Oleh: hendrinova | Oktober 16, 2012

Mau Sehat dan Hemat, Pilih Obat Generik Berlogo

Oleh Hendri Nova

TANTANGAN kesehatan manusia di iklim penuh radikal bebas saat ini, sangat besar dan sangat rentan. Cuaca yang gampang berubah-ubah, membuat kesehatan sering labil. Ditambah lagi dengan gaya hidup serba instan, membuat imunitas tubuh semakin lemah.
Kalau tak pandai-pandai menjaga kesehatan sendiri, maka siap-siaplah untuk rutin mengunjungi rumah sakit. Namun kalau sudah kritis dalam memilih makanan dan minuman, tetaplah selalu membantu tubuh melawan penyakit yang akan masuk merusak kesehatan, dengan rajin memakan suplemen.
Lalu jika tubuh mulai sakit, maka jangan ditunda untuk mencari obatnya. Takutnya kalau berlarut-larut, penyakit semakin parah seiring dengan makin turunnya imunitas tubuh.
Salah satu usaha yang bisa dilakukan untuk mengobati tubuh yang sakit dengan meminum obat. Namun jangan sembarang meminum obat, karena bisa berbahaya bagi tubuh. Oleh karena itu, tetaplah selalu memakan Obat Generik Berlogo (OGB)
Sekilas Tentang Obat Generik
Menurut  id.wikipedia.org, obat generik adalah obat yang telah habis masa patennya, sehingga dapat diproduksi oleh semua perusahaan farmasi tanpa perlu membayar royalti. Ada dua jenis obat generik, yaitu obat generik bermerek dagang dan obat generik berlogo yang dipasarkan dengan merek kandungan zat aktifnya.
Dalam obat generik bermerek, kandungan zat aktif itu diberi nama (merek). Zat aktif amoxicillin misalnya, oleh pabrik “A” diberi merek “inemicillin”, sedangkan pabrik “B” memberi nama “gatoticilin” dan seterusnya, sesuai keinginan pabrik obat. Dari berbagai merek tersebut, bahannya sama: amoxicillin.
Zat Aktif
Dari sisi zat aktifnya (komponen utama obat) , antara obat generik (baik berlogo maupun bermerek dagang), persis sama dengan obat paten. Namun Obat generik lebih murah dibanding obat yang dipatenkan.
Mutu
Mutu obat generik tidak berbeda dengan obat paten, karena bahan bakunya sama. Ibarat sebuah baju, fungsi dasarnya untuk melindungi tubuh dari sengatan matahari dan udara dingin. Hanya saja, modelnya beraneka ragam.
Begitu pula dengan obat. Generik kemasannya dibuat biasa, karena yang terpenting bisa melindungi produk yang ada di dalamnya. Namun, yang bermerek dagang kemasannya dibuat lebih menarik dengan berbagai warna. Kemasan itulah yang membuat obat bermerek lebih mahal.
Obat Generik Berlogo
Obat Generik Berlogo (OGB) merupakan program Pemerintah Indonesia yang diluncurkan pada 1989 dengan tujuan memberikan alternatif obat bagi masyarakat. Tentu saja dengan kualitas terjamin, harga terjangkau, serta ketersediaan obat yang cukup.
Tujuan OGB diluncurkan, untuk memberikan alternatif obat yang terjangkau dan berkualitas kepada masyarakat. Soal mutu, sudah tentu sesuai standar yang telah ditetapkan karena diawasi secara ketat oleh Pemerintah. Hanya bedanya dengan obat bermerek lain adalah OGB ini tidak ada biaya promosi, sehingga harganya sangat terjangkau dan mudah didapatkan masyarakat.
Awalnya, OGB diproduksi hanya oleh beberapa industri farmasi BUMN. Ketika OGB pertama kali diluncurkan, Departemen Kesehatan RI gencar melakukan sosialisasi OGB sampai ke desa-desa. Saat ini program sosialisasi ini masih berjalan walaupun tidak segencar seperti pada awal kelahiran OGB. Pada awalnya, produk OGB ini diproduksi untuk memenuhi kebutuhan obat institusi kesehatan pemerintah dan kemudian berkembang ke sektor swasta karena adanya permintaan dari masyarakat.
OGB mudah dikenali dari logo lingkaran hijau bergaris-garis putih dengan tulisan “Generik” di bagian tengah lingkaran. Logo tersebut menunjukan bahwa OGB telah lulus uji kualitas, khasiat dan keamanan sedangkan garis-garis putih menunjukkan OGB dapat digunakan oleh berbagai lapisan masyarakat.
Menurut Tarcisius T. Randy, Head of Marketing & Saleh PT Dexa Medica, seperti dikutip bisnis.com Jumat (29/6), harga OGB bisa lebih murah karena harganya sudah ditetapkan oleh pemerintah. Proses produksinya tidak macam-macam, terutama dalam kemasannya (bungkusnya) juga sudah ditetapkan. 
Selain itu diproduksi dalam jumlah besar sehingga menurunkan biaya. Mesinnya juga tidak perlu sering dibersihkan karena tetap memproduksi obat yang sama. Dan tidak perlu mengadakan seminar untuk memperkenalkannya. 
Namun, kata Tarcisius, masyarakat masih belum yakin sepenuhnya mau meminum OGB ini. Bisa jadi karena tidak tahu, atau memang karena tidak diresepkan oleh dokter.
Untuk itu, katanya, Dexa Medica sebagai salah satu perusahaan swasta nasional yang memproduksi OGB sejak 1991, terus berupaya mensosialisasikan obat generik kepada masyarakat, kepada dokter, dan pengelola apotek lewat petugas khusus, dan berbagai kegiatan sosial.
“Kami terus berkomitmen mendukung program pemerintah menyediakan obat murah bagi masyarakat. Sampai sekarang sudah ada sekitar 90 item OGB dari berbagai jenis obat. Ada obat oral, injeksi, dan topical. Kami akan terus memproduksinyas jenis baru, karena ada 400 lebih item OGB,” ungkapnya.
Memang untuk mengubah persepsi masyarakat terhadap OGB tidak mudah. Tapi dengan berbagai kegiatan yang terus menerus dilakukan seperti pengobatan gratis, mengedukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, dokter, dan apotek, kini pemakaian OGB mulai meningkat.
Masyarakat memang harus terus dicerdaskan, agar mereka memilih OGB. Tak hanya mereka hemat dari segi pengeluaran, tapi juga mendapatkan manfaat yang sama dengan obat paten. Masyarakat harus satu kata, bahwa OGB pilihan pertama yang harus diminta di apotik.
Jadi saat anda menebus obat ke apotik, jangan lupa untuk selalu meminta OGB. Hal itu lebih membuat anda tenang saat memakannya, tanpa ada rasa was-was lagi.
Soalnya, untuk memperlancar daya kerja obat, pikiran harus yakin kalau obat yang dimakan bisa membuat sakit sembuh. Namun kalau hati ragu-ragu, maka hasilnya juga tidak 100 persen. Bukankah Allah itu menurut persangkaan hamba-Nya?
Jika yakin Allah akan menyembuhkan dengan perantaan OGB, maka itu mudah bagi Allah. Namun kalau saat memakannya sudah ragu-ragu bakal disembuhkan, maka hasilnya juga sebuah keraguan. Maka dari itu, hati dan pikiran harus sejalan, untuk membuat OGB lancar menjalankan misinya bagi kesehatan tubuh. (Wartawan Harian Singgalang)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: