Oleh: hendrinova | Juni 10, 2012

Waktu Terbaik untuk Menyusui

Seorang ibu harus memahami kapan waktu terbaik, untuk menyusui buah hatinya. Maka dari itu, walau berstatus ibu jangan malas-malas menambah ilmu pengetahuan dengan banyak membaca, terutama terkait dengan keseharian.

Jika lagi punya bayi, bacalah informasi yang banyak tentang perawatan bayi. Terpenting lagi, upaya untuk menjadikan anak cerdas dan pintar, agar dewasa nanti bisa membanggakan keluarga.

Masalah sederhana saja seperti waktu yang tepat untuk menyusui, harus dikuasai sang ibu. Apakah menyusui sesuai jadwal, atau saat bayi membutuhkannya saja ?

Sebuah studi baru yang dipublikasikan dalam European Journal of Public Health menunjukkan, bahwa permintaan akan air susu ibu (ASI) dikaitkan dengan nilai IQ sang bayi. Nah, ilmu yang satu ini layak untuk disimak, seperti dirilis suaramerdeka.com.

Para peneliti deri Universitas Essex dan Universitas Oxford di Inggris melaporkan, mereka telah menyelidiki data lebih dari 10.000 anak yang lahir di awal 1990-an di daerah Bristol di Inggris.

Hasil mencengangkan diperoleh. Skor IQ pada anak usia delapan tahun yang pada saat bayi diberi ASI hanya jika ia “meminta”, misalnya dengan menangis, karena lapar ternyata memiliki skor IQ empat hingga lima poin lebih tinggi daripada anak yang pemberian ASI-nya “terjadwal”.

Perbedaan ini juga terlihat dalam hasil tes anak usia lima, tujuh, sebelas dan 14 tahun.

Maria Iacovou, dari University of Essex, mengatakan, “Perbedaan antara pemberian ASI secara “terjadwal” dan “karena permintaan si bayi” berlaku dalam pemberian ASI maupun susu botol bayi.”

Untuk memberikan perbandingan, mereka yang IQ-nya lebih tinggi empat atau lima poin mungkin akan berada pada peringkat 11 atau 12 di kelas yang berisi 30 anak. Namun, Iacovou menekankan bahwa pada tahap ini, klaim hubungan kasual antara pola makan dan IQ, harus lebih didalami.

Ini adalah studi pertama, dan penelitian lebih lanjut diperlukan sebelum dikatakan dengan pasti bahwa bagaimana anda memberi makan bayi anda. Karena semua itu memiliki dampak jangka panjang terhadap IQ dan pencapaian akademik sang anak.

Menjelang hasil finalnya keluar, tetap sajalah memberi ASI kalau anak membutuhkannya. Jangan menunda-nunda pula, kalau anak sudah sangat menangis. Tapi jangan pula dipaksa, kalau anak tak membutuhkannya. Hendri Nova


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: