Oleh: hendrinova | Desember 14, 2012

Banyak Jalan Menuju Surga

<!–[if !mso]>st1\:*{behavior:url(#ieooui) } <![endif]–>
Judul: Surga untuk Anakku

Penulis : Arini Widayanti
Penerbit : DIVA Press
Cetakan : Pertama, Mei 2011
Tebal : Halaman
Orang tua memang selalu berharap dan berusaha yang terbaik bagi anak-anaknya. Bagi orang tua Muslim sejati, anak-anak adalah asset dan devisa terbesar dalam hidupnya. Maka tak heran, jika mereka ingin punya anak-anak yang shaleh dan shalehah, agar tempatnya di surga menjadi yang terbaik dibanding orang tua-orang tua lainnya.
Harapan itu pulalah yang ada dalam doa-doa dan usaha orang tua Ibrahim. Mereka ingin Ibrahim dan adik perempuannya menjadi hafidz dan hafidzah, agar menjadi jubah bagi mereka di akhirat sana. Mereka ingin kedua anaknya masuk pesantren yang akan membawa mereka menjadi hafidz dan hafidzah.
Sayang harapan itu menjadi buyar, ketika melihat perkembangan Ibrahim yang tak sesuai dengan harapan orang tua. Ibrahim menjadi ujian awal bagi orang tuanya, untuk sebuah niat yang bisa meraih surganya Allah SWT. Ibrahim jadi anak nakal dan sulit diatur.
Lalu, babak baru dalam kehidupan Ibrahim dimulai, ketika ia liburan ke rumah neneknya. Dari situlah semangatnya untuk menjadi hafidz yang akan membahagiakan dan membanggakan orang tuanya kelak berawal.
Ia pun mendapat guru-guru yang hebat yang menuntunnya untuk menjadi seorang hafidz. Bagi Ibrahim, itu satu tiket dari Allah SWT, agar ia bisa menjadi kebanggaan orang tua dan ahli surganya. Ia pun ingin  berubah dan segera mewujudkan cita-cita orang tua.
Ibrahim berusaha keras untuk menjadi seorang hafidz. Ketekunan itu membuahkan hasil, walau ia belum bisa masuk pesantren. Ia pun jadi rajin belajar, sebagai bukti kesungguhan.
Ia ingin seperti adiknya Ainun yang sudah masuk pesantren. Ainun telah membuat kekecewaan ayah dan ibunya terobati. Sekarang sisa Ibrahim yang dapat melengkapi kebahagiaan itu.
Novel berjudul “Surga untuk Anakku” ini, memberikan pelajaran yang berharga bagi para orang tua dan juga anak-anak. Betapa orang tua menginginkan segala yang terbaik bagi anaknya. Mereka berharap sang anak jadi asetnya di dunia dan di akhirat.
Mereka sangat sedih, jika sang anak malah menjadi sumber dosa dan menyeretnya ke neraka kala di akhirat. Maka orang tua yang hati-hati, langsung menanamkan ilmu agama sejak dini bagi semua anak-anaknya.
Bagi mereka, banyak anak berarti banyak doa. Maka dari itu, mereka mati-matian berusahan menjadikan anak-anaknya shaleh dan shalehah. Mereka baru merasa berhasil, jika predikat itu, telah berhasil mereka sandang di dunia dan berarti tiket untuk surganya Allah SWT. Peresensi ; Hendri Nova

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: