Oleh: hendrinova | Februari 1, 2012

Bahaya Mengintip dalam Teh Telur

Kebiasaan orang Minang yang suka minum teh telur, mungkin harus menyimak penemuan baru ini. Soalnya ada bahaya yang mengancam, di dalam sebuah telur, jika dikonsumsi dalam keadaan mentah ataupun separuh matang.

Teh telur sendiri, dibuat dengan hanya mengocoknya hingga menjadi kembang. Setelah itu dicampur teh, jeruk nipis dan gula, bisa ditambah madu lalu diminum.

Hal itu sebagaimana dirilis Intisari-Online.com lumayan berbahaya. Tentu tidak hanya teh telur, orang yang suka makan setengah matang, untuk minum jamu dan lainnya juga terancam.

Memang benar jika telur mengandung protein, fosfor, zinc, dan vitamin A, D, E, serta B. Kalau dimakan saat matang, mungkin zat-zat ini akan menjadi baik bagi pemakannya.

Sementara para pakar kesehatan telah menemukan bahwa telur adalah penyebab keracunan makanan pada banyak orang, seperti yang dilaporkan oleh Journal of American Medical Association. Hal itu diperkuat dengan hasil penelitian Center for Disease Control (CDC) di Atlanta, Amerika Serikat. Dalam penelitian tersebut terungkap bahwa tingginya tingkat keracunan di negara itu, sebagian besar disebabkan oleh bakteri Salmonella, bakteri patogen yang berasal dari kotoran ayam.

Dr. W. A. Volk dari Fakultas Kedokteran University of Virginia dan Dr. M. F. Wheeler dari The State University of New Jersey seperti dikutip dalam “Menuju Gaya Hidup Sehat”, menyatakan bahwa usus unggas adalah salah satu penyimpanan utama bakteri ini. Salmonella yang terdapat di kulit telur bisa masuk ke dalam telur melalui pori-pori kulit pada kondisi kulit telur retak, pecah, atau lembab.
Selain terdapat pada kulit dan masuk melalui pori-pori kulit, ada jenis Salmonella yang terdapat pada isi telur yang nyatanya berkulit bersih dan terlihat normal. Dia adalah Salmonella enteritidis yang menginfeksi ovarium induk ayam, dan mengkontaminasi telur sebelum kulit terbentuk.

Apa yang terjadi jika kita mengonsumsi telur mentah atau setengah matang? Kasus keracunan hanya berdampak sakit perut ringan pada orang sehat. Tetapi, jika Anda sedang dalam kondisi kurang sehat atau rentan terhadap penyakit, racun ini akan berdampak lebih signifikan.

Racun enterotoksin yang menyerupai racun kolera yang dihasilkan Salmonella, pada mulanya tersimpan baik di dalam bakteri dan akan keluar dengan mudah jika bakteri tersebut pecah. Saat memasuki saluran pencernaan, bakteri akan pecah karena proses yang terjadi dalam pencernaan. Seketika itu juga, racun akan terlepas ke dalam lambung dan menyebar ke tubuh.

Ada beberapa gejala yang bisa jadi ditimbulkan setelah mengonsumsi telur tersebut, diantaranya diare, muntah, demam, kedinginan, kejang perut, dan sakit kepala. Adanya bakteri Salmonella dalam telur bukan berarti tidak boleh menikmati sumber protein yang satu ini.

Untuk membunuh bakteri tersebut, cukup dengan panas. Ini berarti harus benar-benar memasak telur sampai matang agar bakteri beserta racunnya dapat dilumpuhkan. Jangan biarkan racun menyebar dalam tubuh demi kenikmatan sementara. Jangan lupa, masak matang-matang telur yang akan dimakan.

Mungkin bagi penggemar teh telur, akan menganggap sepele ancaman ini. Semua memang tergantung pada diri masing-masing. Jika memang yakin ngak bakalan terinfeksi salmonella, lanjutkan acara minum teh telur anda. Semoga saja, air panas yang digunakan benar-benar mampu membunuh bakteri salmonella yang sudah mabuk setelah dikocok-kocok. Hendri Nova


Responses

  1. Makasih ya infonya ..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: