Oleh: hendrinova | November 15, 2011

‘CAPTAIN AMERICA: THE FIRST AVENGER’ Prajurit Super Instan


Steve Rogers (Chris Evans) harus memendam keinginannya menjadi tentara, karena secara fisik tidak memenuhi syarat. Meski begitu, semangatnya tetap menyala untuk mengabdikan diri pada negara.

Kesempatan itu akhirnya mampir lagi untuknya, dengan syarat ia harus menjadi kelinci percobaan. Tanpa memikirkan resiko, Steve mengambil tawaran itu dengan harapan mimpi buruknya segera berakhir.

Semua hadirin yang melihat proses kelahiran kembali atau Project: Rebirth itu merasakan ketegangan luar biasa. Setelah tubuh Steve disuntik cairan biru dan dibekap dalam rangka besi seukuran dirinya, proses pun berlangsung cepat.

Hanya butuh waktu sedikit lebih cepat dari membuat mie instant, Steve kini lahir dengan tubuh baru. Tubuhnya menjadi kekar, lebih tinggi dan tambah ganteng.

Sayang begitu Steve keluar, satu insiden langsung terjadi. Salah seorang hadirin meledakkan tempat uji coba militer dan dokter yang menangani Steve tertembak dan tewas ditempat.

Secepat kilat lelaki itu merebut cairan biru dan melarikannya. Steve tak kuasa menahan emosinya, takkala melihat dokter yang telah melahirkannya kembali tewas.

Dengan tubuh barunya, ia berupaya mengejar pelaku. Kejar-kejaran dan aksi tembak menembak terjadi. Steve rupanya tak hanya lahir dengan fisik baru, tapi juga plus kekuatan super.

Mobil yang dikendarai tersangka bisa terkejar dan lelaki itu hampir saja tertangkap. Takkala ia mengambil sandera, saat itulah kesempatan datang untuk masuk kapal selam.

Steve mengabaikan anak kecil yang dilempar ke dalam sungai oleh pelaku. Ia lebih konsen mengejar lelaki tersebut, meski cairan biru sudah pecah karena terjatuh.

Dalam satu lompatan, Steve berhasil mendarat di badan kapal selam. Dengan sigap kaca penutup kapal di buka dan lelaki itu diseret paksa ke daratan.

Sebelum Steve berhasil mengorek keterangan, si lelaki itu nekat bunuh diri dengan cara menggigit lidah. Steve akhirnya tak bisa berbuat apapun.

Pihak militer sangat bangga dengan hasil gemilang yang didapat Steve. Namun karena mahalnya proses kelahiran kembali itu, sangat sayang diterjunkan dalam medan pertempuran.

Kata sepakat dicapai, bahwa Steve yang kini dijuluki Kapten Amerika, hanya dijadikan maskot saja. Awalnya bagus, namun akhirnya Steve dicemooh para prajurit. Ia bahkan dilempari dengan berbagai benda, karena tak dipandang hanya pamer pesona saja.

Di sisi lain Nazi berhasil menciptakan senjata hebat, dengan kemampuan membunuh lawan tanpa bekas. Selain itu, mereka juga berhasil menciptakan Red Skull (Hugo Weaving), dengan kemampuan yang hebat pula.

Red Skull berniat menguasai dunia, dengan mengandalkan benda berkekuatan magis yang dikenal dengan nama Tesseract. Rencana ini akhirnya tercium oleh tentara Amerika, yang membuat dunia terancam perang.

Untuk menghentikan sepak terjang manusia super ciptaan Nazi, maka Amerika menurunkan Steve. Dengan kemampuan supernya, Steve sukses menyelinap masuk.

Namun apa daya, ia tak bisa berbuat apa-apa lagi, saat dikurung pasukan bersenjatakan api. Steve hampir tertangkap, jika pasukan Amerika tak segera datang. Perang antar dua pihak tak bisa dihindarkan.

Film besutan Sutradara Joe Johnston ini, merupakan salah satu kisah komik yang kembali difilmkan. Pasca berakhirnya beberapa film superhero unggulan, publik membutuhkan superhero-superhero baru.

Pilihan jatuh pada Kapten Amerika dengan sentuhan modern. Akhir film memberikan isyarat, kalau bakal ada seri berikutnya. Steve diceritakan nyasar menembus waktu, sehingga sampai di masa kini.

Film ini juga mengambarkan hasrat Amerika yang tak pernah pudar, untuk menjadi tentara dunia. Berbagai eksperimen menghasilkan prajurit hebat terus dilakukan, yang gambarannya ada di film ini.

Namun benarkah bisa menciptakan prajurit instan dengan waktu lebih cepat dari membuat mie rebus? Memang masih butuh usaha dan eksperimen lanjutan. Jika Amerika berhasil, maka tunggulah semua prajurit Amerika berkemampuan seperti Kapten Amerika.

Bagi yang menganggap film ini hanya hiburan semata, tentu akan merasakan ketegangan demi ketegangan yang ditawarkan. Akting Chris Evans sebagai superhero, tentu tak usah diragukan lagi. Meski begitu, adegan dewasa tetap ada, sehingga tak aman dikonsumsi anak-anak. Hendri Nova

Jenis : action
Pemain: Chris Evans, Hugo Weaving, Sebastian Stan, Hayley Atwell
Sutradara : Joe Johnston


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: