Oleh: hendrinova | Desember 30, 2011

Lebih Dekat Dengan Al-Bukhari


Judul : Biografi Intelektual Imam Al-Bukhari
Pengaramg : Mukhlis Rahmanto, Lc
Penerbit : Pustaka Al-Kautsar
Cetakan : Pertama, Juli 2011
Tebal : xvi + 230 halaman

Hampir semua umat Islam yang berpedoman pada Alqur’an dan hadist, mengenal akan sosok imam besar Al-Bukhari. Nama lengkap beliau adalah Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Al-Mughirah bin Bardizbah Al-Ju’fi.

Kemampuannya di bidang hadist, sudahlah jangan ditanya dan diragukan lagi. Ahli hadist dari Baghdad sebanyak 10 orang dibuatnya mati kutu, demi mengakui kejeliannya dalam meriwayatkan hadist, ketajaman daya ingat maupun sanad yang jelas.

Imam Al-Bukhari juga dikenal sebagai kodifikator pertama kali hadist-hadist shahih dalam sebuah kitab bernama Al-Jami Ash-Shahih atau lebih dikenal dengan nama shahih Al-Bukhari. Para ulama kemudian menempatkannya sebangai kitab kedua yang absah setelah Alquran. Karyanya disandingkan dengan Shahih Muslim karangan Imam Muslim bin Al-Hajjaj.

Kepandaian Imam Al-Bukhari tidak hanya sebatas hadist. Ia juga dikenal sebagai seorang tokoh, sejarawan, cendikiawan, intelektual dan ulama ahli hadist. Ilmunya benar-benar luas, dengan hafalan yang kuat pula.

Imam Al-Bukhari berasal dari Bukhara yaitu satu kota besar di wilayah Khurasan. Secara geografis terletak di dataran rendah Transoxania (Kaukasus atau Asia Tengah sekarang. Daerah ini bisa dicapai dengan perjalanan selama dua hari dari arah sungai Jehun, Irak.

Buku ini memuat secara detail sosok Imam Al-Bukhari mulai dari kecil sampai ia piawai dalam hadist. Tidak banyak orang yang tahu, kalau Imam Al-Bukhari pernah buta sewaktu kecil. Namun doa ibunya membuat ia mendapatkan kesembuhan sangat ajaib dari Allah SWT.

Versi lainnya menceritakan, kembalinya penglihatan Imam Al-Bukhari setelah beliau membaca dan menghafalkan surat Qaaf hingga sampai ayat ke-22, ‘Sesungguhnya berada dalam keadaan lalai dari hal ini. Maka Kami singkapkan daripadamu tutup (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam.’ Seusai membaca ayat ini, penglihatannya pulih dan kembali seperti semula.

Kecintaan Imam Al-Bukhari pada hadist sudah terlihat sejak kecil. Ia tidak segan-segan melakukan koreksi pada penghafalan sanad hadist yang salah.Ia bahkan sudah hafal 100.000 hadis, sejak masih kecil dan itu diakui banyak ulama besar.

Tak hanya hadist shahih, Imam Al-Bukhari juga hafal 200.000 lebih hadis tidak shahih atau terpotong sanadnya. Karena itulah ia langsung bisa menjawab benar dan mengoreksi semua hadist yang ada.

Jika anda pengagum sosok Imam Al-Bukhari dan ingin menjadikannya teladan, baiknya baca ini dulu. Setelah itu rasa kagum akan anda dapat sebagimana ulama-ulama besar yang juga salut dengan kemampuan Imam Al-Bukhari. Hendri Nova


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: