Oleh: hendrinova | Juni 10, 2012

Rahasia Tablet Buatan Langit

<!–[if !mso]>st1\:*{behavior:url(#ieooui) } <![endif]–>

Judul: The Last Secret
Penulis : Lynn Sholes dan Joe Moore
Penerbit : PT Serambi Ilmu Semesta
Cetakan : Pertama, April 2012
Tebal : 505 Halaman
Cotten Stone memang tidak seperti sebagian kecil jurnalis yang hanya menunggu datangnya berita. Bisa dikatakan kalau ia kategori jurnalis yang membuat berita-berita besar. Namun pilihannya amat berbahaya, karena terkait dengan agama yang sangat sensitif di kalangan manusia.
Kesuksesannya mengungkap rahasia cawan suci, membuat namanya melambung tinggi. Hal itu menghalangi usaha makhluk kegelapan yang ingin mengkloning Yesus, agar hadir lagi ke muka bumi.
Karir Cotten mendadak ternoda dan jatuh ke titik memalukan, saat ia ingin mengungkap tentang tengkorak penciptaan. Ia menemukan tengkorak dinosaurus yang di jidatnya bekas hantaman benda tajam. Benda itu diduga milik manusia kuno, sewaktu memburu dinosaurus.
Sewaktu ia melakukan siaran langsung di televisi yang telah membesarkan namanya, ia mendapat perlakuan memalukan. Ternyata ahli lain bisa mengungkap kalau tengkorak itu palsu.
Ia langsung mendapat cemoohan dan cap sebagai jurnalis hoax pengejar sensasi. Karirnya jatuh dan itu membuatnya terpuruk dan kehilangan pekerjaan.
Cukup lama ia berada dalam depresi. Namun ia berniat kembali bangkit untuk memberikan kontribusi berita bermanfaat lainnya. Kebetulan ia mendapat tawaran penelitian ke Peru, di sebuah situs kuno yang baru ditemukan.
Ia akan menyusul profesor Endelman yang lebih dulu melakukan penggalian. Bersama dengan seorang rekannya, ia berangkat menuju Peru.
Sesampai di sana ia langsung melakukan peninjauan dan ia menyaksikan penemuan tablet kristal yang disinyalir dibuat langsung oleh Tuhan. Tablet itu berisi beberapa pesan yang hanya sebagian bisa dibaca. Pesan di bagian bawah masih sulit terjemahkan karena ditulis dalam bahasa khipu.
Malamnya, para pekerja, Edelman, dan Cotten mengadakan pesta selamatan dengan racikan minuman keras tradisional Peru. Walau hanya meminum beberapa teguk, telah membuat Cotten pusing, dan itu membuatnya kembali ke tenda. Ia segera minum ativan, agar bisa memejamkan mata.
Saat dirinya dalam kondisi antara tidur dan tidak, ia mendengar teriakan kematian di sana sini. Ia nekat keluar dan melihat rekan-rekannya ada yang terbakar, digorok dan berbagai nasib tragis lainnya.
Ia sendiri dikerumini kunang-kunang dengan hawa panas luar biasa. Sekelilingnya turun kabut tebal yang menghalangi pemandangan. Ia kembali teringat kata Edelman, bahwa tablet itu ada hubungannya dengan dunia ghaib yang akan dibuka kuncinya oleh seorang keturunan malaikat.
Novel  karya Lynn Sholes dan Joe Moore ini, penuh pengetahuan baru di setiap lembarnya. Walau cerita-cerita serupa telah banyak di tulis dan divisualisasikan, garapan kedua novelis ini terasa lain. Penuh intrik berbahaya dan beberapa ilmu yang bisa dipraktekkan pembaca.
Walau ceritanya terkait fiksi agama, setidaknya ada beberapa keterangan yang berdasarkan fakta tersembunyi yang coba diungkap, seperti dilibatkannya Vatikan dalam menceritakan Cotten.
Novel ini membawa pembacanya pada teori dunia paralel yang meyakini kejadian di dunia ini terjadi bersamaan. Penganut teori dunia paralel tidak mengenal masa lalu. Mereka bisa memasukinya kapan saja, dan mengubah sesuatu yang tidak ia suka di masa datang. 
Sayangnya, misi agama juga sangat kentara dalam novel ini. Seolah-olah agama Kristen saja yang mampu menyelamatkan umat manusia ke dunia paralel lain. Sementara pengikut agama lain, digambarkan akan mengikuti Cotten, karena dialah yang bisa menyelamatkan manusia. Jelas satu propaganda yang layak diwaspadai.
Bagi anda penggemar cerita fiksi yang akan mengundang penasaran dan membuat rasa ingin tahu memuncak, novel berjudul “The Last Secret” ini seperti sayang untuk dilewatkan. Jadi selamat menikmati alur cerita yang menuntut anda konsentrasi penuh dalam membaca. Peresensi : Hendri Nova

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: