Oleh: hendrinova | Juni 23, 2011

>Blueberry, Menurunkan Resiko Penyakit Jantung

>
Dari namanya, sudah pasti tumbuhan ini tidak ada tumbuh di Ranah Minang. Memang buah ini lebih sering dijumpai diEropa dan sebagian Asia. Khususnya Indonesia, belum banyak daerah yang cocok dengannya.

Dari segi rasa, blueberry yang juga dikenal sebagai tumbuhan semak ini, agak manis diselingi rasa asam yang berbeda-beda di tiap jenisnya. Ia memiliki tinggi beragam, mulai dari 10 cm hingga 4 m. Spesies paling kecil bernama “lowbush blueberries”, sedangkan spesies yang lebih tinggi dikenal sebagai “highbush blueberries”.

Berdasarkan hasil penelitian para ahli, blueberry ternyata kaya dengan vitamin C, A, B dan mikro organisme (elemen mikro) seperti magnesium, fosfor, mangan, tembaga dan potasium. Fungsinya untuk menetralkan radikal bebas, faktor utama pengenduran kulit dan munculnya keriput. Selain itu juga mempercepat pemulihan luka bakar dan menyejukkan perih akibat iritasi di kulit.

Bahkan studi dari University of Michigan Cardiovaskular Center menemukan, blueberry bisa mengurangi lemak perut dan menurunkan risiko penyakit jantung serta sindroma metabolik. Sebuah studi lain yang dipublikasikan di 2009 Experimental Biology conference juga menyatakan, diet yang kaya blueberry berfungsi menurunkan kadar kolesterol, meningkatkan kontrol glukosa dan sensitivitas insulin, menurunkan risko penyakit jantung dan diabetes.

Fakta lainnya menyebutkan, blueberry kaya antioksidan seperti anthocyanin, vitamin C, B kompleks, vitamin E, vitamin A, tembaga, selenium, seng, besi. Ini merupakan zat-zat yang berfungsi meningkatkan kekebalan tubuh. Jika sistem kekebalan tubuh kuat, maka akan terhindar dari serangan flu, demam, campak, serta infeksi lain yang sering terjangkit di masyarakat.

Kandungan antioksidan Anthocyanin di dalamnya, membuat blueberry mampu menetralkan radikal bebas penyebab penyakit dan penuaan. Selain itu, kandungan vitamin C yang tinggi, juga turut membantu memperlambat proses penuaan.

Ia juga diketahui dapat membantu menjaga kesehatan saluran kencing. Pembentukan koloni bakteri tertentu seperti bakteri-coli di lapisan dalam dinding saluran kencing merupakan penyebab infeksi. Infeksi ini akan menimbulkan peradangan yang menimbulkan sensasi seperti terbakar serta komplikasi lainnya.

Blueberry juga mengandung komponen yang bisa menghambat pertumbuhan bakteri. Selain itu, blueberry juga mengandung komponen antibiotik.

Rajin makan blueberry, akan menajamkan penglihatan. Ekstrak blueberry yang kaya akan anthocyanosides, berdasarkan studi klinis bisa memperlambat hilangnya penglihatan. Kandungan ini bisa mencegah gangguan-gangguan mata seperti macular degeneration, katarak, miopi dan hipermetropi, mata kering dan infeksi, khususnya yang berkaitan dengan retina.

Lebih hebat lagi, blueberry ternyata mampu menjaga kesehatan otak. Kandungan anthocyanin, selenium, vitamin A, vitamin B kompleks, C, dan E, seng, sodium, kalium, tembaga, magnesium, fosfor, dan mangan, merupakan beberapa zat yang bisa mencegah dan menyembuhkan gangguan saraf. Caranya, dengan mencegah penurunan fungsi dan kematian neuron-neuron, sel-sel otak serta mengembalikan kesehatan sistem saraf pusat.

Kandungan ini bahkan bisa menyembuhkan kerusakan sel-sel otak dan jaringan neuron, serta menjaga agar daya ingat tetap tajam. Para peneliti menemukan, diet yang kaya blueberry secara signifikan bisa meingkatkan kemampuan motorik dan kemampuan belajar.

Sementara bagi penderita penyakit jantung, kandungan serat dan antioksidannya yang tinggi, mampu menurunkan kadar kolesterol jahat LDL. Selain itu, buah ini juga bisa menguatkan otot-otot jantung.

Untuk masalah konstipasi dan pencernaan. Kandungan serat dalam blueberry juga bisa membantu mengatasi masalah konstipasi dan pencernaan.

Blueberry yang mengandung komponen Pterostilbene, bisa membantu menyembuhkan kanker kolon dan kanker liver. Selain itu, blueberry juga mengandung ellagic acid yang bekerja sama dengan Anthocyanin, vitamin C dan tembaga bisa mencegah dan menyembuhkan kanker. Sebuah studi yang dipublikasikan di Journal of Agricultural and Food Chemistry menunjukkan, kandungan phenolic dalam blueberry bisa menghambat pembelahan sel-sel kanker kolon dan membunuh sel-sel kanker tersebut.

Khasiat hebat blueberry ini, tentunya hanya didapat bila anda mengkonsumsinya. Tentu tak ada salahnya sekali-sekali belanja blueberry kemasan, karena memang susah mendapatkan yang segar.

Makanlah bersama keluarga, agar dapat memanfaatnya. Rajin berobat herbal, maka kesehatan alami akan didapat. berbagai sumber. Hendri Nova

Iklan

Responses

  1. Thanks untuk infonya. God bless you

    • sama2…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: