Oleh: hendrinova | November 18, 2012

Ketua KPK Harapan Rakyat

Jabatan Ketua KPK sudah dipastikan nyawa taruhannya. Setidaknya Antasari sudah merasakannya, dengan terpuruknya ia di balik jeruji besi.

Tentu hanya mereka yang bernyali besar, mau mengajukan diri jadi ketua KPK. Mereka yang takut mati atau mengalami peristiwa seperti Antasari, tentu akan mundur sebelum bertarung.

Tapi anehnya, meski nyawa tantangannya, jabatan ini tidak sepi peminat. Selalu saja ada orang yang merasa dirinya mampu, mau mencalonkan diri jadi Ketua KPK. Nah lho… ada apa di balik jabatan ketua KPK.

Saya sendiri, kalau harus mencalonkan diri sendiri, agak berat di hati. Namun kalau dipercayakan jabatan itu kepada saya, dengan nyawa pun saya jalani amanah itu.

Hal pertama yang saya lakukan jika jadi ketua KPK, melakukan pembersihan internal. Agar yakin mereka yang ada bersama saya satu cita-cita, saya membutuhkan sumpah mereka.

Sumpah yang harus mereka ucapkan, bukanlah sumpah biasa. Tapi sumpah dengan memakai sanksi alam seperti ditembak petir, di telan bumi, dan sebagainya, bagi mereka yang berkhianat.

Setelah semua staf mengucapkan sumpah itu, barulah saya akan tenang dalam bertugas. Soalnya Pemilik Bumi dan Langit ikut memantau mereka, meski saya tidak tahu apa yang mereka lakukan.

Kemudian pada terduga korupsi, agar proses hukum tidak lama, saya akan memintanya mengucapkan sumpah yang sama. Harapan saya, sejak ia mengucapkan sumpah itu, ia tak memperoleh ketenangan, sebelum mengaku telah korupsi.

Kenapa saya perlu mereformasi kalimat sumpah, karena sumpah yang ada sekarang tak berhasil memberi pertakut pada pembacanya. Mereka banyak yang tidak yakin dengan azab Yang Maha Kuasa, walau kitab suci mereka junjung di kepala.

Gebrakan saya selanjutnya, mengadili koruptor seadil-adilnya. Kalau bisa gerak cepat, tentunya lebih baik.

Agar koruptor mengaku dan mau mengembalikan harta yang ia ambil, saya akan berikan tenggat waktu. Jika 10 hari sejak ditetapkan sebagai tersangka mengaku, maka akan diberikan pengurangan hukuman.

Namun kalau selalu menolak dan menampik tuduhan dengan bukti-bukti yang telah ada, maka sidang akan dilanjutkan dan tuntutan jadi maksimal. Keadilan akan ditegakkan seadil-adilnya.

Terkait pejabat pemerintah ataupun anggota DPR/MPR yang terlibat korupsi, tak kan dispensasi, kalau tak kooperatif. Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu.

Kata orang, berbuat adil di Indonesia itu susah, apalagi bila berhadapan dengan mereka yang punya pistol. Pilih nyawa atau lupakan kasus.

Hal itu menurut saya tidak usah terjadi, jika pemimpin KPK mengadakan pertemuan di tempat resmi. Jika diculik ke pertemuan rahasia dengan pengancaman nyawa, saat itu boleh berbohong, karena keadaan semata.

Namun setelah lepas, saya akan beberkan pada publik keadaan sebenarnya, agar mereka tahu akan apa yang saya alami. Transparansi harus dilakukan, agar rakyat tahu dan tidak menimbulkan syak wasangka.

Lalu bagaimana jika keluarga terancam. Mereka adalah titipan Allah dan akan kembali lagi pada Allah. Dengan demikian, majulah KPK.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: