Oleh: hendrinova | Desember 29, 2011

Bawang Bombay, Anti Kolesterol


Makan bawang bombay, memang belum menjadi kebiasaan warga Minang. Jenis bawang yang satu ini, diperkenalkan oleh bangsa India atau Timur Tengah lainnya, dalam makanan yang mereka olah, seperti martabak mesir atau lainnya.

Padahal, kalau orang Minang tahu, tentu mereka juga bakal senang makan bawang bombay. Sebagaimana dirilis khasiatbuah.com, bawang bombay (allium ceva) termasuk herba biennial (tanaman dua musim) yang dibudidayakan sebagai tanaman annual (semusim), kecuali untuk produksi benih.

Bawang bombay atau bawang timur berada dalam satu garis keturunan dengan bawang merah (allium cepa L). Perbedaannya tidak terlalu menyolok, kecuali bentuk dan bau atau aromanya.

Ia memiliki umbi yang berlapis, yang terbentuk dari pangkal daun / lapisan-lapisan yang membesar dan bersatu dan selanjutnya membentuk batang yang berubah bentuk dan fungsi, membesar, dan menjadi umbi berlapis. Tanamannya sendiri memiliki akar serabut dengan daun berbentuk silinder berrongga.

Di dalam Bawang Bombay terdapat kandungan allicin, asam amino, kalsium, mangan, sodium, sulfur, vitamin C, vitamin E, minyak asiri, quercitin, dan curcumin. Berdasarkan penelitian, bahan-bahan yang dikandung oleh bawang bombay memiliki manfaat untuk menekan kadar kolesterol dalam darah, meningkatkan jumlah HDL (kolesterol baik) hingga 30%, memperbaiki penyempitan pembuluh darah dan hipertensi, meredakan pilek, meredakan sakit perut, menurunkan kadar gula dalam darah, mencegah kanker, mencegah pemecahan insulin di hati, merangsang produksi insulin oleh pankreas, dan menekan serangan osteoporosis.

Sementara Majalah Trubus merilis, bahwa menurut penelitian yang dilakukan Dr.Victor Gurewich dari Tufts University, Massachusetts – AS, mengungkapkan bahwa mengkonsumsi satu buah bawang bombay, terutama jenis putih & kuning setiap hari, dapat menekan kadar kolesterol dalam darah dan meningkatkan jumlah HDL (Kolesterol Baik) hingga 30%.

Tak hanya itu, anggota bawang Bombay juga sangat baik dikonsumsi penderita penyempitan pembuluh darah & hipertensi, sebab kandungan allicin bawang Bombay bersifat antitrombotik. Artinya dapat mencegah terjadinya pembentukan plak darah secara berlebihan, aliran darah pun menjadi lancar.

Allicin yang dihasilkan bawang bombay mengandung serangkaian asam amino, mineral, seperti kalsium, mangaan, sodium, sulfur, vitamin C & E, minyak atsiri, yaitu sulfur & flavonoid, seperti quercetin. Ia merupakan antioksidan yang mampu meningkatkan daya tahan dan kekebalan tubuh, sehingga dapat bekerja aktif dan efektif sebagai antivirus.

Bawang bombay dipercaya juga dapat meredakan pilek, sakit perut, hingga menurunkan kadar gula dalam darah bagi penderita diabetes dan dapat juga mencegah kanker. APDS (Allyl Propyl Disulphide) – salah satu bentuk sulfur, dapat mencegah pemecahan insulin di hati, serta merangsang produksi insulin oleh pancreas sehingga dapat menekan kadar gula dalam darah.

Menurut National Center Institute – USA, orang yang banyak menyantap bawang bombay memiliki resiko terkena kanker perut lebih rendah 50% dibanding yang tidak. Mengkonsumsi kerabat bawang putih ini setiap hari dapat juga menekan serangan Osteoporosis.

Bawang bombay telah dimanfaatkan oleh Bangsa Mesir & India sejak 4.000 tahun silam. Alkisah, digunakan 9 ton emas untuk membeli bawang bombay sebagai bahan makanan bagi para pekerja pembuat piramida, karena dipercaya sebagai sumber energi.

Hippocrates – tabib zaman Yunani Kuno menyebutkan ‘Dungari’ atau bawang bombay, sebagai diuretik, obat radang paru-paru dan penyembuh luka. Selain itu sari bawang bombay dengan dua sendok teh madu, merupakan obat batuk yang paling manjur.

Satu sendok teh sari bawang bombay ditambah satu sendok teh cuka dibalurkan di kulit sebagai obat lebam / memar. Selain itu dipercaya bahwa dengan meletakkan irisan bawang bombay ini di bawah bantal tidur, akan menyebabkan tidur menjadi lebih nyenyak.

Nah, tidak ada salahnya dari saat ini memakan bawang bombay dan menjadikannya teman rutin dalam masakan. Atau bisa juga dibuat jus barangkali, untuk sekedar mengambil manfaat obat darinya. Hendri Nova


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: