Oleh: hendrinova | Februari 1, 2012

Ciplukan Buat Paru-Paru Sehat

Orang Minang lebih mengenal tumbuhan bernama ciplukan ini dengan nama latuih-latuih. Di tempat lain, ia dinamai berbeda, karena memang bahasa Minang juga banyak pemecahannya.

Sementara di daerah Indonesia lainnya, ciplukan (physallis peruviana.L) seperti dirilis faridbj.blogspot.com diberi nama ceplokan, keceplokan, ciciplukan dan lainnya. Sementara di Bali, disebut orang dengan nama kopok-kopokan, cecendet, cecenet (Sunda), nyornyoran (Madura), Leletokan (Minahasa), Kenampok (sasak), dan lapunonat (Tanimbar, Seram).

Untuk mendapatkan tumbuhan ini, bisa dicari semak-semak liar, pinggir selokan, pinggiran rel keretaapi, pinggir-pinggir kebun, dan lereng-lereng tebing sungai. Ia bisa tumbuh pada ketinggian 0-1.800 meter di atas permukaan laut. Khusus di Bukittinggi, buah yang telah masak sering dijadikan makanan enak oleh anak-anak.

Tumbuhan ini berdiri tegak dengan tinggi antara 30 cm sampai 50 cm dan berbatang berwarna hijau persegi, bercabang, dan berambut pendek. Daun berseling dan berlekuk, bertangkai 7-25 mm, dengan bentuk bundar telur memanjang dan ujung lancip. Ukuran panjang 3,5-10 cm dan lebar 2,5 cm.

Permukaan atas daun berwarna hijau dan permukaan bawah hijau muda dan berambut halus. Bunga buah keluar dari ketiak daun berwarna kekuning-kuningan. Buahnya berbentuk lentera, bila sudah masak berwarna kuning, rasanya manis agak keasam-asaman.

Dari literatur yang ada, ciplukan diklaim berasal dari kawasan tropis Amerika Latin. Ia memiliki kandungan kimiawi seperti chlorogenik acid, asam sitrun dan fisalin. Selain itu, buahnya juga mengandung asam malat, alkaloid, tanin, kriptoxantin, vitamin C dan gula, juga elaidic acid.

Hasil uji laboratorium menunjukkan, ia dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Sesuai dengan sifatnya: analgetik, peluruh air seni, menetralkan racun (detoksifikasi), serta meredakan batuk. Dalam farmakologi Cina, tumbuhan ini diyakini memiliki rasa pahit dan sifat menyejukkan.

Orang Minang dan masyarakat nusantara lainnya, meyakini tumbuhan ini mampu menyembuhkan radang kulit. Semua bagian dari ciplukan, mulai dari akar, daun, dan buah, bisa digunakan untuk obat. Hebatnya, ia tidak mempunyai efek berbahaya termasuk racun.

Sementara menurut pakar tanaman obat dr.Setiawan Dalimartha, siapa yang ingin makan tumbuhan ini, tetap perhatikan dosis. Jangan berlebih-lebihan, dan cukup dimakan seberapa perlu.

Menurutnya, sebagai obat luar, ciplukan bisa digunakan untuk menyembuhkan bisul, borok, dan peradangan kulit. Pemakainnya tidak perlu dikeringkan. Bisa dari setelah mengalami proses direbus, didinginkan dan diborehkan langsung ke bagian yang memerlukan.

Sementara menurut Ir. W.P.Winarto, pemilik Kebun Tanaman Obat Karya Sari di kawasan Pondok Cabe, Tangerang, ciplukan tidak beracun. Hanya memang karena rasa pahitnya, rata-rata mereka yang meminum menganggap sama dengan meminum obat modern, yang umumnya pahit. Ia mengatakan, pengaruh dari rasa pahit tidak akan mengganggu fungsi kerja organ tubuh semisala ginjal.

Untuk keperluan obat influenza dan sakit flu tenggorokan, segera ramu tumbuhan ini. Semua bagian yang sudah dipotong-potong seukuran 3-4 cm dijemur, lalu dibungkus agar tidak lembab lagi. Kemudian ambil kira-kira sebanyak 9-15 gram direbus, airnya diminum. Lakukan sebanyak 3 kali sehari, atau sesuai kebutuhan dan atau petunjuk resep.

Resep nomor satu bisa juga diberlakukan terhadap beberapa penyakit, seperti: batuk rejan (pertusis), bronchitis (radang saluran napas), gondongan (paroritis), pembengkakan buah pelir (orchitis).

Bagi penderita kencing manis (diabetes), sama dengan resep diatas. Hanya saja saat merebus, rebuslah dengan 2 gelas air, hingga tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, minum sekaligus pada pagi hari. Ampasnya bisa direbus sekali lagi, guna diminum pada sore harinya.

Untuk sakit paru-paru, juga sama dengan nomor satu. Saat merebus, gunakan 3-5 gelas air. Setelah mendidih, dinginkan dan saring, minum airnya 3 kali sehari. Bagi penderita penyakit ayan, ambil buah ciplukan 8 – 10 butir lalu dimakan setiap hari.

Selain untuk penyakit dalam, ciplukan juga bisa digunakan sebagai obat luar. Bisul misalnya, ambil segera daun ciplukan sebanyak 1/2 genggam dicuci bersih lalu digiling halus. Turapkan pada bisul, lalu dibalut. Diganti 2 kali sehari

Penyakit borok, segera ambil daun Ciplukan sebanyak 1/2 genggam dicuci lalu digiling halus. Tambahkan air kapur sirih secukupnya, lalu diturapkan ke borok. Ganti 2 kali sehari.

Memandang banyaknya khasiat yang dimiliki ciplukan, tidak ada salahnya menetapkannya sebagai tumbuhan wajib di pekarangan. Apalagi bentuk fisiknya yang cantik, jadi tidak ada ragu memamerkannya pada rekan-rekan yang datang ke rumah. Amirul Hamdi


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: