Oleh: hendrinova | November 16, 2011

Jika Kakak Suka Memukul Adik

Tidak siap berbagi kasih sayang, itulah yang terjadi pada si kakak, jika sudah dapat adik. Perhatian yang semula hanya tertuju padanya, kini harus dibagi pada sang adik.

Apalagi kalau adiknya beda kelamin, yang membuat ayah atau ibu jadi lebih cenderung memberi perhatian lebih. Sang kakak biasanya merasa haknya dirampas, baik berupa perhatian ataupun dalam segi candaan.

Hasilnya, sang kakak akan marah dan nekad memukul adiknya yang masih kecil. Hal ini sering terjadi, sejak hadirnya bayi mungil kedua dalam keluarga.

Satu hal yang harus dipahami orangtua, si kakak kadang tidak tahu kalau yang dilakukannya bisa menyakiti si adik. Oleh karena itu, ayah ibu boleh menegur dengan sedikit hukuman. Namun lebih baik lagi, jika meminimalkan kemungkinan si kakak memukul atau menginjak adiknya.

Sebagaimana dirilis ayahbunda.co.id, ada beberapa sebab anak memukul adik. Antaranya, karena ia merasa terabaikan dan mencari perhatian dengan membuat sang adik menangis. Cara ini paling tidak membuat perhatian bunda atau ayah beralih padanya.

Kakak melampiaskan rasa kesalnya pada sang adik yang merampas perhatian bunda padanya. Sebagai kakak, ia merasa lebih besar dan superior, sehingga ia menunjukkan ‘power’nya pada sang adik.

Jika orangtua tidak tegas, tindakan sang kakak jelas akan membahayakan adiknya kecil. Apalagi jika dibiarkan, anak jadi tidak bisa belajar cara mengungkapkan kebutuhannya dengan cara yang tepat.

Kakak juga akan cenderung mengembangkan sikap egois, meremehkan orang lain yang lebih kecil, agresif dan tidak bisa mengendalikan emosi. Ini terjadi, jika orangtua hanya bertindak lembek tanpa hukuman pada dirinya.

Jadi untuk mencegahnya, bisa dilakukan saat ia memukul adik. Pegang tangannya, lalu katakan dengan tegas, “Tidak boleh memukul.”

Jelaskan, bila adik dipukul, adik menangis terus sehingga bunda tidak bisa memerhatikan kakak. Ajarkan ia berempati, tanyakan rasanya bila ia dipukul anak lain yang lebih besar.

Ibu diharapkan tidak membandingkan dirinya dengan anak lain seusianya, yang tak pernah memukul adiknya. Lalu cobalah memahami keinginan anak, jangan ia diabaikan.

Jangan lupa ajarkan bahwa tidak memukul atau tidak menyakiti orang lain adalah aturan yang berlaku di lingkungan sekitarnya. Lalu ajak anak untuk selalu sayang adik. Libatkan dirinya setiap ada kesempatan.

Misalnya katakan, “Wah kalau tidak ada kakak yang mau membantu bunda menjaga adik, pekerjaan bunda tak akan selesai nih. Terima kasih, ya kakak.”

Berikan waktu khusus untuk berduaan dengan kakak, misalnya pergi berdua saja secara terjadwal. Dengan demikian, si kakak masih merasa kedua orangtuanya tetap sayang dan perhatian pada dirinya. Hendri Nova


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: