Oleh: hendrinova | November 15, 2011

Menangguk Hikmah dalam Cerita

Tiga pengendara sepeda motor terperangkap di bawah basement sebuah gedung, ketika gempa meluluhlantakkan gedung itu. Udara di basement semakin pengap dan panas. Jika mereka tak segera keluar dari basement, maka ajal akan segera menyambangi mereka bertiga.
Saat itulah satu pengendara ingat kisah tiga orang yang terperangkap dalam sebuah gua. Ketiganya setuju mengikuti jejak tiga orang itu, untuk bisa keluar dari basement.
Salah seorang mulai bercerita, bahwa dirinya seorang pengendara taat terhadap rambu-rambu lalu lintas. Meski tak ada orang sekalipun, ia tetap berhenti saat lampu merah menyala. Ia berharap kebaikan sedikit itu bisa memperpanjang hidupnya.
Orang kedua bercerita, bahwa dia juga seorang pengendara taat peraturan. Saat macet, ia tidak pernah naik trotoar, sehingga tidak merugikan pejalan kaki. Begitu dua orang selesai bercerita, mereka berusaha mendorong material di depan.
Seberkas cahaya menyeruak masuk dan mereka bisa bernafas agak lega. Sayang mereka belum bisa keluar basement. Akhirnya orang ketiga bercerita. Ia seorag pengendara yang bisa berbuat baik, bisa membalaskan dendam pada orang yang telah menyerempet dirinya.
Ia bahkan membantu orang kurang ajar itu, dengan memperbaiki mesin kendaraannya yang mogok. Ia berharap kebaikan itu bisa membuat mereka kembali ke alam bebas. Sayang batunya tak bergerak dan keputusasaan menyungkup ketiganya.
Saat itulah lelaki ketiga mengakui kalau ia tidak berdoa dengan ikhlas, karena jengkel dengan sikap dua orang yang terperangkap bersamanya. Seusai pengakuan itu, batu di depan mereka bergeser dan tim SAR berhasil mengeluarkan ketiganya.
Cerita tiga pengendara motor ini, menjadi pembuka buku berjudul ‘Melepas Dahaga dengan Cawan Tua’. Pengarangnya Topik Mulyana, tampak sangat mahir menghangatkan cerita lama dengan kemasan baru.
Tak hanya hikmah, kisah ini juga sekaligus sindiran pada mereka yang suka menerobos lampu merah, naik trotoar ataupun marah-marah pada pengendara lain. Bagitu renyah dan tak terkesan menggurui.
Kisah selanjutnya yang bertajuk ‘Dua Sahabat’ juga merujuk pada kisah seorang lelaki yang diperebutkan malaikat rahmat dan azab, karena dosa dan pahala yang telah diperbuat. Dua sahabat yang masih berada dalam artian berbeda, mendadak meninggal akibat meledaknya bom.
Saat berada dalam kubur dan menuju alam ruh, disinilah pelajarannya diselipkan. Sesungguhnya niat baik atau buruk mendapat balasan. Bahkan niat baik sudah diganjar pahala, meski belum ditunaikan.
Masih banyak kisah klasik dengan baju baru yang tak kalah serunya. Latar cerita sudah di zaman modern, sehingga nuansanya jadi berbeda.
Bagi penggemar kisah-kisah berhikmah tinggi, rugi kalau tidak punya buku ini. Begitu banyak manfaat yang bisa ditimba, sehingga bisa membuat anak shaleh dan shalehah jadi milik anda. Hendri Nova

Judul: Melepas Dahaga dengan Cawan Tua
Penulis : Topik Mulyana
Penerbit : PT Grafindo Media Pratama
Cetakan : Pertama, Juli 2011
Tebal : xxii + 224 halaman


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: