Oleh: hendrinova | Februari 1, 2012

Ragam Cerita Aurat

Masih ingat komen Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo (Foke) terkait masalah roko mini ? Begitu kata-kata itu dirilis dan disiarkan di media massa, beragam reaksi langsung menyeruak dalam beragam versi.

Mereka yang menjunjung etika dan moral, sangat berterimakasih pada Foke yang telah mengeluarkan permintaan berharga bagi kaum perempuan. Sementara mereka yang menanggap aurat adalah barang dagangan atau sebagai daya tarik, langsung menggelar demo dengan memakai rok mini atau pakaian seksi lainnya.

Mereka tidak terima jika aurat yang mereka buka, dijadikan alasan pelecehan seksual yang dialami banyak wanita di tempat-tempat umum akhir-kahir ini. Mereka menyalahkan kaum lelaki yang tidak bisa menahan diri terhadap apa yang mereka pamerkan untukl kaum Adam.

Ibarat seekor kucing yang disuguhi ikan di dekatnya, si empunya ikan berharap kucing tidak memakan ikan itu dan ia harus bisa menahan diri terhadapnya. Jika kucing itu adalah lelaki, sebagian yang beriman dan mempraktekkan ajaran agama dengan baik, tentu tidak akan tergoda.

Tapi pasti tidak jawabannya, bagi lelaki yang memang hobinya melihat dan menikmati wanita secara pengecut. Lelaki jenis ini tidak berani menikah untuk mengambil alih tanggung jawab sebagai pelindung wanita. Dia lebih suka jajan, pada wanita yang memang menjajakan diri.

Terkait masalah aurat ini, mungkin benar kata Bang Napi kalau kejahatan itu terjadi juga karena ada kesempatan. Kalau kesempatannya terbuka lebar, pastinya kejahatan akan terjadi.

Hal itu tentu sangat jarang terjadi pada wanita yang menjaga kehormatannya. Mereka hanya membuka aurat pada yang telah halal baginya. Mereka tidak akan bepergian sendirian, apalagi kalau di malam hari. Mereka lebih senang dijemput atau diantar keluarga, jika ada keperluan di malam hari.

Buku kumpulan cerita berjudul ‘Thx for Auratmu’ ini, merupakan karya lanjutan dari penulis Edi Mulyono. Bahasa khasnya masih dipertahankan sebagaimana beberapa buku terdahulu.

Tentu tidak hanya ‘Thx for Auratmu’ saja yang menjadi daya tarik, kisah lainnya juga memiliki karakter yang kuat. Masalahnya sekarang, karena yang diangkat masalah aurat, bahasa yang digunakan juga rada-rada lebih dewasa dan mungkin bagi sebagian orang dinilai kotor.

Namun tentunya jangan itunya yang diambil, kalau memang tidak cocok dengan bahasa kasar. Ambillah pesan yang ada dalam cerita dan jadikan pegangan diri jika itu bersumberkan kebaikan.

Bagi sebagian yang tidak mengerti bahasa gaul ataupun alay, mohon maaf agak kurang paham akan jalan ceritanya. Tentu tidak ada salahnya bertanya, jika itu memang diperlukan untuk membaca buku ini. Hendri Nova

Judul: Thx for Auratmu

Penulis : Edi Mulyono

Penerbit : DIVA Press

Cetakan : Pertama, oktober 2011

Tebal : 242 Halaman


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: