Oleh: hendrinova | April 22, 2012

Sehat Bersama Teh Hijau

Judul                : Tangkal Seabrek Penyakit dengan Teh Hijau
Pengarang        : Jeffry Anantaboga
Cetakan           : Pertama, Januari 2012
Penerbit            : DIVA Press
Tebal                : 102 halaman
Tradisi minum teh sudah dilakoni masyaralat Indonesia sejak lama. Kalau dulu cara minumnya sangat tradisional, kini telah dikemas dengan cara modern. Saringan sudah tak perlu lagi, karena takaran untuk satu gelas, sudah diperhitungkan matang oleh produsen teh.
Teh sendiri enak diminum dalam keadaan kering ataupun dalam keadaan daun segar yang lebih dikenal dengan teh hijau. Hanya dari segi warna saja yang membuat kedua jenis minuman ini berbeda.
Teh dengan penampilan merah  bata, jauh lebih mengundang selera jika dibandingkan teh hijau. Khasiat kedua minuman ini juga berbeda, karena kandungan antara teh hijau dengan teh kering berbeda.
Sementara buku ber judul “Tangkal Seabrek Penyakit dengan Teh Hijau” ini, lebih berfokus membahas teh hijau, bukan teh kering. Bagi sebagian orang, jelas bahasannya sesuatu yang baru.
Mungkin setelah membaca buku ini, pembaca berharap di supermaket disediakan teh hijau yang benar-benar dari daun segar, bukan yang dikeringkan. Sementara yang tersedia saat ini, teh hijau yang telah dikeringkan berupa serbuk daun.
Minum teh sebenarnya lebih familiar pada masyarakat Cina. Di negara itu, lelaki yang pemalas disebut lelaki yang kurang minum teh. Sementara yang penuh gairah dan bersemangat menjalani hidup, masuk kategori rajin meminum teh.
Menurut para peneliti di Amerika Serikat, teh mengandung berbagai unsur kimiawi yang sangat dibutuhkan tubuh. Unsur-unsur kimiawi itu dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mencegah dan membantu penyembuhan penyakit.
Teh hijau sendiri dikenal bisa menurunkan kadar kolesterol jahat yang berarti menurunkan resiko terkena kanker. Senyawa antioksidannya mampu mencegah terjadinya kerusakan DNA yang diakibatkan radikal bebas.
Manfaat lainnya, teh hijau dikenal mampu mengatasi karies gigi atau gigi keropos. Kandungan fluoride alaminya, mampu menekan bakteri streptococcus mutan. Bahkan menurut Prof.Dr.Masao Onishi dari Universitas Tokyo Jepang, flouride teh hijau mampu mendukung kesehatan email gigi.
Tidak kalah penting lagi, teh hijau diklaim mampu mencegah kanker kulit. Penyakit ini sudah pasti mengerikan, karena langsung membuat percaya diri penderita hancur. Maka dari itu, minum teh hijau amat besar manfaatnya.
Tentu masih banyak lagi khasiat teh hijau lainnya yang bisa disimak dalam buku ini. Memilikinya tentu bisa menjadi panduan dalam minum teh bersama keluarga, terutama teh hijau.
Satu hal yang tak kalah penting lagi, cara penyajian teh. Pilihlah air murni dari alam, untuk mendapatkan rasa segarnya. Kalau dalam keadaan panas, pilihlah air panas yang mencapai tingkat mendidih.
Dari segi takaran, cukup 1,5 – 2 gram atau seukuran sendok kecil untuk secangkir teh hijau. Kalau direndam, cukup dibiarkan 1-3 menit, jangan lama-lama. Apalagi yang menggunakan kantong teh, zat kimianya bisa ikut larut jika rendamannya terlalu lama.
Agar minum teh anda berakhir dengan badan sehat, buku ini tentunya layak jadi panutan. Tentu sebelum kebiasaan buruk minum teh berlanjut, yang akan berakibat merugikan kesehatan anda sendiri.
Dan sedikit koreksi untuk cover buku ini, gambarnya yang tidak seiring dengan judul. Harusnya gambar teh yang disuguhkan yang berwarna hijau, bukan yang merah bata. Mungkin di edisi berikutnya bisa dilakukan koreksi.Hendri Nova

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: