Oleh: hendrinova | Januari 6, 2012

Memilih Buah-buahan Untuk Buah Hati

Anak-anak, harus didekatkan dengan buah-buahan sebagai bagian dari pola hidup sehat. Rajin makan buah-buahan disamping sayuran, akan membuat pencernaan anak menjadi lebih lancar.

Namun tentunya orangtua tak boleh sembarangan dalam memberikan buah-buahan bagi anak-anaknya. Lihatlah usianya, sehingga bisa diberikan buah yang cocok.

Kalau memberikan buah sembarangan, resikonya sangat besar. Selain tersedak, juga dapat membuat anak-anak terserang penyakit jenis tertentu.

Sebagaimana dirilis seputarduniaanak.blogspot.com, ada beberapa hal yang perlu kita ketahui dan diperhatikan orangtua sebelum memberikan buah-buahan kepada bayi usia sampai tiga tahun. Untuk memilih buah, pilihlah buah-buahan yang berwarna, seperti merah atau kuning tua, untukmakanan tambahan bayi. Karena vitamin dan mineral banyak terdapat padabuah-buahan yang berwarna. Semakin merah warna buah, semakin baik.

Berikan buah secara beragam. Jangan pepaya setiap hari. Disamping agartak bosan, juga dapat menutupi kekurangan vitamin yang terdapat dalamsalah satu buah. Pemberian buah tetap harus memperhatikan masalah tahapan usia.

Frekuensi pemberian buah, sebaiknya disesuaikan dengan pemberian ASI
dan makanannya. Mula-mula diberikan sekali dalam sehari terlebih dahulu. Misalnya, ibu ingin menggantikan waktu pemberian ASI yang biasanya diberikan pada jam 10 pagi dengan buah. Nah, buatkan jus pepaya atau perasan air jeruk. Setelah itu, lihat reaksinya. Kalau anak masih lapar, boleh saja ditambahkan ASI.

Sementara tahapan pemberian buah, berdasarkan usia. Sebelum berusia 4 bulan, buah apa pun tak boleh diberikan pada bayi. Di umur ini, satu-satunya makanan bayi hanyalah ASI, sebab usus bayi di
usia itu baru bisa menyerap makanan yang berbentuk cair.

Di usia 4 bulan, sebaiknya berikan buah yang dicairkan terlebih dulu. Untuk pepaya, misalnya, pilih yang matang dan dihaluskan dulu. Setelah itu, campur dengan banyak air, sampai betul-betul cair. Patokannya, bila dituang tidak bisa mengalir, berarti masih terlalu kental.

Jika setelah seminggu diberikan ternyata tak ada masalah pada
pencernaan anak, semisal tak muntah dan BAB-nya normal, berarti usus
bayi sudah bisa menerima makanan tersebut, sehingga bisa diberikan
secara rutin. Setelah normal, seminggu bisa dicoba tambah lagi kepadatannya.

Perlu dipahami, tahapan kemampuan mencerna makanan pada bayi
berbeda-beda. Yang tahu hanya ibunya. Bila setelah diberi makan yang
agak kental, si bayi muntah atau buang air, pertanda kemampuan
mencernanya belum baik. Bila demikian, berikan yang lebih encer.

Buah berlemak seperti alpukat dan kelapa, asalkan tak diberikan secara berlebihan, tak perlu takut membuat anak gemuk. Lemak pada buah justru sangat baik karena berasal dari tumbuh-tumbuhan.

Selain juga sebagai zat tenaga bagi bayi. Lemak jika
dicerna akan menghasilkan zat tenaga yang dua kali lipat lebih banyak dari protein maupun karbohidrat.

Sangat tidak disarankan buah kalengan. Buah dalam kaleng, tak dianjurkan. Sedapat mungkin beri makanan/buah yang segar dan alami. Buah-buahan dalam kaleng, biasanya telah diawetkan dan umumnya ditambahi beberapa zat tertentu.

Walaupun disebutkan zat itu memenuhi persyaratan, tetapi kalau bisa mendapatkan makanan yang segar, lebih baik kita berikan buah segar. Harganya pun lebih murah dibanding buah kaleng.

Untuk bayi usia 4 bulan, lebih disarankan minum air jeruk, sangat baik diberikan karena banyak mengandung vitamin C yang berfungsi memperbaiki lapisan-lapisan dalam pembuluh darah, termasuk lapisan mulut. Juga untuk pertumbuhan, perbaikan jaringan
tubuh, penyembuhan luka, pertumbuhan tulang dan gigi bayi.

Pisang juga bagus dan sangat baik karena banyak mengandung banyak kalori untuk pertumbuhan, vitamin C, kalium, dan kalsium. Pisang memiliki kadar tepung tinggi, dibanding buah semangka yang lebih banyak air dibanding tepungnya. Pisang juga mengandung mineral yang tinggi.

Sari buah tomat dan pepaya juga bagus. Saat memberikan sari buah tomat pada bayi, kulit ari dan biji tomat harus dipisahkan terlebih dahulu karena keduanya tidak dapat dicerna oleh pencernaan bayi.
Tomat dan pepaya sangat baik untuk bayi karena mengandung banyak vitamin A. Vitamin ini berfungsi meningkatkan daya tahan tubuh, juga untuk kesehatan matanya.

Sementara buah yang harus dihindari adalah buah yang banyak mengandung serat, seperti sirsak. Sirsak dan buah lain yang seratnya panjang-panjang, susah dicerna oleh bayi.

Berikutnya buah yang rasanya terlalu asam, karena dapat menyebabkan bayi sakit perut. Seterusnya buah-buahan yang mengandung alkohol, seperti durian dan nangka cempedak.

Bagi bayi usia 6-7 bulan, umumnya bayi telah mulai tumbuh gigi. Jadi ia sudah bisa diberi buah yang banyak mengandung serat, seperti mangga atau semangka.

Penyajiannya buah untuk usia ini pun dapat lebih kental dari
sebelumnya, dengan cara dijus, dikerok, atau dilumatkan. Bayi juga sudah boleh diberi buah yang dipotong kecil-kecil untuk melatih gigi-giginya.

Umumnya di usia ini bayi mulai belajar
mengunyah. Buah yang sebaiknya dihindari di usia 6-7 bulan, sama hanya denganuntuk bayi umur 4 bulan, yaitu yang terlalu asam dan yang mengandungalkohol.

Untuk bayi usia 8-12 bulan, atau menginjak usia 8 bulan, biasanya gigi-giginya sudah semakin kuat, sehingga sudah memungkinkan untuk diberikan buah yang dipotong-potong, seperti semangka, mangga, pisang, pepaya yang dipotong kecil-kecil. Pada usia 11-12 bulan, karena biasanya gigi- giginya sudah kuat dan lengkap, dianjurkan memberi buah yang dapat dimakan utuh, seperti pisang.

Kalau gerahamnya sudah mulai tumbuh, maka ia tentunya sudah bisa memakan jambu biji atau lainnya. Selain makin membuat anak-anak jadi lebih suka buah, pencernaannya juga makin sehat. Hendri Nova


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: