Oleh: hendrinova | November 16, 2011

Menekan Nafsu Belanja Wanita

Membawa wanita belanja, memang harus hati-hati. Apalagi yang masih pacaran, kadang lepas kontrol untuk menyenangkan hati sang pacar.

Agar calon bini tidak menghambur-hamburkan uang anda, ada baiknya membuat perencanaan sebelum datang ke mall ataupun supermaket. Dengan demikian, belanja dengannya jadi lebih terkontrol.

Sebagaimana dirilis tidakin.blogspot.com, keinginan untuk membeli sesuatu tanpa rencana (impulse buying), akan mendatangkan kerugian pada diri sendiri. Penyelesalan baru datang, setelah sampai di rumah.

Sebuah survei yang dilakukan Harris Interactive and the National Endowment for Financial Education menyatakan, bahwa 80 persen orang Amerika mengaku telah membuat pembelian secara impulsif tahun lalu, entah itu belanja untuk dirinya sendiri atau untuk keluarga. Dari jumlah tersebut, dua pertiganya mengatakan bahwa mereka menyesali pembelian tersebut.

Hal ini menunjukkan bahwa saat berniat belanja, muncul tekanan yang kuat untuk membeli hal-hal yang tidak dibutuhkan. Ini biasanya terjadi, jika hobi mutar-mutar di mall atau supermaket.

Ada banyak faktor yang memengaruhi keputusan untuk berbelanja. Sebutlah musik yang kencang, hingga produk yang dikemas begitu menarik, atau aroma parfum yang begitu lembut menerpa hidung.

Semua hal itu bisa membangkitkan kadar dopamin (hormon yang menimbulkan rasa bahagia) di dalam otak, dan menggoda untuk membeli jaket kulit yang chic tetapi tidak kita butuhkan, misalnya. Kita juga cenderung berbelanja saat menit terakhir, khususnya saat liburan, sehingga kita tidak punya cukup waktu untuk memutuskan apakah sesuatu memang layak dibeli atau tidak.

Untuk itu ada lima tips untuk membantu Anda guna lebih mengontrol diri Anda sebelum memutuskan berbelanja. Pertama, tetap berpegang pada daftar belanja. Ketika Anda memiliki daftar belanja, artinya Anda mempersempit jenis barang yang ingin dibeli.

Dan ketika pilihan tersebut semakin sedikit, Anda makin mudah memutuskan mana yang akan dibeli dan mana yang tidak. Maka membuat daftar belanjaan, dan berpegang pada daftar tersebut, bisa menjadi cara terbaik untuk menghindari impulse shopping.
Anda juga perlu lebih spesifik: daripada melihat-lihat dan mencoba semua blazer yang ada di department store, lebih baik fokus pada model dan warna yang Anda butuhkan, dan masih sesuai budget Anda. Apabila tidak, Anda akan tergoda untuk berbelanja lebih banyak dan lebih mahal daripada yang Anda mampu.

Kedua, beri jeda waktu. Anda tentu tahu, ketika Anda mendapat dorongan yang begitu kuat untuk membeli tas atau sepatu ketika Anda lewat di depan etalase toko? Berikan waktu setidaknya 10-15 menit untuk memisahkan pikiran Anda dari apa pun yang sedang Anda pertimbangkan untuk dibeli.

Hal ini berlaku ketika Anda ingin berbelanja di mal ataupun di toko online. Taruh saja barang incaran Anda di shopping basket (apabila Anda berbelanja secara online), atau tinggalkan saja di kasir, sementara Anda berkeliling mal lagi. Tanpa ada dorongan yang mendesak atau tekanan untuk berbelanja, Anda bisa membuat keputusan yang lebih rasional.

Ketiga, bersikap lebih kritis. Sebelum Anda mengeluarkan uang dari dompet untuk membeli sesuatu, tanyailah diri Anda, ”Dengan uang ini sebenarnya saya bisa menggunakannya untuk apa, ya?”

Kalau Anda memang punya cukup uang tunai di bank, maka Anda bisa membeli barang tersebut. Tetapi, bila gadget terbaru yang Anda inginkan nilainya sama dengan jika Anda mengajak ibu Anda liburan berdua ke Bali? Mana yang sebaiknya Anda pilih?

Keempat, hubungi teman Anda. Jika Anda berniat untuk membeli sesuatu yang mahal, kadang-kadang ada baiknya apabila Anda meminta pendapat orang lain (tetapi petugas sales tidak masuk hitungan, lho). Anda perlu bertanya kepada seseorang yang memahami apa tujuan Anda, dan dapat memberikan nasihat yang jujur mengenai, misalnya, perlu tidaknya Anda membeli tas branded yang sudah didiskon.

Terakhir, gunakan uang tunai. Apabila memang ada dorongan kuat untuk berbelanja, sebaiknya tidak mengandalkan kartu kredit. Dengan menggunakan uang tunai, rasa kehilangan uang akan lebih terasa.

Akan tetapi, jika Anda memang tidak mampu membayar secara tunai, artinya Anda memang tidak mampu membeli barang yang Anda inginkan itu. Itu saja yang perlu Anda pikirkan. Melihat saldo rekening Anda yang makin lama makin menyusut, seharusnya menjadi sinyal bahwa Anda perlu menekan kebiasaan impulse buying Anda.

Naha, saat sang pasangan sudah mulai ingin melihat-lihat isi mall atau supermaket, segeralah lirik jam tangan. Katakan sebentar lagi anda ada janji, jadi tak punya banyak waktu. Hasilnya, anda akan terhindar untuk belanja lebih lanjut. Hendri Nova


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: