Oleh: hendrinova | Desember 30, 2011

Perlindungan Pengetahuan Tradisional


Tak bisa dipungkiri, masyarakat tradisional bisa bertahan hidup berkat didikan alam. Bagi mereka alam adalah guru yang sesungguhnya, dan mereka terus belajar dalam memahaminya.

Segala tanda-tanda yang diberikan alam mereka pelajari, sehingga akhirnya melahirkan satu kesimpulan yang menjadi ilmu. Setelah mendapatkan pengakuan secara luas, pengetahuan itu menjadi hak milik semua masyarakat dan terus begitu sampai terbantahkan di suatu masa.

Masyarakat tradisional yang tinggal di pesisir pantai misalnya. Mereka amat piawai dalam hal membaca tanda-tanda yang timbul di langit. Mereka lihai menebak cuaca, dan kapan saat yang tepat untuk melaut.

Mereka sangat tahu kapan ikan mudah ditangkap dan sedang musim-musimnya dan kapan pula ikan susah untuk ditangkap. Mereka mengetahui area karang tempat ikan bersarang, sehingga mereka dengan tepat bisa datang berulang kali ke lokasi tersebut.

Dalam pengobatan, masyarakat tradisional sangat pintar dalam mengenal tumbuh-tumbuhan berkhasiat obat. Jauh sebelum obat modern ditemukan, mereka telah memiliki resep tradisional untuk mengobati penyakit.

Untuk penyakit mimisan contohnya. Mereka tinggal mengambil daun singkong, kemudian menutupkannya ke hidung. Hanya menunggu sebentar, darah mimisan pun berhenti dengan sendirinya.

Untuk campak, mereka mengambil daun jarak. Meski tak tahu zat apa yang terkandung di dalamnya, mereka percaya ada obat di dalamnya.

Pengetahuan-pengetahuan yang didapat dari alam tersebut, terus diwariskan dari generasi ke generasi. Selagi masih berpegang pada pengobatan tradisional, resep-resep herbal tidak akan terhapus zaman.

Setelah dunia kedokteran mengalami kemajuan, penelitian herba pun ditingkatkan. Akhirnya, lahirlah obat-obat herbal yang dikemas secara modern. Sayangnya, sanga peneliti mengklaim obat itu hasil buah tangannya, dan tidak mengakui memperoleh ide tersebut dari pengetahuan tradisional dalam masyarakat.

Karena alasan itulah, pengetahuan tradisional perlu mendapat perlindungan. Jika tak dilindungi, dikuatirkan dicaplok peneliti kesiangan yang tanpa malu mengambil karya orang lain, tanpa menyebutkan sumbernya.

Lebih gila lagi kalau mereka mematenkannya pula, dan menghalangi orang lain untuk berbagi. Warisan tradisonal layak untuk dilindungi, dari orang-orang tamak seperti itu. Jika tak dilindungi, maka mereka tanpa malu akan mengatakan segala sesuatu hasil dari pemikirannya sendiri.

Buku berjudul Pengetahuan Tradisional ini, hadir untuk memberikan penjelasan pentingnya perlindungan terhadap pengetahuan tradisional. Penulis DR.Zainul Daulay,SH,MH bahkan menyertakan dasar hukum perlindungan secara internasional.

Setidaknya ada enam alasan dan tujuan perlindungan pengetahuan tradisional. Pertama untuk alasan kepatutan, kedua untuk alasan menghindari ‘Bio-piracy’ dan lainnya.

Buku ini sangat penting sangat penting artinya, terutama untuk referensi mata kuliah hukum atas karya intelektual dan hukum internasional. Mahasiswa hukum tentu sangat membutuhkannya. Hendri Nova

Judul: Pengetahuan Tradisional
Penulis : DR.Zainul Daulay,SH,MH
Penerbit : PT.Rajagrafindo Persada
Cetakan : Pertama, Agustus 2011
Tebal : xii + 243 Halaman

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: