Oleh: hendrinova | Februari 1, 2012

Resiko Jadi Perempuan di Yaman


Judul Buku : Saya Nujood, Usia 10 dan Janda

Pengarang : Nujood Ali & Delphine Minoui

Penerbit : Pustaka Alvabet

Cetakan : Keempat, maret 2011

Tebal buku : 227 halaman

Nujood si gadis kecil Yaman, tak bisa berbuat apa-apa ketika ayahnya berniat menikahkannya dengan pria berusia 30 tahun. Ia tidak diizinkan menolak dan harus terima semua keputusan ayahnya, yang juga didukung oleh saudara laki-lakinya.

Kemiskinan yang melanda keluarga Nujood, membuat mereka hidup dalam prihatin. Menikahkan anak perempuan dianggap sebagai pengurang beban, akan jumlah tanggungan yang harus diberi makan.

Nujood sebenarnya ingin memberontak, namun apalah dayanya yang kala itu berusia 9 (sembilan) tahun. Anak seusianya, seharusnya masih duduk di bangku kelas 3 SD. Namun ayahnya tak menghiraukan hal itu dan mengikuti tradisi menikahkan anak perempuan saat berusia 9 tahun.

Nujood sebenarnya agak bernafas lega, ketika keluarganya menjamin kalau ia tidak akan diperlakukan bak layaknya istri, sebelum mendapat haid pertama. Namun itu hanya omong kosong belaka.

Malam harinya ketika sudah sampai di rumah suaminya, Nujood langsung diminta menunaikan kewajibannya sebagai istri. Mesti memberontak, Nujood kalah dan ia pingsan sampai pagi.

Lucunya, sang mertua malah memberikan ucapan ‘mabruk’ sebagai ucapan selamat kepadanya. Mertuanya langsung menggendong Nujood dalam keadaan tanpa sehelai benang untuk dimandikan. Sementara di sprei, ada noda darah.

Hampir tiap malam Nujood harus melayani nafsu pria besar berusia 30 tahun tersebut. Kalau menolak, tamparan dan tinju tak segan-segan mendarat di semua bagian tubuhnya. Mertuanya hanya diam melihat hal itu, seolah-olah perkara yang biasa.

Nujood akhirnya merancang satu pelarian, agar terbebas dari siksaan. Waktu itupun datang, saat ia diizinkan pulang sebentar ke rumah orangtuanya.

Saat kunjungan hampir berakhir, Nujood melarikan diri ke pengadilan ketika disuruh ibunya membeli sarapan pagi. Sampailah Nujood di ruang pengadikan dan dia langsung mengajukan permohonan cerai.

Di Yaman, cerai menjadi persoalan harga diri dan tabu dilakukan. Tapi Nujood tidak peduli dan bersikukuh dengan niatnya. Hakim dan seorang pencara akhirnya mau bermurah hati membantunya.

Kisah Nujood langsung tayang di media dan menjadi isu internasional. Berkat perjuangannya, Nujood akhirnya bisa resmi kembali bisa masuk sekolah dan menemukan dunianya kembali. .

Novel yang berasal dari kisah nyata gadis cilik Yaman ini, menguncang dunia. Buku ini sudah mengalami cetak sampai empat kali. Cetakan pertama Agustus 2010 untuk versi Indonesia. Bukunya kini sudah dicetak dalam beragam bahasa.

Ia juga mendapat penghargaan bergengsi, karena bisa menggugah keadilan gadis-gadis cilik Yaman lainnya. Kini hasil penjualan buku Nujood digunakan untuk membiayai sekolahnya. Ia bercita ingin menjadi pengacara untuk membeli saudara perempuannya yang lain. Hendri Nova


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: