Oleh: hendrinova | Februari 1, 2012

Memburu Api Kehidupan

Kutukan Luka pada rombongan sirkus Great Rings of Fire (GROF) pimpinan Ringmaster Kapten Aag alias Grandmaster Flame, membuatnya dendam setinggi langit. Kenapa tidak, Luka telah menyebabkan binatang sirkus tak lagi mematuhinya dan melarikan diri.

Bahkan dua binatang yang ia beri nama terbalik, yakni anjing yang dipanggil beruang dan beruang yang dipanggil si anjing, kini ikut tinggal bersama di rumah Luka atas izin ayahnya sang pendongeng Rasyid Khalifa. Mereka hidup tentram hingga peristiwa malam itu.

Waktu itu, langit lebih cerah dari biasanya. Bintang-bintang menari dan penduduk desa Kahani berpesta pora. Namun di saat itulah, Rasyid tiba-tiba tertidur dalam kebahagian seperti orang sedang membacakan dongeng.

Awalnya Soraya, ibu Luka mengira suaminya tidur biasa. Namun setelah seharian tidak bangun, ia menggelitiki kakinya. Sayang tidak juga bangun dan itu berlangsung dalam hitungan hari, minggu, dan menanjak hitungan bulan.

Kini Rasyid sudah dipasangi infus, agar makanan tetap bisa masuk ke dalam aliran tubuhnya. Luka sendiri mulai rindu dengan tawa canda ayahnya.

Hingga suatu hari, Luka melihat burung nazar Kapten Aag di jendela rumah. Ada surat di kakinya. Ketika dibuka, isinya adalah ancaman kematian Rasyid, atas perbuatan Luka pada binarang-binatang sirkus.

Luka sangat ngeri dengan ancaman itu. Namun ia memberanikan diri mengusir burung nasar hengkang dari rumahnya. Rasa bersalah langsung bergelayut dalam benaknya, karena ialah yang menyebabkan sang ayah terkena kutukan tidur.

Saat fajar menyingsing, Luka bangun terlebih dahulu dan ketika membuka pintu ia melihat ayahnya berdiri di ujung jalan depan rumah. Luka diikuti dua binatang sirkus yakni anjing si beruang dan beruang di si anjing mengikutinya. Luka tersandung sebelum akhirnya sampai di dekat sosok yang mirip ayahnya.

Setelah dekat, barulah Luka tahu kalau makhluk itu bukan ayahnya tapi sukma Rasyid Khalifa. Ia menerangkan, kalau ia bertambah kuat, berarti Rasyid akan mati. Kecuali Luka bisa mendapatkan api kehidupan di negeri dongeng, maka ayahnya bisa diselamatkan.

Luka langsung bersemangat mencari api kehidupan demi menyelamatkan ayahnya yang makin lemah. Ia kini dihadapkan pada dunia game dalam rekaan dongengan ayahnya. Saat Luka berhasil menendang makhluk kecil di sepanjang jalan, poinnya bertambah hingga akhirnya ia sampai di depan kakek tua berjanggut putih dengan senapan otomatis.

Luka langsung ditembak dan ia hancur berkeping-keping dan kemudian balik lagi ke wujud semula. Orangtua itu bisa dikalahkan Luka dengan teka-teki kuno tentang makhluk yang berkaki empat, dua dan kemudian tiga.

Setelah si orangtua meledakkan diri, Luka naik ke level dua. Di sana telah menunggu Argo atau sejenis kapal ampibhi yang akan membawanya ke seberang. Namun hanya sesaat, ia tertelan pusaran air dan kehilangan poin.

Bayangan Rasyid yang disebut Nobodaddy, memberi petunjuk untuk mendekati bebek berbelalai gajah. Berkat bantuan dua binatang unik itu, mereka sampai di level tiga dunia para tikus.

Disinilah Luka bertemu Soraya, ratu OTT yang memiliki musuh besar kawanan tikus. Luka yang hampir diserang tikus, terselamatkan dengan perang kedua kelompok itu. Luka mau pergi, namun tidak bisa dan nyawanya banyak hilang.

Saat itulah Luka memanggil nama ratu OTT dengan sebutan Soraya. Luka kemudian membagi rahasia untuk memusnahkan para tikus dengan serbuk gatal. Ide Luka sukses dan semua tikus yang terkena serbuk gatal tewas menggenaskan.

Sebagai imbalan, Luka bisa mendapatkan bantuan Soraya untuk lebih cepat mendapatkan Api kehidupan. Soraya dengan karpet Sulaimannya, sukses membawa Luka sampai melewati gerbang cincin api.

Novel karya Salman Rushdie, yang heboh dengan buku Ayat Ayat Setannya ini, benar-benar dongeng sejati. Di novel ini, bertaburan semua lakon dalam negeri dongeng. Seolah-olah semua tumplek blek meramaikan isi novel.

Jika anda penggemar dongeng-dongeng dunia, anda akan menemukan pelakunya dalam novel ini. Maka jadilahlah sebuah petualangan dari negeri dongeng yang mengagumkan.

Walau begitu, pembaca harus hati-hati juga, karena ada sisipan kurang baik didalamnya. Seperti keluarga Rasyid yang mengambil nama orang Islam, hidup serumah dengan anjing. Satu perbuatan yang sangat ditentang Islam, karena anjing binatang haram. Hendri Nova

Judul : Luka dan Api Kehidupan

Penulis : Salman Rushdie

Penerbit : PT.Serambi Ilmu Semesta

Cetakan : Pertama, September 2011

Tebal : 296 Halaman


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: