Oleh: hendrinova | Desember 30, 2011

Walau Sakit Tetap Berpahala


Judul: Memburu Pahala di Kala Sakit
Penulis : Atiqah Hamid
Penerbit : Najah
Cetakan : Pertama, November 2011
Tebal : 153 halaman

SAKIT bagi sebagian orang bisa dijadikan alasan hebat untuk berhenti beribadah dan mendapatkan pahala.Saat sakit mendera, banyak yang absen untuk shalat berjemaah, padahal hanya diserang penyakit flu atau penyakit ringan lainnya.

Bagi orang kategori ini, sakit mau dijadikan alasan untuk menolak dan menjadi jawaban bagi Allah SWT, kala ditanya penyebab lalai atau meninggalkan kewajiban sebagai Muslim. Padahal Allah SWT telah memberikan berbagai keringanan bagi si sakit agar tetap bisa mendapatkan pahala dari sakitnya.

Bahkan, satu amalan rutin yang terhalang dikerjakan karena disebabkan sakit, maka Allah SWt akan memberikan pahala yang sama seperti kala ia sehat. Kalau begitu, sakit menjadi alat bagi Allah SWT untuk memberikan bonus pada hamba-hambanya yang shaleh.

Bahkan dalam sebuah hadis disebutkan, “Tidaklah insan mukmin dan Muslim yang sakit, baik laki-laki maupun perempuan, melainrguguran dakan Allah SWT menggugurkan kesalahan-kesalahannya dengan sakit yang dideritanya itu. Seperti halnya daun-daun pohon yang berguguran dari pohon (HR.Ahmad).

Masalah sakit sebenarnya juga sudah diatur Allah SWT, sejak manusia masih di alam ruh. Begitu ruh ditiupkan pada jasadnya, maka segala takdir akan dirinya pun ditetapkan. Di antara yang ditetapkan itu, termasuk jenis penyakit apa yang akan ia dapat selama hidup di dunia.

Jika manusia menyadari akan hal ini, maka mereka akan jalani masa sakit dengan segala kesabaran dan memiliki keyakinan bahwa obat penyembuh juga sudah disiapkan jauh-jauh hari untuk dirinya. Dengan demikian, tidak ada kata menyerah untuk bisa sembuh dari sakit.

Lalu bagaimana dengan tugas manusia untuk selalu mencari keridhaan Allah di kala sakit? Jika memang ingin terus mendapatkan pahala walau sedang sakit sekalipun, maka ada beberapa hal yang bisa dilakukan, saat kondisi tubuh lagi tak sehat.

Buku berjudul ‘Memburu Pahala di Kala Sakit’ ini bisa dijadikan pegangan untuk bisa terus mendapatkan bonus pahala. Salah satu caranya adalah dengan terus mendekatkan diri pada Allah SWT. Setelah melaksanakan amalan wajib, maka setelah itu bisa diisi dengan terus membaca Alquran yang biasa dihapal, atau dengan memabaca langsung mushaf Alquran. Alternatif lainnya bisa dengan berzikir sampai bibir dan hati lelah dan tertidur.

Makin lama seorang sakit, maka semakin banyak dosanya terampuni. Sebagaimana sabda Nabi SAW ‘Apabila seorang hamba sakit selama tiga hari, maka dosanya keluar sebagaimana hari dilahirkan sang ibu’ (HR.Thabrani).

Jaminan terhapus dari dosa dengan rasa sakit walau sedikit, juga disabdakan nabi dengan riwayat Bukhari Muslim. ‘Tidak ada musibah yang menimpa, seperti keletihan, kelesuan, sakit, duka, susah dan gangguan sekedar tusukan duri sekalipun, melainkan dihapuskan Allah sebagian dari dosa-dosanya.

Buku ini juga dilengkapi dengan bimbingan tata cara bersuci dan berwudhu bagi orang sakit. Selain itu, juga dimuat tata cara shalat dan berpuasa bagi orang sakit, tata cara beribadah haji dan sebagainya.

Sangat saying jika buku ini dilewatkan begitu saja. Sebelum anda sakit, maka ketahuilah dari sekarang, hal-hal yang bisa mengais pahala saat sakit dating berkunjung. Mudah-mudahan anda tidak hanya dikenal Allah shaleh dan shalehah di kala sehat saja, tapi juga dikala sakit mendera. Peresensi: Hendri Nova


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: