Oleh: hendrinova | November 16, 2011

‘RISE OF THE PLANET OF THE APES’ ; Pemberontakan Para Kera


Hutan yang semula tenang mendadak gaduh dengan hadirnya para pemburu. Binatang seperti simpase dan kera lainnya berlarian ke sana kemari menyelamatkan diri. Salah satu diantaranya kemudian kena jerat dan langsung dibawa ke kota.

Kera-kera yang berhasil ditangkap, kini menjadi binatang eksperimen di laboratorium, seperti di tempat Will Rodman (James Franco) bekerja. Kera-kera itu diberi suntikan kromosom dan zat lainnya agar kecerdasannya terus meningkat.

Ketika mendapati keranya tambah pintar, di sanalah investor masuk menanamkan modal untuk eksperimen selanjutnya. Sayang sewaktu Will melakukan presentasi, salah satu kera pintar hasil percobaan memberontak. Ia mengobrak-abrik laboratorium, hingga mengacaukan presentasi Will. Kera itu akhirnya terkapar dengan satu tembakan.

Will yang memiliki rencana lain dengan kera berikutnya, membawa seekor simpase laboratorium pulang. Ia merawat simpase kecil bernama Caesar (Andy Serkis) bak merawat anak. Caesar kini tumbuh dewasa dan suka melihat keluar rumah dari kaca anjungan rumah.

Satu hari ia melihat anak-anak bermain sepeda. Caesar yang semakin pintar dari hari ke hari, ingat akan sepeda di gudang. Ia pun ingin bermain bersama anak-anak. Kedatangannya kemudian membuat anak-anak ketakutan dan ia dipukuli oleh orangtua si anak.

Atas insiden itu, Will membawa Caesar berobat ke dokter hewan, Caroline Aranha (Freida Pinto). Tak dinyana pertemuan itu membuat benih-benih cinta tumbuh di hati keduanya. Keduanya jadi sering kencan bersama Caesar di hutan.

Suatu hari, Caesar cemburu habis melihat keduanya berciuman. Ia datang tiba-tiba dari ujung pohon yang tinggi.

Waktu pun berlalu dan Caesar makin pintar saja. Suatu ketika ia melihat ayah Will yang sudah agak pikun dihardik oleh tetangganya, karena merusak mobilnya.

Melihat hal itu, insting melindungi Caesar bangkit dan ia menyerang lelaki itu, hingga hampir melukai. Insiden itu membuat Caesar dilaporkan pada dewan kota dan Caesar dianggap sudah membahayakan keselamatan manusia. Tak ada jalan lain, selain memasukkannya kepenangkaran hewan.

Di situlah Caesar mendapat perlakuan tidak baik dari Dodge Landon (Tom Felton), sipenjaga. Caesar sakit hati dan ia menyimpan dendam pada Dodge.

Antar sesama kera, Caesar mendapat tes kemampuan. Kera yang berkuasa di situ merobek habis baju merah yang dipakai Caesar. Jika di awal perkelahian Caesar kalah, di kali berikutnya ia berhasil mengalahkan kera sombong tersebut.

Caesar makin tak betah dengan lingkungan kumuh yang ia terima. Ia pun sakit hati pada Will yang makin jarang menjenguknya. Perlakuan Dodge juga makin menjengkelkan. Hingga saat Will dan Caroline datang, ia tak lagi menyambutnya dengan baik.

Caesar dengan kecerdikannya, berhasil mencuri pisau lipat milik Dodge. Ia merancangnya menjadi kunci pembuka kurungan, dan ia bergerak ke kandang gorilla. Persahabatan pun terjalin, dan Caesar kini jadi pemimpin.

Suatu malam ia menyelinap pulang ke rumah Will dan mengambil bom asap. Ia sudah merancang satu pemberontakkan yang akan membebaskan kaumnya dari tindakan semena-mena manusia.

Akhirnya, hari pemberontakkan pun datang. Dodge ditantang Caesar untuk duel. Dodge kalah dan diseret Caesar ke kandang. Rekan Dodge tidak bisa berbuat banyak dan menyerah ketika dimasukkan ke dalam kurungan bergembok.

Dodge yang siuman dari pingsannya, coba melawan kembali dengan tongkat listrik. Menghadapi senjata itu, Caesar menyemprotkan air. Dodge tewas tersengat listrik dari tongkat yang ia pegang karena bertemu dengan air semprotan.

Di bawah pimpinan Caesar, para kera membobol atap penangkaran dan bergerak ke kebun binatang. Semua kera di kebun binatang bebas dan kini menuju laboratorium tempat Will bekerja. Semua kera dibebaskan dan bos Will, Steven Jacobs (David Oyelowo) masuk dalam target balas dendam.

Puncak pemberontakkan kera terjadi di jembatan Golden Gate Bridge San Fransisco. Perang terbuka antara polisi dan para kera berlangsung seru. Dan Will kini dihadapkan pada suatu kenyataan, bahwa Caesar kini sudah bisa bicara.

Buah karya Sutradara Rupert Wyatt ini, menjadi jawara box office di musim panas tahun ini. Pemilihan para tokoh dalam film, sukses membawakan karakter masing-masing.

Direkrutnya Tom Felton yang juga jadi tokoh jahat nan menjengkelkan dalam film Harry Potter, sukses membuat rasa benci yang menggunung dalam hati Caesar. Kebencian karena diperlakukan sewenang-wenang itulah, yang membuatnya ingin memberontak menuntut kemerdekaan.

Akting James Franco dan Freida Pinto juga tak usah diragukan. Hasilnya, film ini berjalan mulus dengan alur maju yang tak membosankan.

Penonton jadi ingin tahu kisah persegmennya, saking penasarannya. Meski tak terlalu vulgar, film ini tetap diselingi dengan adegan mesra James dan Freida. Jadi tak bagus juga dilihat anak-anak.

Film ini memberikan sebuah pelajaran, bahwa apapun makhluknya yang dalam masa penindasan, suatu saat akan menuntut memberikan perlawanan. Oleh karena itu, sikap baik harus diberikan pada semua makhluk. Hendri Nova

Jenis : Action
Pemain: James Franco, Freida Pinto, John Lithgow, Andy Serkis, Chelah Horsdal, Tom Felton
Sutradara : Rupert Wyatt

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: