Oleh: hendrinova | Desember 30, 2011

Cacat Bukan Halangan


Tak ada satu orang manusia pun yang ingin dilahirkan dalam keadaan cacat. Namun dikala takdir itu yang didapat, apa hal yang hendak dibuat? Tentu dengan berlapang hati menerima semua itu, akan lebih bagus, daripada harus menyesali diri hari ke hari.

Tentu tak hanya kelapangan hati yang dituntut ada, tapi juga semangat untuk berprestasi walau keterbatasan fisik. Allah SWT tentu telah menyiapkan satu pekerjaan yang sekiranya cocok dengan kondisi tubuh yang ada.

Cacat tidak boleh dijadikan pemukul semangat untuk hidup. Sebaliknya harus dijadikan modal dasar untuk meraih prestasi. Tentu prestasi hanya bisa diraih jika usaha maksimal dengan mengedepankan kemampuan diri, lebih ditonjolkan.

Agar hati tidak selalu mengupat terhadap keadilan Allah SWT terkait fisik, maka sering-seringlah melihat manusia cacat lainnya. Jadikan prestasi mereka inspirasi untuk modal meraih prestasi yang beda, atau yang lebih baik lagi dibanding mereka yang telah ada.

Buku berjudul ‘Jangan Takut Karena Cacat’ ini, tentu bisa membimbing anda dalam menjalani cacat fisik yang ada. Ada sembilan kisah yang tentunya bisa dijadikan inspirasi untuk maju menjalani hidup.

Lihatlah Bob Willen, seorang atlet lari tanpa dua kaki. Berkat semangat hidupnya, ia bisa menjadi atlet berprestasi. Kisahnya tentu bisa dijadikan teladan, khususnya mereka yang mengalami cacat fisik yang sama.

Kisah Cornel Hrisca lebih menyentuh lagi. Ia cacat tanpa dua tangan dan satu kaki. Ia bisa mengasah kemampuan dirinya, sehingga akhirnya menjadi drummer dan kemampuan hebat lainnya.

Tentu lebih mencengangkan lagi kisah Jessica Cox. Tanpa dua tangan dalam hari-harinya, ia bisa mengemudi, penari, dan jadi pilot profesional. Kisah Jessica tentu bisa memotivasi mereka yang sehat, untuk mahir mengemudi, jadi penari ataupun menjadi pilot. Satu hal dalam hidup Jessica yang patut diikuti, tak ada kata menyerah dengan segala keadaan dan kekurangan yang dimiliki.

Pembaca akan lebih berdecak kagum, kalau menyimak kisahnya Kyle Maynard. Meski tak memiliki dua tangan dan dua kaki, ia bisa jadi pegulat dan motivator. Hebatnya, tak ada malu dalam kamus hidupnya dan ia menolak untuk memakai alat bantu. Ia juga penuh percaya diri berkompetisi dengan orang-orang normal, dalam olahraga gulat atau lainnya.

Jangan lewatkan pula kisah Liu Wei. Ia juga cacat tanpa dua tangan dalam menjalani hidup. Namun hobinya dalam bidang musik, tidak bisa dipatahkan hanya karena tangan tak punya. Berkat ketekunannya, ia menjadi pianis dan composer professional.

Ada empat kisah hebat lainnya yang sayang kalau tidak anda baca. Ada semangat dalam kisah hidup mereka yang akan segera tertular dan menyerap masuk memori anda, akan pentingnya arti kata aku pasti bisa. Jika dikerjakan dengan niat tulus, usaha sungguh-sungguh dan tidak berputus asa dari rahmat Allah SWT, maka anda akan keluar menjadi manusia sukses, Insya Allah. Hendri Nova

Judul: Jangan Takut Karena Cacat
Penulis : Abdul Waid
Penerbit : DIVA Press
Cetakan : Pertama, November 2011
Tebal : 189 halaman


Responses

  1. jika mereka bisa, kita pun bisa
    buku islami

  2. tanks gan infonya,

  3. ya,terus semangat dan semangat………..
    rumah buku


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: