Oleh: hendrinova | April 22, 2012

‘Anak Kaki Gunung’ Mampukah Bertahan ?

Serial televisi terbaru dengan aroma khas alam perkampungan berjudul ‘Anak Kaki Gunung’, sukses mencuri perhatian pemirsa televisi. Tak hanya orang Minang, baik di Sumbar ataupun di perantauan yang menyukainya, masyarakat Indonesia umumnya juga suka menontonnya.

Menopang kesuksesan serial ‘Laskar Pelangi’ yang menampilkan kehidupan anak Bangka Belitung, serial ini menampilkan sisi keindahan lain tepatnya Minangkabau, di bawah kaki Gunung Singgalang. Apapun kisah dari Sumbar, selalu menyedot perhatian pemirsa di Tanah Air, tak terkecuali ‘Anak Kaki Gunung’.

Mengisahkan empat bersaudara Eliana, Pukat, Burhan, dan Amelia. Mereka anak-anak pasangan Pak Syahdan dan Mak Nur. Keluarga sederhana itu tinggal di sebuah kampung yang terletak di kaki gunung Singgalang, Sumatra Barat, yang jauh dari perkotaan.

Kisahnya mengalir apa adanya, penuh kelucuan khas anak-anak perkampungan. Sudah pasti bahasa Minang ikut diselipkan dalam dialog yang ditampilkan.

Pertanyaannya, akankah serial ini tetap mempertahankan keasliannya sampai akhir ? Takutnya di tengah jalan karena paksaan iklan, merembet kemana-mana, sehingga fokus cerita jadi bias. Jika itu terjadi, nasib serial ini akan sama dengan sinetron Indonesia kebanyakan, miskin kualitas dan hanya mengejar pemasukan iklan. Hendri Nova


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: