Oleh: hendrinova | Juni 17, 2012

MPLIK, Disambut Gembira Siswa, Membuat Bingung Warga

Painan, Sumbar
Keberadaan Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan (MPLIK)bantuan Menkominfo di Pesisir Selatan, membawa kegembiraan plus keheranan warga. Mereka yang gembira terutama pada siswa, karena bisa  berseluncur di duna secara gratis. Daripada membayar di warnet, tentu lebih baik dapar fasilitas gratis.

Sementara warga yang tidak mengerti internet, banyak heran dengan keberadaan kendaraan itu di daerah mereka. Rata-rata mereka tidak mengerti internet, sehingga hanya bisa saling bertanya.

“Anak saya yang sekolah SMA mengatakan itu mobil internet yang juga sering mangkal di SMA Bayang. Kalau mangkal di sini, hampir tidak ada warga yang mendekat, karena tidak tahu untuk apa,” kata Yoyon, salah seorang warga Pasar Baru Bayang, Sabtu (16/6).

Dikatakannya, ia baru bisa menjelaskan pada warga lainnya, ketika sudah tahu dari anaknya. Namun ia kembali bingung ketika ditanya sudah pernah mencoba atau ti dak. Soalnya ia pun awam dengan internet.

Sementara salah seorang sopir MPLIK yang mengaku bernama Budi, mengaku memang mendapat reaksi beragam pada warga. Ia hanya bisa menerangkan semampunya terkait mobil tersebut.

“Saya maklum saja, mungkin warga yang masih terheran-heran itu, kurang mendapat informasi. Jika mereka tahu manfaat mobil ini, dipastikan mereka akan ikut antri memanfaatkannya,” katanya.

Budi mengaku baru kewalahan menghadapi pengunjung, kalau yang datang anak sekolahan. Apalagi kalau datang berombongan, situasi jadi ramai dan kadang over kapasitas.

“Saya baru ke pelosok daerah, setelah jam sekolah usai. Tujuan saya untuk menjangkau anak-anak sekolahan yang butuh internet, namun tak punya tempat berinternet. Kalau ada warga yang ingin belajar, dengan senang hati saya tunjukkan,” tambahnya.

Saat ini ada empat MPLIK yang beroperasi di Pessel. Mereka sering mengambil rute ke kecamatan Bayang, IV Jurai, Sutera dan Lengayang.

Sayangnya, keberadaan MPLIK di luar pengetahuan Bupati Pessel, Nasrul Abit. Ia mengaku tidak mendapat pemberitahuan saat mobil itu beroperasi. Jadi pemerintah kabupaten juga tidak mengetahui pasti soal keberadaannya.

“Proses pengadaannya seperti apa, datangnya ke Pessel seperti apa saya juga belum mengerti. Jika kendaraan itu bantuan pusat, biasanya ada laporan atau minimal koordinasi dengan kabupaten. Oleh karena itu, di sekretariat kabupaten kendaraan itu tidak bisa diinventarisir,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan dan Inforkom Pessel, Yunasri mengaku juga tidak mendapat laporan soal beroperasinya mobil internet keca­matan. Kabarnya sudah beroperasi sekitar tiga bulan lalu.

Sementara salah seorang Blogger Pesisir Selatan, Amir, berharap keberadaan MPLIK tidak usah terlalu dipermasalahkan. Apalagi komunitas siswa yang akan menggunakan internet, begitu juga komunitas blogger, jadi sangat terbantu.

“Saya memang membaca di koran lokal, akan ketidaktahuan bupati atas keberadaan MPLIK. Semoga saja tidak dibawa pula ke politik, karena tujuan MPLIK semata-mata untuk pemerataan kesempatan memanfaatkan teknologi,” tuturnya.

Kedepannya ia berharap ada tim penyuluh di tiap MPLIK, agar bisa menjawab rasa penasaran warga. Lebih baik mendemokan MPLIK saat ada acara-acara desa, atau hari-hari besar lainnya.

Makin banyak warga yang melek internet, maka akan memberikan kesempatan luas bagi mereka untuk berkembang. Apalagi MPLIK memegang konsep internet sehat, jadi patut didukung keberadaannya.
hendri nova


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: