Oleh: hendrinova | Juni 23, 2011

>Kala Kakak Cemburu Pada Adiknya

>Kehadiran adik bagi bayi yang belum atau menanjak dua tahun atau lebih dua tahun, bisa dianggap pesaing. Sang kakak akan keluar rasa egoisnya, begitu kasih sayang ayah dan ibunya terbagi pada sang adik.

Ada-ada saja ulah yang akan dibuat si kakak, agar perhatian bisa kembali ia raih. Ayah ibu jangan heran, jika dulunya sudah pandai pipis dan beol sendiri, ia jadi kembali pipis dalam celana.

Pikir si kakak ringkas saja. Kalau adiknya tidak dimarahi pipis dan beol di celana, berarti dia juga tidak akan dimarahi. Walau kenyataannya jadi beda, karena ayah bunda jadi tak sabar untuk tidak memberinya hukuman.

Sang kakak juga akan jadi over protektit pada semua mainan miliknya. Ia tidak akan berbagi pada adiknya, saat sudah bisa bermain. Apa yang dipegang sang adik, bisa langsung ia rampas begitu saja.

Tak jarang ia main pukul, sehingga menyebabkan cedera pada sang adik. Sang kakak bahkan bisa lebih rewel dan sering menangis, karena ia selalu merasa disalahkan.

Agar hal ini tidak berlarut-larut, maka orangtua harus pandai membagi kasih sayang. Berilah didikan perlahan, walau terkadang lost control juga.

Orangtua harus bisa mengelola kecemburuan sang kakak, dengan berbagai upaya. Kalau bisa, dari lahir sang kakak sudah diakrabkan dengan calon adik.

Sebagaimana dikutip dari http://www.ayahbunda.co.id, sang kakak sudah bisa diakrabkan sejak perut ibu membuncit. Katakan padanya, bahwa di dalam perut ibu ada adik kecil yang nanti bakal menjadi teman bermainnya. Izinkan si kakak mengelus-elus perut ibu, agar ia cinta pada adiknya.

Jangan lupa bawa si kakak, untuk menemani ibu memeriksa kehamilan. Hal itu tentu sangat menyenangkan baginya. Yakinlah, ia tidak akan mengganggu jalannya pemeriksaan. Anda malah bisa memanfaatkan momen ini dengan mengajaknya melihat layar USG. Jelaskan bahwa gambar yang tampak itu calon adiknya.

Bisa juga ibu mengajaknya menjenguk kerabat yang baru melahirkan. Biarkan balita melihat dan menyentuh bayi mungil itu, agar ia tidak merasa aneh ketika adik barunya lahir.

Saat ibu belanja kebutuhan bayi, minta jugalah dia memilihkan barang atau warna yang cocok untuk calon adiknya, sehingga ia merasa dibutuhkan, dianggap ada, dan dipercaya. Ini menjadi awal yang baik agar calon kakak sayang pada adik barunya.
Bila ada beberapa barang yang tidak sesuai, tetap hargai pendapatnya dengan memberi pilihan yang menurut Anda barang itu sama-sama bagus. Ia akan memperlihatkan mimik lucunya, saat berdialog dengan anda.

Jangan lupa membelikannya boneka bayi, sebagai salah satu sarana mengajak anak mencurahkan rasa sayang dan kepeduliannya. Coba lihat bagaimana ia merawat boneka bayinya. Jika caranya menggendong, mengelus rambut, memberi makan atau minum, menidurkan boneka begitu halus, kemungkinan besar ia siap menjadi kakak yang sayang adik.
Tentu tak berarti ia sudah mahir menggendong bayi sungguhan. Anda dapat mem Berikan contoh bagaimana bermain dan memperlakukan boneka bayi bila ia belum bisa bermain boneka dengan benar.

Satu hal yang penting, tetap sediakan waktu khusus untuk kakak. Bila sebelumnya Anda punya acara rutin berduaan dengannya, jangan lupakan kegiatan ini. Penting bagi anak diyakinkan bahwa ia tidak ditinggal pergi, tidak dilupakan, tidak disayang lagi oleh ibu dan ayahnya.

Anda bisa ngobrol atau bermain bersama seperti mengelus perut ibu dan merasakan gerakan-gerakan janin. Bisa juga Anda meminta tamu yang datang menjenguk Anda, menyapa balita terlebih dahulu, sebelum si janin.

Saat bayi sudah lahir dan menginjak usia satu tahun, belikan mainan serba dua. Katakan padanya, untuk kakak satu, untuk adik satu. Biarkan kakak memilih barang yang ia sukai terlebih dahulu, sisanya berikan pada sang adik.

Jika mereka bertengkar, damaikan dengan bijak. Hukuman bisa saja diberikan, tapi tetap dengan hukuman yang ringan, pada kaki atau tangan saja. Hendri Nova

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: