Oleh: hendrinova | April 24, 2012

The Hunger Games ; Game Maut

Katniss Everdeen (Jennifer Lawrence) nekat menjadi relawan dalam games kematian bernama The Hunger Games, setelah sang adik Primrose Everdeen (Willow Shields) terpilih secara acak. Katniss tak rela adiknya yang ingusan jadi perwakilan Distrik 12, dalam games yang taruhannya nyawa tersebut.

Bersama dengan Katniss, terpilih pula Peeta Mellark (Josh Hutcherson) sebagai perwakilan pria. Katniss yang terampil dalam memanah, langsung ingat Peeta sebagai lelaki yang pernah memberinya sekerat roti, saat kelaparan melanda Distrik 12.

Kedua langsung dibawa ke kota dengan menaiki kereta api. Keduanya didandani bak raja dan ratu, untuk sesi pawai keliling kota. Perwakilan dari distrik-distrik yang ada, seolah-olah menjadi nyawa-nyawa tak berharga.

Pada sesi persiapan, keduanya diberi pelatihan dan penguatan mental. Tujuannya tidak lain agar keluar sebagai pemenang dalam permainan nantinya.

Waktu untuk games pun tiba. Semua peserta dipasang sensor elektronik, agar mudah diketahui keberadaannya. Mereka kemudian diturunkan di sebuah hutan, dengan rintangan pertama.

Seluruh peserta harus mengambil bekal dan senjatanya masing-masing, dalam arena pacu lari. Pada games permulaan, korban langsung berjatuhan. Beberapa peserta langsung bernafsu membunuhi utusan distrik lainnya.

Katniss akhirnya berhasil mengambil sebuah tas, tanpa ada senjata panah sebagai keahliannya. Ia langsung diburu peserta yang telah membuat kelompok khusus. Tak ada jalan lain kecuali harus lari dan sembunyi.

Katniss akhirnya memanjat sebuah pohon tinggi dan kemudian mengikatkan diri ke pohon. Sesaat ia bisa tidur, meski tak bisa nyenyak. Bayang-bayang pisau terbang mengenai tubuhnya terus menghantui.

Dari pusat pantauan peserta, pemilik games geram dengan tindakan Katniss. Agar ia turun dari pohon, sekeliling hutan tempat Katniss sembunyi dibakar. Bola-bola api beterbangan dan Katniss kini jadi sasaran bola-bola maut itu.

Ia akhirnya sampai di sebuah sungai. Rombongan peserta yang amat bernafsu membunuh, langsung memburunya. Katniss kembali lari dan memanjat sebuah pohon tinggi. Tapi malang baginya, satu pisau berhasil bersarang.

Peserta lainnya sepertinya tak memiliki kemampuan memanjat. Mereka memilih menunggu sampai Katniss turun mencari makanan. Saat malam tiba dan mereka tertidur pulas, Katniss mendapat petunjuk dari seseorang misterius dari batang pohon yang lain.

Sosok misterius itu menyuruh Katniss memotong sarang serangga beracun, agar mereka yang ada di bawah tewas. Katniss mendapat beberapa gigitan, sementara di bawah peserta yang mengepungnya kejang meregang nyawa.

Katniss bersegera turun dan berhasil mengambil anak panah salah seorang korbannya. Ia melanjutkan perjalanan dan karena gigitan serangga tadi, ia pingsan.

Saat siuman, ia mendapati salah seorang peserta duduk di sampingnya. Karena bersahabat, keduanya sepakat menjadi teman baik yang akan saling membantu. Mereka lalu mengambil ancang, untuk merebut perbekalan makanan.

Namun malang bagi teman Katniss, ia tertangkap dan disandera. Sewaktu Katniss berusaha membebaskannya, satu pisau terbang menancap dan merenggut nyawa. Katniss pun berhasil memanah mati lelaki itu.

Tak terperikan kesedihan Katniss melepas teman yang telah menyelamatkan nyawanya. Sebagai penghormatan, Katniss mencari bunga-bunga dan meletakkannya di pangkuan sang rekan.

Solidaritas Katniss memancing emosi para penonton yang berakibat kerusuhan. Di Distrik 12 warga menyerang pos polisi, terdorong oleh sikap kejam dalam games.

Katniss melanjutkan perjalanan dan ia bertemu dengan Peeta yang lagi sekarat. Ia pun memberikan pertolongan, di tengah keterancaman nyawa. Karena sama-sama dari Distrik 12, mereka berjanji akan saling menjaga, meski yang menang harus satu orang.

Film garapan Sutradara Gary Ross ini, hampir mirip dengan film-film yang bertema game kematian lainnya. Bedanya, film ini lebih pada masa klasik, sehingga tak akan ada terdengar suara pistol yang menyalak.

Peserta rata-rata menggunakan pisau, panah, pemukul dan lainnya. Akhir cerita yang di luar dugaan, membuat film ini tak terkalahkan hampir satu bulan masa penayangan. Status sebagai jawara tetap digenggam, meski film baru datang silih berganti.

Hampir tidak ada adegan sex yang mencolok, dan adegan pembunuhan sadis. Peserta yang tewas banyak diakibatkan senjata maupun akibat berkelahian. hendri nova

Jenis : action
Pemain : Jennifer Lawrence, Josh Hutcherson and Liam Hemsworth
Sutradara: Gary Ross


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: