Oleh: hendrinova | Juni 23, 2011

>Dahlia Kaya Prebiotik Inulin

>
KAYA PREBIOTIK – Cantik mempesona, itulah gambaran bunga dahlia. Tak dinyana, juga kaya dengan prebiotik Inulin. Hendri Nova

Orang Minang yang tinggal di daerah dingin seperti Padang Panjang, Bukittinggi, Solok, Agam dan lainnya, pasti akrab sekali dengan bunga dahlia. Saking gampangnya tumbuh di daerah ini, ada kesan bunga dahlia tak terlalu diurus.

Padahal, dari segi bunga sangatlah menarik dengan berbagai ragam mahkota bunga. Bunganya yang besar, menjadi daya tarik keindahan ciptaan Allah yang tak terkira.

Jika dirujuk kebelakang, seperti dilansir id.wikipedia.org, dahlia ternyata tak asli Minang atau Indonesia. Ia diketahui berasal dari Meksiko, dan di sana dijadikan sebagai bunga nasional.

Dahlia dikategorikan bunga yang susah dikembangbiakkan. Sejarahnya, pada tahun 1872, negeri Belanda menerima sekotak umbi Dahlia yang dikirim dari Meksiko.

Dari sekotak umbi bunga Dahlia, ternyata hanya satu umbi yang berhasil berbunga dengan menghasilkan bunga indah berwarna merah, berdaun runcing. Ahli tanaman berhasil mengembangbiakkan Dahlia yang kemudian dinamakan Dahlia juarezii. Dahlia juarezii merupakan nenek moyang semua bunga Dahlia hibrida (persilangan) yang terdapat sekarang ini.

Dahlia dikenal sebagai makanan larva beberapa spesies Lepidoptera (jenis kupu-kupu). Sementara asal nama dahlia sendiri dari ahli botani berkebangsaan Swedia dari abad ke-18 yang bernama Anders Dahl. Dahlia juga merupakan bunga resmi kota Seattle, negara bagian Washington, Amerika Serikat.

Bunga Dahlia yang kita kenal sekarang terdiri dari ratusan kultivar. Sebagian besar varietas tanaman Dahlia menghasilkan bunga yang warnanya cerah dan mempesona, sehingga Dahlia merupakan komoditas penting bagi industri bunga potong dan tanaman pot.

Umbi dahlia dipanen pada saat tanaman berumur minimal tujuh bulan, setelah ditanam. Dahlia jenis kaktus dan dahlia berumbi besar dapat menghasilkan lebih dari 25 ton umbi segar per hektare. Negara yang paling banyak memliki koleksi jenis dahlia adalah Meksiko dan Guatemala. Mereka memiliki 12 hingga 20 jenis dahlia, di mana 6 di antaranya telah dikembangkan menjadi tanaman hias.

Dari satu rumpun tanaman dahlia dapat dihasilkan umbi sebanyak 2 – 5 kg, bergantung pada varietas dan kesuburan tanaman tersebut. Umbi akar dahlia mengandung 80 persen air dan 20 persen padatan. Padatan tersusun oleh kira-kira 85 persen bahan penghasil gula yang disebut inulin dan bahan berselulosa.

Inulin menurut Dadan Rohdiana, peneliti di Laboratorium Pengetahuan Bahan Pangan, Jurusan Teknologi Pangan, FT Unpas merupakan zat yang menyebabkan umbi dahlia berasa “manis”. Inulin merupakan polimer fruktosa yang mengandung rantai ikatan linier, dan satu unit terminal glukosa di ujungnya.

Bobot molekul inulin beragam antara 3.500 – 5.500 gram/mol. Dengan demikian, jika rantai suatu molekul inulin dihidrolisis, akan menghasilkan sirup fruktosa dengan campuran sedikit glukosa. Dengan sifat tersebut, umbi dahlia berpotensi menghasilkan sirup fruktosa yang selama ini diproduksi dari bahan berpati melalui proses hidrolisis enzimatis atau kimiawi.

Inulin dahlia dapat diisolasi dari sumbernya (umbi dahlia) menggunakan pelarut etanol, kemudian dikeringkan dan digiling. Selain kegunaannya untuk memproduksi fruktosa, beberapa publikasi menyebutkan keunggulan inulin lainnya terutama untuk kesehatan. Sejumlah riset terkini menyebutkan bahwa penambahan inulin dahlia pada sejumlah makanan, mampu mengendalikan berat badan serta dapat mengobati hipoglisemik.

Hasil riset lain menyebutkan, inulin dahlia sangat efektif untuk menekan nafsu makan dan mampu mengendalikan kadar glukosa dalam darah. Bagi olahragawan yang mengandalkan body building, inulin dahlia dapat mengurangi pemecahan jaringan otot dan dapat meningkatkan massa otot. Inulin dahlia disebutkan juga dapat memfasilitasi metabolisme gula dalam proses glikolisis. Di samping itu, inulin dahlia mampu menyediakan energi dalam jangka panjang (hingga mencapai 10 jam), sehingga hal ini cocok dikonsumsi bagi orang yang berpuasa.

Inulin dapat diperoleh dengan cara pemasakan larutan umbi dahlia, dalam air pada suhu 80 – 90 derajat Celcius selama 30 menit. Sejumlah riset menegaskan bahwa metode yang banyak digunakan untuk memperoleh inulin adalah metode ekstraksi umbi dahlia dengan menggunakan air mendidih dan atau etanol. Selama ekstraksi, proses pemasakan bertujuan untuk melarutkan inulin yang terkandung dalam umbi. Setelah dingin, parutan umbi disaring sampai diperoleh filtrat yang berwarna cokelat gelap.

Inulin dapat diendapkan oleh campuran etanol dengan air. Hasil penyaringan diukur volumenya, lalu ditambahkan alkohol 30 persen sebanyak 40 persen dari volume filtrat. Filtrat yang telah dipresipitasi dengan alkohol tersebut selanjutnya disimpan pada suhu 2 derajat Celcius selama 18 jam.

Campuran inulin-etanol akan membentuk endapan putih. Untuk memisahkan endapan tersebut, filtrat yang telah dipresipitasi dan didinginkan tadi disentrifugasi setelah sebelumnya dibiarkan pada suhu ruang selama kurang lebih dua jam. Endapan hasil sentrifusi ini berwarna putih kecokelatan yang menandakan bahwa endapan tersebut mengandung inulin yang tinggi.

Inulin yang diekstraksi dengan penambahan arang aktif berwarna lebih putih daripada inulin yang tidak ditambahkan arang aktif. Hal ini karena pada saat pemucatan semua komponen warna seperti tannin, komponen karbonil yang sangat berperan dalam reaksi pencoklatan (browning) terikat dalam arang aktif, sehingga komponen pemberi warna dalam larutan walaupun masih ada dapat diminimalkan.

Inulin digunakan pada berbagai produk pangan. Misalnya, susu instan untuk anak-anak maupun dewasa atau lanjut usia. Pada susu instan anak-anak, inulin memberi manfaat meningkatkan daya serap tubuh terhadap kalsium yang menunjang pertumbuhan tulang dan gigi.

Pada susu instan dewasa dan lanjut usia, kemampuan inulin meningkatkan penyerapan kalsium yang akan mencegah osteoporosis atau pengeroposan tulang. Pendek kata, peran inulin penting.

Beberapa industri menyertakannya dalam produk es krim dan yoghurt. Bahkan, di Eropa sudah mulai dikemas produk inulin untuk menambah cita rasa kopi.

Inulin merupakan polimer dari unit-unit fruktosa dengan serat pangan yang mencapai 90 persen. Inulin berfungsi sebagai prebiotik karena menjadi komponen pangan substrat mikroflora yang menguntungkan di dalam usus.

Komponen pangan lain yang mempunyai sifat prebiotik, antara lain fruktooligosakarida, galaktooligosakarida, dan laktulosa. Dengan keistemewaannya ini, dahlia tidak saja menebarkan pesona karena keindahannya. Ternyata dahlia menimbun potensi yang bermanfaat bagi kesehatan manusia. Dahlia, tak sekadar indah bunganya, tapi juga manjur umbinya bagi kesehatan kita semua. Hendri Nova

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: