Oleh: hendrinova | Juni 10, 2012

Meniru Cara Rasulullah SAW Mendidik

Judul: Rasulullah SAW, Guru Paling Kreatif , Inovatif, dan Sukses Mengajar
Penulis : Awy’ A.Qolawun
Penerbit : DIVA Press
Cetakan : Pertama, Maret 2012
Tebal : 135 Halaman
Rasulullah SAW sumber dari segala ilmu keteladanan. Tak ada satupun dalam sejarah hidupnya yang tidak bisa diteladani. Termasuk dengan caranya mengajar umat, hampir tak ada yang bisa menyainginya sampai sekarang.
Sistem pengajaran yang contohkan, telah membuat hidayah makin tersebar luas di muka bumi. Maka tak heran, jika kawan ataupun lawan, mengakui keteladanannya. Pola mengajar Rasulullah SAW telah membuka gudang-gudang ilmu, sehingga melahirkan manusia super pintar seperti Ali RA.
Pola mengajar Rasulullah SAW dikenal dengan nama dakwah bil hal atau dakwah dengan perbuatan. Ia merupakan contoh berjalan, sehingga setiap orang yang ingin mengamalkan isi Alquran, tinggal melihat bagaimana Rasulullah SAW hidup. Beliau SAW adalah Quran berjalan.
Jadi apa yang diajarkannya pada umat, langsung mendapatkan contoh dari cara beliau hidup. Itu menjadikannya guru yang tidak sekedar berteori, tapi langsung pada praktek. Hasilnya, hidup beliau adalah pelajaran nyata yang selalu ada hikmahnya jika diamalkan.
Rasulullah SAW juga bukan tipe guru yang buru-buru dalam memberikan pengajaran. Beliau SAW memberikan pelajaran secara berangsur-angsur, mulai dari yang paling mudah sampai ke tingkat rumit.
Umat Islam tentu masih ingat, bagaimana minuman keras itu dilarang. Untuk tahap awal, beliau melarang setiap orang yang mabuk mendekat ke masjid. Hal itu membuat mereka yang masih ingin mabuk-mabukan namun masih shalat, mencari waktu mabuk yang tepat.
Setelah itu, beliau SAW memberi pembatasan lagi sampai empat kali. Khusus yang terakhir, Rasulullah SAW langsung memberikan label haram pada minum-minuman keras, dan melaknat semua orang yang terlibat di dalamnya. Baik dari proses pembuatan, pendistribusian, penghidangan sampai yang meminumnya, semuanya kebagian dosa dan laknat Allah SWT.
Pelajaran yang sama juga beliau terapkan untuk larangan riba. Akhirnya, umat Islam tak lagi melakukan riba dan lebih memilih jujur dalam perdagangan.
Saat memberikan hapalan Alquran. Rasulullah SAW hanya memberikan 10 ayat saja, sampai hapal, paham, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Jika target tak tercapai, maka pelajaran baru tidak akan didapatkan. Itu memacu murid-muridnya untuk senantiasa hapal Quran, memahaminya dan mengamalkannya.
Pelajaran yang diberikan Rasulullah SAW selalu bervariasi, sehingga tak ada kata bosan untuk menerimanya. Beliau menetapkan hari-hari khusus, untuk pelajaran tertentu, sehingga murid-murid selalu menunggu-nunggu hari pelajaran kegemarannya. Hal itu dilakukan Rasulullah SAW untuk menghindari datangnya rasa bosan.
Tidak kalah penting akan kemampuan belia SAW untuk melihat kemampuan intelijensia seseorang. Beliau sangat tahu, mana murid berotak cerdas, sedang dan biasa-biasa saja. Semua diberikan ilmu sesuai dengan kemampuan.
Selanjutnya dengan membuka ruang tanya jawab. Hal itu akan membuka kemampuan analisa murid, terhadap pelajaran yang diberikan. Juga berguna agar tidak salah penerimaan, sehingga terjadi satu kepahaman bersama.
Masih ada beberapa metode lagi akan cara Rasulullah SAW mendidik umat, sehingga Rasulullah SAW menjadi guru teladan sepanjang masa. Dan buku berjudul “Rasulullah SAW, Guru Paling Kreatif , Inovatif, dan Sukses Mengajar” ini, memuat itu semua.
Jika anda penasaran dengan poin selanjutnya, berarti anda sangat berminat mengambil pelajaran dari keteladanan Rasulullah SAW dalam mengajar. Buku ini merupakan jawabannya dan jangan sia-siakan ilmunya. Peresensi ; Hendri Nova

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: