Oleh: hendrinova | Juni 23, 2011

>Surau Surga Cinta

>
Kasdi hanyalah seorang anak desa yang begitu polos, berteman dengan seorang anak gundik bernama Zum. Keduanya tumbuh besar bersama, di tempat orangtua mereka bekerja yakni seorang tokoh PKI.

Hingga akhirnya pembunuhan ayah Zum yang seorang China terjadi, dan juga ayah Kasdi yang menjadi pekerja disitu. Namun untung bagi ayah Kasdi, Camang, karena ia tak jadi ditembak. Kepolosan Kasdi menyelamatkannya dari pancungan pedang.

Waktu pun berlalu, dan Kasdi kini tinggal sendiri di surau warisan kakeknya. Kakek Kasdi, Wanda, wafat setelah membangunkan Kasdi sebuh surau yang dibangun dari sisa-sisa papan yang salah satunya ada lambang palu arit.

Kasdi dengan setia menjaga surau warisan sang kakek, dan terus berupaya mencari warga Skober yang mau shalat berjemaah dengannya di surau itu. Sayang cap sebagai surau PKI menghalangi warga untuk memenuhi ajakan Kasdi.

Suatu saat, doa Kasdi agar dapat teman shalat berjemaah dikabulkan Allah SWT dengan kedatangan Priadi. Ia seorang pria tua kaya yang bertekad mencari surga menjelang ajal memanggil. Priadi memilih surau Kasdi sebagai tempat untuk khuruj fi sabilillah atau keluar di jalan Allah.

Tentu saja Kasdi gembira bukan kepalang. Apalagi Kasdi kini dijadikan tuan rumah dan Priadi memposisikan dirinya sebagai pelayan. Tugas Kasdi sebagai penjual bandros, digantikan dengan tugas mengajak orang shalat.

Ia diminta Priadi hanya untuk itu saja, dan sepulang dari berdakwah, semua kebutuhannya sudah tersedia. Kasdi sendiri sangat senang dengan tugas barunya, dan ia menjalankannya dengan sepenuh hati.

Hasil dakwah Kasdi mendatangkan Bana sebagai pengikut baru. Disusul Cipto seorang pengusaha yang juga seniat dengan Priadi. Jadilah sebuah jemaah dakwah yang solid.

Ketenangan mereka sedikit terusik dengan kedatangan Zum, yang sangat bernafsu membeli tanah Kasdi sebagai lokasi mall. Zum bahkan rela berpura-pura jadi shalehah, agar bisa membujuk Kasdi menjual tanahnya.

Namun Zum kena hidayah, dan disaat hari penjualan tanah itu, Zum mengakui sandiwaranya. Akibatnya, Zum disiksa, diperkosa dan dianiya mantan bosnya, Zaki.

Novel berjudul ‘Seribu Sujud seribu Masjid’ ini, lumayan unik dari segi bercerita. Kisah diawali dengan remaja yang mencari kenangannya dengan seorang sahabat yang sudah lama hilang.

Dari Tandilah cerita ini bermula, yang ceritanya ia dapat dari seorang penjaga surau bernama Kasdi. Sayang kisah diputus begitu saja, dengan kematian Zum.

Nasib Kasdi dan jemaahnya tak terdengar lagi, dan malah melompat ke penemuan ayah Kasdi, Camang. Itupun terjadi, saat Camang mengeluarkan kata menghibanya, sewaktu mau dieksekusi oleh tentara.

Tidak heran, saat membaca novel ini, tak ada bagian yang bisa dilewatkan. Meski pada akhirnya digantung begitu saja. Apakah penulisnya mau membuat buku ke-2, entahlah. Soalnya, cukup banyak buku-buku dengan gaya seperti ini. Membuat penasaran, dan akhirnya ada buku berikutnya.

Banyak ilmu dan nasehat agama yang tentunya bisa diambil di sini. Bagi anda yang bisa membaca goresan Tandi, tentu akan menduga akan dekatnya Kasdi dengan pengajian yang dibawa Priadi. Hendri Nova

Judul: Seribu Sujud seribu Masjid
Penulis : Tandi Skober
Penerbit : Salsabila Kautsar Utama
Cetakan : Pertama, November 2010
Tebal : 227 Halaman

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: