Oleh: hendrinova | April 22, 2012

Polemik Poligami Ala China

Judul Buku       : Raise The Red Lantern
Penulis              : Su Tong
Penerbit            : PT.Serambi Ilmu Semesta
Cetakan           : Pertama, November 2011
Tebal buku       : 136 Halaman
Teratai memutuskan menikah dengan lelaki yang sudah punya tiga istri, pasca kematian ayahnya. Ia terpaksa hengkang dari bangku kuliah, setelah mendapat kabar ayahnya tewas bunuh diri.
Pilihannya menjadi istri keempat dari pria kaya, untuk keamanan semata. Ia tidak ingin hidup luntang lantung dan akhirnya berada di rumah bordir. Teratai akhirnya menerima jadi istri keempat dari pria berumur 50 tahun, Chen Zuoqian. Ia meninggalkan ibu tirinya, karena merasa tak nyaman dengannya.
Waktu itu, Teratai baru berusia 19 tahun, masa seorang gadis lagi mekar-mekarnya. Kehadirannya langsung mengusik seorang pelayan bernama Walet, yang juga terlibat affair dengan suaminya.
Tentu tidak semua keluarga Chen menerima kehadiran Teratai. Apalagi istri pertama Sukacita, ia sama sekali tidak respek dengannya. Di kamar istri kedua, Mega, Teratai mendapat sambutan lebih hangat.
Teratai kembali tidak diterima di kamar istri ketiga bernama Karang. Ia bahkan tidak bisa bertemu, karena Karang menutup diri untuk bersua. Padahal, kamar Karang berada paling dekat dengan Teratai.
Konflik dan persaingan para istri langsung muncul dihadapan Teratai. Bahkan di malam ia melayani Chen, Karang berulah. Lewat pelayannya, ia mengganggu Chen yang sedang memadu cinta dengan Teratai. Karang mengakui mau mati, jika Chen tidak datang ke kamarnya malam itu.
Setelah kepergian Chen yang tidak kembali sampai pagi, Teratai menghabiskan malam sendiri. Paginya ia melihat Chen sangat kelelahan dan tidak mau mengungkapkan penyakit yang diderita Karang.
Beberapa hari jadi istri keempat, membuat Teratai mulai hapal beberapa bagian dalam rumah. Termasuk sebuah sumur tua tempat tumbuh tumbuhan rambat wisteria. Turut yang ia dengar, sumur itu disebut juga sumur kematian karena sudah beberapa orang mati di dalamnya.
Saat Teratai mencoba menyingkap perihal sumur itu, keluarga Chen kebanyakan tutup mulut. Sejak itu, Teratai mengalami mimpi-mimpi dan bayangan-bayangan aneh yang seolah-olah semuanya bersumber dari sumur tua.
Lama kelamaan Teratai bisa mengakrabkan diri dengan Karang. Ia pun pernah diajak Karang untuk bermain mahyong. Disitulah Teratai tahu kalau Karang terlibat cinta terlarang dengan seorang dokter teman bermain mahyongnya.
Suatu hari Teratai ingat seruling hadiah dari ayahnya, setelah mendengar permainan seruling anak lelaki Sukacita, Feipu. Ia bertanya pada Walet, di mana serulingnya. Karena tidak menemukannya, Teratai menuduh Walet mencurinya.
Ia pun bergerak ke kamar Walet dan mengobrak-abrik kopernya. Saat itulah Teratai menemukan sebuah boneka bertuliskan namanya, dengan beberapa jarum di beberapa bagian tubuh.
Teratai ingat itu boneka media guna-guna. Setelah memaksa Walet bicara, ia mengetahui kalau yang menuliskan namanya di boneka istri kedua Chen, Mega. Di balik tingkah ramahnya, ternyata ia berniat ingin menyingkirkan Teratai dengan cara hitam.
Konflik terus berlanjut di keluarga Chen. Apalagi tertangkap basahnya Karang bersama sang dokter oleh Mega. Ia digelandang pulang ke rumah dengan cara diusung oleh dua orang pria.
Novel berjudul Raise The Red Lantern ini, merupakan karya penulis peraih Man Booker Asian Literary Prize, Su Tong. Novel ini bahkan telah difilmkan oleh Sutradara ternama Zhang Yimou, dengan artis utama Gong Li.
Membaca novel ini, akan membuka mata anda akan bentuk lain poligami yang dilakukan bangsa China. Tentu bisa dibandingkan dengan poligami yang dilakukan umat Islam atau negara lainnya.
Novel ini berakhir tragis. Dan bagi anda pecinta bahasa sopan, novel ini sedikit agak vulgar dalam batas yang masih wajar. Penasaran dengan kisah hebat ini, segeralah memilikinya. Hendri Nova
Iklan

Responses

  1. apakah negara cina yang sesungguhnya itu mengijinkan adanya poligami? ataukah melarang?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: