Oleh: hendrinova | April 24, 2012

"Jakarta Lawyers Club" ; Dinodai Bahasa Pasar Ruhut Sitompul

Program “Jakarta Lawyers Club (JLC)” tak jarang berubah menjadi debat ala pasar tradisional, dengan adanya makian kotor dan kata-kata yang menyerang masalah pribadi. Keadaan ini sering terulang, kalau Karni Ilyas lagi ingin mengkonfrontasi antara Ruhut Sitompul dengan Hotman Paris.

Kedua pengacara asal Sumatra Utara ini, kadang seperti orang-orang yang mulutnya tidak pernah mengecap bangku pendidikan. Apalagi Ruhut yang sering berteriak-teriak dan membawa-bawa masalah pribadi.

Acara jadinya tidak fokus, karena ulah Ruhut yang suka melenceng ke mana-mana. Anehnya, acara tidak langsung disensor dengan penayangan iklan, malah terus saja dipertontonkan pada pemirsa.

Program JLC sangat bagus walau pengaruhnya tidak bisa menyentuh di tingkat action. Setidaknya telah ada pencerdasan bagi masyarakat akan suatu kasus hukum.

Sayang kehadiran Ruhut telah mengubah itu semua dan membuat JLC seperti debat kampungan. Alangkah lebih baiknya politisi Partai Demokrat ini tak lagi diundang dan ditayangkan live. Kecuali kalau dia sudah berubah dan tak lagi memelihara kebiasaan buruk itu. hendri nova


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: