfaat yang besar, karena luassnya ilmu yang hendak dibagi.
Pada pembahasan wudhu saja misalnya, banyak umat Islam yang tidak sesuai tuntunan Rasulullah SAW dalam berwudhu. Seperti saat berkumur-kumur, yang sebenarnya sejalan dengan menghirup air ke dalam hidung.
Begitu juga saat menyapu kepala yang banyak dilakukan umat Islam sampai tiga kali. Padahal yang contohkan Rasulullah SAW hanya satu kali, dengan menyertakan telinga. Jadi wudhu untuk telinga tidak berlainan dengan saat menyapu kepala.
Cara melakukannya, yakni dengan memakai tiga jari mulai tengah sampai kelingking untuk mengusap rambut di kepala dan dua jari sisanya telunjuk dan ibu jari, untuk membersihkan telinga. Cukup satu kali jangan ditambah lagi.
Memiliki buku ini, sangat bermanfaat. Siapa tahu anda termasuk wudhu dan shalatnya tidak benar. Buku ini tentunya sangat penting untuk membetulkan amal ibadah kita. Kalau ragu, datangi segera ulama untuk mendiskusikannya. Peresensi ; Hendri Nova

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: