Oleh: hendrinova | Februari 1, 2012

Sukses Bekerja di Rumah

Kaum ibu yang mencintai keluarga, namun tak ingin hanya mengurus rumahtangga saja, banyak memilih berbisnis dari rumah. Mereka mengendalikan bisnis dari rumah, sementara anak-anak tetap mendapatkan kasih sayang penuh darinya.

Sambil memperhatikan tumbuh kembang anak, mereka juga bisa mengatur bisnis di luar. Kaum ibu yang seperti ini juga tidak perlu harus bermacet-macet di jalan atau terancam pelecahan di luaran.

Kunci untuk sukses bekerja di rumah seperti dirilis ibudananak.com hanya dua, yaitu kemampuan manajemen dan membuat prioritas. Kalau tidak direncanakan dengan baik, prakteknya bisa berantakan. Berbekal strategi yang baik dan didukung sikap yang positif, sang ibu pasti mampu bekerja dengan efektif.

Strategi pertama, realistis. Walau hanya memakai daster atau berkaos oblong plus celana pendek, sambil netekin anak sekalipun tetap profesional saat sedang bernegosiasi dengan klien. Namun ketika bertemu klien, tetap kenakan pakaian yang rapi dan pantas, serta jangan lupa untuk menyediakan kartu nama. Ini penting! Agar klien (terlebih dengan calon klien) yakin bahwa meski dikerjakan di rumah, bisnis ini serius.

Walau bisnis ‘rumahan’ tetaplah memberikan keunggulan atau nilai tambah kepada pelanggan. Seperti memberikan sentuhan personal di setiap jasa yang diberikan ke pelanggan, dan menanggapi dengan cepat setiap keluhan maupun permintaan dari pelanggan.

Tetaplah lebih realistis dalam menetapkan target. Soalnya anda dituntut untuk disiplin dan fokus terhadap apa yang dilakukan. Tetapi juga tak perlu memaksakan diri menjadi Super Mom.

Jangan lupa menciptakan suasana kerja positif agar lebih bersemangat. Caranya, pastikan perlengkapan kerja hanya digunakan oleh Anda sendiri. Sebaiknya jangan berbagi dengan suami ataupun anak-anak.

Atur dan simpan dengan rapi semua dokumen dan lembaran-lembaran kertas yang berhubungan dengan pekerjaan. Pastikan semua kertas-kertas tersebut hanya berada di ‘kantor’ atau ruang kerja, jangan diletakkan di tempat/ruangan lain.

Sempatkan untuk membaca berbagai kisah sukses para wirausahawan atau buku-buku tentang pengembangan diri, untuk meningkatkan motivasi Anda dan memperoleh tips-tips yang sekiranya bermanfaat bagi usaha Anda.

Strategi ketiga, atur waktu sebaik mungkin. Caranya, atur pekerjaan rumah tangga dengan baik agar dapat ‘menghemat’ waktu. Misalnya, masak makanan dalam jumlah yang cukup untuk dua kali waktu makan (makan siang dan makan malam).

Berusahalah untuk menetapkan ‘jam kerja’ dan cobalah untuk mengikutinya sedisiplin mungkin. Tapi juga tak perlu terlalu kaku dengan ‘jam kerja’ tersebut. Bila siang ini anak-anak tengah sangat membutuhkan anda, prioritas anak terlebih dahulu.

Buat to do list harian baik untuk keperluan bisnis maupun rumah tangga. Ini untuk memudahkan mengatur waktu secara terstruktur.

Tidak ada salahnya menginvestasikan uang di peralatan elektronik yang dapat mempermudah pekerjaan rumah tangga. Misalnya, mesin cuci otomatis sekaligus pengering. Memang lebih mahal. Tapi kalau itu bisa menghemat waktu, sehingga punya lebih banyak waktu untuk menghasilkan uang, mengapa tidak?

Salah satu kunci keberhasilan bekerja di rumah adalah time management skill. Contohnya, belanja keperluan rumah tangga dijadwalkan pada hari dimana anak les. Setelah mengantar anak ke tempat lesnya, langsung menuju toko swalayan. Sekali keluar rumah, dua pekerjaan terselesaikan!

Keempat, libatkan keluarga. dorong suami dan anak-anak (jika mereka sudah cukup besar) untuk membantu beberapa pekerjaan rumah tangga. Selain mengajarkan anak untuk bisa mandiri, ini juga mengajarkan nilai-nilai tentang kerjasama antar anggota keluarga.

Jika anak sudah cukup besar, ajari ia untuk menjawab telepon dengan sopan dan lugas. Atau jika memiliki anak-anak usia balita, sebaiknya letakkan telepon di tempat yang tak terjangkau oleh mereka.

Berdiskusi dengan suami tentang berbagai hal yang berhubungan dengan dunia usaha. Selain bermanfaat untuk menambah wawasan, biasanya orang cenderung lebih senang memperoleh pendapat kedua dari orang yang ia percaya.

Pada dasarnya untuk membuat konsep bekerja di rumah agar berjalan lancar, harus menguasai ilmu tarik-ulur. Dan itu akan dikuasai seiring dengan berjalannya waktu.

Yang paling penting, selalu bersyukur atas apa yang telah dicapai atau peroleh setiap harinya. Bermain bersama batita juga sama pentingnya dengan keberhasilan bernegosiasi dengan klien. Jangan lupa, bahwa alasan Anda untuk bekerja di rumah adalah agar lebih dekat dengan si kecil, bukan?.

Nah, jika keduanya berjalan lancar, berarti anda ibu yang hebat. Anda lah profesional sebenarnya. Hendri Nova


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: