Oleh: hendrinova | Desember 14, 2012

Bekal di Alam Kubur


Judul: Beginilah Cara Menjawab 6 Pertanyaan Malaikat di Alam Kubur

Penulis : Zen Abdurrahman
Penerbit : DIVA Press
Cetakan : Pertama, April 2012
Tebal : 170 Halaman
Kubur merupakan tempat pertama yang akan dilewati manusia, dalam perjalanan panjangnya menuju akhirat. Jika sukses di tempat pertama ini, maka akan jadi jaminan kesuksesan di tempat selanjutnya yang mencakup Padang Mahsyar, timbangan amal, Titian Sirat, dan lainnya.
Kalau gagal di kubur, alamat celaka di perjalanan selanjutnya. Tempat kembalinya sudah dipastikan neraka, karena inilah seburuk-buruk tempat kembali. Untuk sukses di kubur, maka harus disiapkan bekal untuk menjawab pertanyaan malaikat penjaganya Mungkar dan Nangkir
Kalau disimak di dunia, rasanya pertanyaan yang akan ditanyakan malaikat penjaga kubur itu, teramatlah mudahnya. Bahkan anak TK pun bakal tahu jawabannya, jika pertanyaannya diajukan selagi masih hidup di dunia.
Tapi jelas lain ceritanya kalau sudah di liang kubur. Tak semudah itu menjawab pertanyaan malaikat, karena semua terkait masalah kejujuran. Maka tak mengherankan jika para pendosa hanya bisa tertunduk ketika ditanya siapa tuhannya dan seterusnya.
Memang sangat memiriskan jika pertanyaan sederhana susah menjawabnya, di tempat penentuan kemana akan ditempatkan. Namun disitulah hebatnya, karena anggota tubuh juga ikut bicara.
Maka dari itu, agar bisa menjawab pertanyaan para malaikat di alam kubur, maka persiapkanlah diri dengan selalu menjalankan perintah Allah dan Rasul-Nya. Niscaya jawabannya bakal mudah dan kubur akan menyambut yang bersangkutan bak penganten.
Bagi yang ingin sukses menjawab segala pertanyaan malaikat di alam kubur, maka buku berjudul “Beginilah Cara Menjawab 6 Pertanyaan Malaikat di Alam Kubur” ini bisa dijadikan pegangan. Maka dari itu, selalulah bersiap diri, untuk menghadapi masa penentuan itu.
Sayangnya di judul cover, seolah-olah mengisyaratkan hal itu sesuatu yang gampang. Ketika dibuka halaman di dalamnya, ternyata terjadi sedikit perubahan, dimana kata lah menjadi kah.
Sungguhpun begitu, pesan-pesan terbaik dalam buku ini tentu sayang untuk tidak diamalkan. Jadi tidak salahnya menjadi buku wajib dalam daftar pustaka anda. Peresensi ; Hendri Nova

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: