Oleh: hendrinova | Desember 29, 2011

In Time ; Jeratan Waktu


Will Salas (Justin Timberlake) terbangun di pagi itu, dengan usia yang hanya tersisa satu hari saja. Wajahnya kusut, namun tetap dibawa ceria saat bertemu sang ibu yang sudah berusia 50 tahun. Sisa umur ibunya berdasarkan data waktu yang ada di tangannya, hanya tinggal beberapa jam saja.

Agar sang ibu tetap bisa bernafas lebih lama, Will memberikan waktu hidupnya beberapa jam untuk ibu tercinta. Ia pun berharap sang ibu kembali sebelum gelap, agar nantinya bisa ditambah lagi rentang hidupnya.

Will sehabis kerja kemudian masuk ke bar, untuk menikmati sisa hidup yang tersisa. Tak beberapa lama, pengunjung bar mengambil jarak menjauh dengan kedatangan Fortis (Alex Pettyfer) si pencuri waktu.

Dia mengincar Henry Hamilton (Matt Bomer) yang memiliki waktu lebih dari satu abad. Will segera memperingatkan Henry agar segera menjauh. Kalau tidak, waktunya akan dicuri sampai ia tak lagi bernyawa.

Henry menanggapi dengan cuek, dan ia minta izin untuk ke toilet. Ia muntah-muntah di tengah teriakan pengawal yang meminta ia cepat menghadap Fortis.

Saat itulah Will melakukan tindakan nekad memukul dengan pintu toilet, sehingga membuat pengawal Fortis pingsan. Ia pun menuntun Henry melarikan diri menuju rumahnya.

Saat itulah terbongkar cerita, kalau Henry sudah bosan dengan hidupnya. Ia ingin mengakhiri hidup, agar tidak dipusingkan lagi dengan beragam masalah.

Begitu Will tertidur kelelahan, Henry mendekatkan tangannya dan transfer waktu pun terjadi. Henry hanya menyisakan sedikit waktunya untuk memandang dunia dari sebuah jembatan.

Will tiba-tiba terbangun dari tidurnya dan mendapati Henry tak lagi di tempat. Ketika ia melirik tangannya, ia kini memiliki waktu lebih dari 100 tahun. Ia sangat bahagia, namun kuatir dengan nasib Henry yang rupanya sudah duduk di bahu jembatan.

Tak beberapa lama kemudian waktu Henry menunjukkan angka nol. Tubuhnya sontak terjatuh dari bibir jembatan dan peristiwa itu tertangkap kamera jalan.

Will akhirnya memilih pulang, karena harus memberikan waktu tambahan pada sang ibu. Sayang ibunya terlambat dan ia segera berlari mencari. Hanya hitungan detik, ibunya terkulai dipangkuan. Will kini yatim piatu. Ayahnya sendiri meninggal saat ia masih kanak-kanak.

Punya banyak waktu di zaman Will, berarti menjadi orang paling kaya. Zaman itu, semua hal yang ada di dunia dihargai dengan waktu. Semua dibeli dan dibayar dengan waktu. Melihat manusia mati bak anjing di jalan karena kehabisan waktu, sudah menjadi hal yang lumrah.

Will melakukan perjalan ke kota judi, dan tidur di hotel mewah. Di meja judi ia bertemu pengusaha super kaya Philippe Weis (Vincent Kartheiser). Ia pun mempertaruhkan hampir seluruh waktu yang dipunya, untuk menggertak Weis.

Permainan poker akhirnya dimenangkan Will, dan umurnya kini menjadi 1.000 tahun lebih. Weis yang waktu itu datang bersama putrinya Sylvia Weis (Amanda Seyfried), langsung mengundang Will untuk menghadiri pesta di rumahnya. Will dengan senang hati datang.

Di sisi lain, penjaga waktu Raymond Leon (Cillian Murphy) mencurigai Will telah mencuri waktu dari Henry. Will diduga sebagai pencuri waktu yang terus menyebar teror. Saat di pesta Weis itu, penjaga waktu datang dan menyeret Will ke satu ruangan dan melakukan interogasi.

Will menjawab dengan jujur dimana dia dapat waktu satu abad. Leon tak percaya begitu saja, dan malah mengeksekusi semua waktu yang dimiliki Will dan hanya meninggalkan beberapa hari saja.

Jelas Will tak terima perlakuan tak adil tersebut. Ia nekat menyandera Sylvia, sebagai jaminan untuk melarikan diri. Sayang diperjalanan, mobil yang mereka tumpangi mengenai ranjau paku yang dipasang Fortis.

Secepat kilat Fortis mau mengambil waktu Will. Sayang sudah sekarat, dan ia beralih mengambil hampir semua waktu milik Sylvia. Setelah itu, keduanya ditinggal pergi begitu saja.

Saat keduanya siuman, Sylvia terkejut karena waktu yang ia miliki tak sebaik Will. Keduanya akhirnya sepakat, untuk mencari bantuan. Will mencari teman yang dulu diberinya waktu 10 tahun. Tak dinyana, temannya itu tewas oleh orang yang mencuri waktunya.

Tak ada jalan lain, Will dan Sylvia akhirnya nekad mencuri waktu yang banyak tersimpan di bank. Waktu yang mereka rampas, kemudian dibagi-bagikan pada warga.

Film besutan Sutradara Andrew Niccol ini, bisa menjadi jawaban mengapa Allah SWT tidak memberi tahu berapa jatah umur seseorang dan kenapa tidak bisa dipindahkan. Jika itu diizinkan, maka yang terjadi seperti dalam gambaran film ini.

Manusia akhirnya mempertaruhkan waktu yang ia miliki, untuk segala keperluan. Mau menelpon, naik kendaraan umum, bayar tol, makan, bayar hotel dan sebagainya, harus dibayar dengan waktu yang dimiliki.

Sementara upah yang didapat dari jasa yang diberikan, bisa mendapatkan tambahan waktu. Bahkan waktu yang dimiliki manusia bisa disimpan dalam media khusus, sehingga bisa diperjualbelikan.

Jika waktu bisa dibeli, maka tak yang namanya kematian, selain terjadinya pembunuhan atau tidak ada uang membeli waktu. Wajah-wajah yang terlibat dalam film ini tampak awet muda, tak ada yang tua.

Bahayanya, yang kuat akan menindas yang lemah untuk mengambil waktu mereka. Hidup senantiasa dalam kecemasan, karena hilangnya rasa aman. Apalagi bayi-bayi yang baru dapat umur, mereka dengan mudah bisa diperjualbelikan.

Secara ide, film ini patut diacungi jempol. Apalagi akting Justin yang memukau dan tampil dingin, membuat film ini serasa hidup.

Sayang adegan yang disuguhkan masih milik penonton dewasa. Walau tidak terlalu vulgar, anak-anak tetap terlarang untuk menontonnya. hendri nova

Jenis : Action
Pemain : Justin Timberlake, Amanda Seyfried and Cillian Murphy
Sutradara : Andrew Niccol


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: