Oleh: hendrinova | Desember 30, 2011

Setegar Naga


Nasib Naga Nahari Zulkarnain tak seindah anak-anak kebanyakan. Ia tidak tahu siapa ibunya, dan hanya percaya memiliki ayah seorang gila yang dipanggil masyarakat sebagai Bedul Gilo.

Sedikitpun Naga tidak tahu, kalau Bedul hanyalah seorang lelaki yang merawatnya di gua, setelah ibunya Ronta wafat setelah melahirkannya. Ronta sendiri wafat setelah peristiwa besar yang terjadi di kampungnya.

Waktu itu Ronta yang sepulang dari sungai, mendapati banyak ikan mabuk. Ia berhasil menangkap beberapa ekor dan membawanya pulang. Karena tak ingin makan sendiri, ia memberitahukan peristiwa itu pada orang kampung.

Namun sayang, sewaktu orang kampung datang ke sungai, tak ada ditemui ikan mabuk. Ronta kemudian dieksekusi layaknya seorang penjahat besar. Sewaktu dirinya akan menerima penganiayaan, tiba-tiba air sungai bergejolak dan tampaklah seekor naga besar.

Setelah ular naga berlalu, Ronta pun hilang dalam pandangan. Ia kemudian muncul dari dalam sungai jauh dari masyarakat. Ia pun berhasil mencapai tepian dan langsung melahirkan.

Tak dinyana keberadaannya tercium harimau besar yang memamerkan keganasannya. Nyali Ronta tambah ciut sewaktu sang harimau hanya beberapa jengkal dari dirinya. Ia pun meminta harimau untuk memakan dirinya dan membiarkan sang orok hidup.

Di luar dugaan, harimau yang dipanggil datuk oleh Bedul, berniat pada sang bayi. Ia dijilat biar hangat dan setelah itu pusarnya dipotong oleh Bedul. Sayang nyawa Ronta habis beberapa saat setelahnya. Sang bayi diamanahkan pada Bedul, dan namanya adalah Naga. Setelah itu, Ronta menghadap ke haribaan Ilahi.

Bedul kemudian membesarkan Naga sebisanya. Ia diajari cara bertahan hidup, sehingga menjadi anak yang mandiri. Sejak kecil, Naga sudah terampil mencari uang dengan berjualan sayur ke pasar.

Setamat SD, Naga memberanikan diri melanjutkan sekolah ke tsanawiyah. Ia pun pintar membagi waktu, antara sekolah, bekerja dan belajar. Ia bahkan masuk pesantren di malam hari dan mendapat ilmu lansung dari pendiri pondok. Di tsanawiyahlah kemampuan Naga tampak menonjol dari anak-anak lainnya.

Singkat cerita, Naga berpetualang sampai ke Jawa. Ia pun menaksir seorang artis yang sering menyanyikan lagu-lagu Islam bernama Wafiq. Wafiq yang sudah jadi istri orang, tentu saja menimbulkan seteru.

Dinyana, Wafiq wafat dalam satu kecelakaan pesawat. Dalam penerawanan Naga, Wafiq kini dalam pengawasan penguasa laut. Iapun ingin membebaskannya dengan meminta bantuan jin Bahlul sahabatnya.

Novel ini lumayan seru, berbentuk fiksi dengan alur maju. Ada sedikit cerita silat yang tentunya membawa pembaca dalam alam tokoh-tokoh silat seperti Wiro Sableng dan lainnya.

Meski bercampur antara kehidupan nyata dan alam ghaib, buku ini layak untuk menambah pengetahuan. Tentu ada hikmah yang bisa diambil, akan pesan-pesan baik yang ada di dalamnya. Hendri Nova

Judul: Saung Naga
Penulis : Ferry Irawan.AM
Penerbit : Pustaka El-Syarif
Cetakan : Pertama 2010
Tebal : 403 Halaman


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: