Oleh: hendrinova | Juni 23, 2011

>Membiasakan Si Gadis Kecil Berjilbab

>Doa agar memiliki anak shalehah, harus diikuti dengan usaha dan tindakan. Jangan hanya berdoa-berdoa saja, namun kelakuan orangtua sehari-hari, menjauhkan anak dari keseharian wanita shalehah.

Jika ibunya suka memakaikan anaknya baju terbuka, jangan diharapkan anak suka menutup auratnya kala dewasa. Kalau dari kecil tak dibiasakan dengan atribut wanita shalehah, jangan heran kalau dewasa hal itu dianggapnya asing.

Oleh karena itu, sedari umurnya masih bulanan, akrabkanlah dengan atribut-atribut islami. Jilbab misalnya, hendaknya si gadis kecil sudah memakainya walau awalnya ia kepanasan.

Setidaknya ada beberapa kiat yang bisa dilakukan orangtua, agar anak perempuannya bisa menjelma jadi wanita shalehah. Sebagaimana ditulis Asadulloh Al Faruq, dalam buku mendidik balita mengenal agama.

Ibu hendaknya tidak membiasakan anak, tanpa pakaian atau berpakaian seadanya sejak masih bayi, hanya karena alasan panas. Hal itu bisa disiasati dengan sering mengganti pakaian atau popoknya.

Pada awalnya, biasakan anak yang berusia dibawah empat bulan mengenakan topi ketika keluar rumah, walaupun hanya berjalan-jalan di depan Rumah. Setelah ia berusia empat bulan, mulailah mencoba untuk memakaikan kerudung kecil padanya.

Pilihlah kerudung yang nyaman dipakai, seperti menggunakan kerudung dari bahan kaos atau yang menyerap keringat. Hal ini dapat mengurangi gatal dan panas saat beraktivitas.

Ibu hendaknya memilihkan kerudung dengan warna yang menarik dan motif yang indah. Pilihkan jilbab yang modelnya lucu dan pakaian dengan warna favorit anak, sehingga ia suka memakainya. Pastikan pakaian itu menutup aurat dan tidak mengurangi ruang geraknya.

Sediakan kerudung dengan jumlah yang cukup, sehingga dapat memberi kesempatan kepada anak untuk memilih kerudung yang hendak dipakainya. Jangan terlalu sedikit, karena akan membosankan pakai yang itu-itu terus.

Biasakan memakai kerudung ketika keluar rumah. Beritahu anak mana pakaian yang pantas atau cocok untuk di dalam rumah, dan mana pakaian yang bisa dipakai untuk keluar rumah. Misalnya anak boleh mengenakan pakaian tanpa lengan dan tidak berjilbab apabila di dalam rumah saja.

Pujilah anak ketika mengenakan kerudung, agar hatinya merasa senang. Orang tua bisa memujinya dengan pujian yang sederhana, seperti, “Duh, pinternya anakku kalau pakai jilbab! Subhanallah… ”

Bila anak sudah mampu berbicara dengan baik, terangkan kepadanya tentang perintah berjilbab dan keutamaannya. Bila anak akan memasuki usia baligh, terangkanlah tentang jilbab dalam pandangan syar’i, dan ajaklah untuk menyesuaikan pakaian yang dikenakannya sesuai dengan kaidah syar’i.

Jika usaha ini sudah dilakukan, tentunya anak akan selalu menjaga auratnya di manapun berada. Ia pun akan menjadi pendakwah, bagi teman-temannya yang belum memakainya. Hendri Nova

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: