Oleh: hendrinova | Februari 1, 2012

Makanan Favorit Pemicu Kanker

Hati-hati, karena ternyata beberapa makanan favorit yang sering dimakan sehari-hari, bisa memicu kanker. Tentu diperlukan sikap arif dengan munculnya informasi yang satu ini.

Jika pun anda nantinya sukar untuk lari dari makanan pemicu kanker ini, setidaknya bisa mengurangi. Soalnya, sulit juga kalau tidak memakan makanan ini.

Sebagaimana dirilis obatsakit2011.blogspot.com, ada empat makanan yang dapat memicu kanker. Empat makanan itu disebut sate, teh celup, makanan yang diawetkan, dan pemanis buatan.

Sate dapat memicu hadirnya kanker, karena cara memasaknya. Memasak yang kurang tepat bisa jadi pemicu kanker. Bila membakar daging (sate) di atas api dengan suhu tinggi, maka akan terbentuk senyawa HCA atau Amina Heterosiklis. HCA ini merupakan reaksi protein hewani selama proses memasak, dan diduga sebagai radikal bebas yang dapat mencetuskan sakit kanker.

Cara aman mengkonsumsi daging dengan cara dimasak, dikukus, direbus secara perlahan agar tidak menghasilkan HCA. Nah, untuk sate Padang, jelas sehat, karena sebelum dibakar daging terlebih dahulu direbus, baru dibumbui lagi dan dibakar. Jadi sate Padang atau daerah Minang lainnyja tidak termasuk di dalamnya.

Berikutnya teh celup. Penyebab kanker bukan berasal dari tehnya tapi pembungkus teh celup itu. Biasanya terbuat dari bahan yang mengandung klorin.

Klorin adalah suatu zat kimia yang biasa digunakan pada industri kertas sebagai pemutih dan disinfektan kertas. Nah, klorin yang terdapat dalam pembugkus teh celup tadi larut dan jumlahnya besar, kemungkinan bisa memicu kanker.

Cara amannya adalah dengan mencelupkan teh celup tidak lebih dari 3 menit kemudian diambil dari gelasnya. Dan jangan dipakai lagi, setelah diangkat tadi.

Makanan ketiga pemicu kanker, termasuk akanan yang diawetkan. Diduga, sodium nitrat akan terdapat dalam semua makanan yang mengandung pengawet. Zat ini berperan membentuk komponen N-Nitroso semacam zat karsinogenik.

Terakhir pemanis buatan atau aspartame. Aspartame merupakan suatu pemanis buatan rendah kalori, biasa digunakan sebagai pengganti gula untuk penderita diabetes. Ia juga digunakan sebagai pemanis pada berbagai makanan dalam kemasan.

Cara aman ya pilih saja pemanis buatan yang sudah dibolehkan pemerintah. Lihat makanan yang anda makan, jika ada aspartamenya, baiknya tak usah dimakan.

Lalu bagaimana cara mencegah kanker ? Selain hati-hati terhadap makanan yang akan dikonsumsi alias lebih selektif, cara terbaik lainnya adalah dengan menjaga pola hidup sehat dan seimbang. Hindari kebiasaan buruk seperti merokok dan alkohol. Jangan terlalu banyak mengkonsumsi makanan berpengawet, mengkonsumsi sayuran hijau, dan mengkonsumsi buah yang banyak mengandung vitamin A, Beta Karoten, C dan vitamin E.

Bagaimanapun juga, lebih memilih makanan yang diolah sendiri, apalagi dari kebun sendiri, menjamin kualitas makanan tersebut. Hasilnya, tidak perlu was-was lagi saat mengkonsumsinya. Hendri Nova


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: