Oleh: hendrinova | Januari 6, 2012

Jika Anak Suka Menangis Malam

Apa yang akan dilakukan orangtua jika mendapati anaknya tiba-tiba menangis di tengah malam ? Kalau sekali-sekali, mungkin itu hal wajar, yang mungkin saja dia butuh susu atau minta digantikan celana yang terkena pipis.

Namun jika kasusnya terjadi terus menerus, dan selalu menangis tiap terbangun, orangtua tentu harus waspada. Cepatlah carai referensi yang akan membantu, untuk menyelesaikan perilaku buruk sang anak.

Satu penelitian yang dilakukan di Eropa seperti dirilis lkc.eramuslim.com tentang anak yang mengalami gangguan tidur, menangis terus menerus dan sulit makan, dirilis jurnal penelitian, “Archives of Disease in Childhood,” menyebutkan fakta yang tentunya bisa dicermati.

Laporan tersebut menyebutkan, bayi yang selalu menangis dan bangun di malam hari sampai berusia tiga bulan, mereka hampir dua kali lebih mungkin mengalami masalah attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). Hal ini mengakibatkan anak cenderung depresi, suka cemas, berperilaku agresif atau cenderung nakal dan menganggu orang lain saat mereka mulai sekolah.

Masalah lain yang juga timbul, anak-anak menjadi kurang mampu megendalikan diri. Selain itu, ia tidak mampu menenangkan diri dan susah bertindak dengan tepat dalam situasi sosial yang berbeda.

Menurut Dieter Wolke, peneliti dan profesor psikologi perkembangan di Universitas Warwick di Inggris, seperti dikutip dari laman Healthland, ia menemukan hubungan yang sangat kuat antara masalah kebiasaan di masa bayi dan gangguan perilaku atau ADHD, yang berada di bawah kontrol. Anak-anak tidak dapat mengatur perhatian mereka, atau tidak mempunyai pegangan dan tidak dapat mengendalikan perilaku mereka.

Bagaimana sebenarnya menangis kepanjangan dan makan yang dipilih-pilih bayi berkaitan dengan masalah perilaku? Wolke mengatakan, memang data pendukung yang menghubungkan itu kurang jelas, tetapi ada beberapa kemungkinan. Pertama, menangis dan terbangun di malam hari hanya tanda-tanda pertama dari masalah perilaku yang melibatkan kurangnya kontrol diri.

Setiap bayi terbangun beberapa kali di malam hari dan mungkin mulai menangis, tetapi sebagian besar pada akhirnya akan belajar untuk menenangkan diri dan kembali tidur. Mereka akhirnya belajar bahwa tindakan menangis itu harus diakhiri, karena ayah dan ibu tidak akan datang menenangkannya setiap kali mereka meratap di malam hari.

Jika bayi sudah mengidap gangguan perilaku, bagaimanapun, mereka tidak mungkin dapat belajar tentang hal itu. Ia tetap tidak bisa mengendalikan diri dan dan episode menangis terus akan tetap berlanjut melewati tahun pertama.

Kedua, beberapa bayi mungkin secara genetik rentan terhadap masalah mengatur tingkah laku mereka; khusus, para ilmuwan baru-baru ini mengidentifikasi versi dari gen yang terlibat dalam fungsi dopamin, yang mengatur suasana hati dan emosi serta fungsi motor, yang mungkin membuat beberapa bayi lebih rentan terhadap masalah perilaku. Tapi masalah ini hanya dialami 20 persen bayi.

Namun demikian penelitian ini dilakukan di Inggris yang pola asuh anak berbeda dengan di Indonesia. Tapi tak ada salahnya jika anak Anda mengalami hal yang sama hendaknya segera dikonsulkan ke dokter spesialis anak.

Meski begitu, kebanyakan orangtua tidak sabar dengan anak yang menangis malam dan mulai memukuli. Asal jangan terlalu keras dan hanya ingin memberikan kesan larangan pada sang anak agar cepat diam, hukuman kecil tentu tidak mengapa. Namun kalau sudah kasar, baiknya segera hentikan. Hendri Nova


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: