Oleh: hendrinova | Desember 30, 2011

Lebih Dekat dengan Tokoh Perang Salib


Dari banyaknya nama peperangan yang dicatat sejarah, Perang Salib yang berlangsung sejak tahun 1096-1291 merupakan perang terbesar. Dua abad lamanya perang ini berlangsung, hingga saat ini pun masih terus berkobar dan siap meletus kapan saja.

Ada banyak nama-nama besar yang berhasil ditorehkan oleh Perang Salib yang didefinisikan sebagai serangkaian ekspedisi militer yang diorganisasikan ke Eropa Kristen, terhadap kaum Muslimin di Timur Dekat, untuk mengambil alih kontyrol atas Kota Suci Jerussalem.

Menurut Hafizh Dasuki, ada tiga faktor penyebab terjadinya Perang Salib. Pertama, faktor agama. Sejak Dinasti Saljuk yang mengambil alih Jerussalem dari Dinasti Fatimiyah tahun 1077 M, orang Kristen merasa dipersulit melakukan ibadah.

Hal itu ditunjukkan oleh rombongan peziarah Kristen di abwah pimpinan Mitaz tahun 1064 yang memimpin 7.000 peziarah bersenjata lengkap. Mereka termakan isu bahwa penguasa Jerussalem (Dinasti Saljuk) telah melakukan penganiayaan terhadap peziarah Kristen terdahulu.

Kedua, faktor politik. Kekalahan Bizantium di Manzikart (Armenia) tahun 1071 dan jatuhnya Asia Kecil ke tangan Saljuk, mendorong Kaisar Konstantrinopel, Alexius I Comnenus tahun 1095 M, meminta bantuan Paus Urbanus II, Imam Katolik Roma. Paus diminta mengambil alih wilayah tersebut dan berharap bisa menyatukan gereja Yunani dan Roma. Kesediaan Paus memberikan bantuan, didasari keyanikan bahwa dia memiliki kekuasaan dan pengaruh besar terhadap raja Eropa.

Saat itu, Dunia Islam sedang terpecah menjadi empat pusat kekuasaan, yakni Dinasti Fatimiyah di Mesir, Abbassiyah di Baghdad, Umayah di Spanyol dan Saljuk di Asia Kecil. Keempatnya mengalami kekacauan politik, perpecahan antar dinasti dan kegoyahan intern.

Ketiga. Faktor sosial ekonomi. Pedagang-pedagang Eropa yang berada di Laut Mediterania, memiliki ambisi untuk menguasai sejumlah wilayh potensial di Timur. Ketika itu, kekuatan ekonomi Eropa terbagi jadi tiga, yakni kaum gereja, bangsawan dan rakyat jelata.

Sementara tokoh pertama yang dianggap paling bertanggung jawab terhadap Perang Salib adalah Abu ‘Ali Mansur Tariqul Hakim, yang digelar sebagai Sang Penghancur Tanah Suci Jerussalem. Siapa sebenarnya Al Hakim ini, buku berjudul ‘Tokoh-Tokoh Perang Salib Paling Fenomenal’ akan menjelaskan kepada para pembaca.

Tokoh kedua bernama Kilij Arsalan, yang dikenal sebagai penghadang gempuran tentara salib periode awal. Ia adalah Sultan Seljuk di wilayah Rum sejak tahun 1092 M sampai kematiannya tahun 1107 M. Ia memerintah Rum saat terjadinya Perang Salib I sehingga wilayah kekuasaannya menjadi salah satu sasaran dari berbagai serangan kaum salib Frank.

Selain dua tokoh ini, ada 12 tokoh lagi dari kalangan umat Islam yang terkenal dalam Perang Salib. Mereka bisa dibaca lebih luas dalam buku ini. Sementara dari pihak Kristen terdapat 13 nama dalam Perang Salib.

Tokoh pertama bernama Paus Urbanus II, yang dikenal sebagai penyulut terjadinya Perang Salib. Tokoh kedua bernama Petrus Hermit, yang dikenal sebagai penyebar isu dan penyulut api salib. Tokoh-tokoh lainnya, bisa dibaca dalam buku ini.

Membaca buku ini, tentunya akan membuka cakrawala pengetahuan anda, akan seluk beluk Perang Salib beserta tokoh-tokohnya. Bagi anda pecinta sejarah, buku ini wajib dimiliki. Begitu banyak ilmu yang bisa anda dapat, setelah selesai membacanya sampai akhir. Hendri Nova

Judul: Tokoh-Tokoh Perang Salib Paling Fenomenal
Penulis : Muhammad Ali Fakih
Penerbit : Najah
Cetakan : Pertama, September 2011
Tebal : 296 Halaman

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: