Oleh: hendrinova | Juni 23, 2011

>Amanat Rahasia Sang Guru

>
Matsunaga Seiichiro melangkah memasuki Kota Edo, dengan hanya berbekal beberapa petunjuk dari gurunya Miyamoto Musashi. Ia harus menemui seseorang bernama Shoji Jin’emon di Yoshiwara, seperti wasiat Musashi sebelum kematian menjemputnya.

Seiichiro terus bertanya-tanya dalam hatinya, kenapa sang guru menyuruhnya memasuki kota yang brutal itu. Meski benaknya penuh dengan pertanyaan, ia tetap melangkahkan kaki mencari orang yang dimaksud.

Sesampai ia ditempat tujuan, ternyata orang yang dimaksud sudah wafat. Seiichiro terperangah, tak tahu harus berbuat apa. Ia pun kini menerima layanan lumayan baik dari Jinnojo, anak Shoji.

Selama di Yoshiwara, Seiichiro mulai akrab dengan kehidupan Oiran atau wanita pelacur. Ia pun jadi ketawaan beberapa lelaki, karena dalam usinya yang sudah dewasa, belum juga pernah tidur dengan wanita.

Ia makin mengenal kehidupan lebih jauh, dari seorang Gensai yang mulai akrab dengannya. Seiichiro dibawa ke lokasi pelacuran pinggiran, yang notabene diisi wanita malam yang sudah berumur.

Meski sudah berumur, para wanita di wilayah ini masih kelihatan muda. Itu disebabkan kepandaian mereka berdandan dan merayu kaum pria yang datang berkunjung.

Saat berada di daerah pelacuran itu, Seiichiro mendengar suara orang terbunuh. Rupanya rombongan Yagyu sedang menjalankan aksinya, untuk membunuh target yang telah ditugaskan pada mereka. Sayang Seiichiro tak berhasil mengejar.

Hati Seiichiro akhirnya terpaut pada seorang perempuan bernama Katsuyama. Wanita itulah yang selalu menjadi teman hidup Seiichiro, walau dalam status tidak resmi.

Namun dalam satu pertempuran, Katsuyama terluka cukup parah. Sebelum ajal menjemput dirinya, Katsuyama meminta Seiichiro mengakhiri penderitaannya di ujung pedang.

Kematian Katsuyama mengambil seluruh kecerian hidup Seiichiro. Ia bak mayat hidup, tanpa gairah dan semangat untuk menjalani hari esok.

Kala itulah, ia berkenalan dengan wanita bernama Takao. Dalam pelukan Takao, Seiichiro baru bisa menangis seperti anak kecil di pangkuan ibunya.

Novel berlatar kisah samurai Jepang ini, lumayan enak untuk dibaca. Alurnya tak mudah ditebak, karenanya selalu timbul pertanyaan di tiap babnya.

Seiichiro yang ternyata memiliki garis keturunan kerajaan akhirnya harus membuat keputusan hebat dalam hidupnya. Apakah akan tetap mengelana, atau menetap dengan segala tugas yang telah menunggu. Hendri Nova

Judul: The Blade of The Courtesans
Penulis : Keiichiro Ryu
Penerbit : Penerbit Kantera
Cetakan : Pertama, Agustus 2010
Tebal : 447 Halaman

Iklan

Responses

  1. ada novel asli jepangnya ga karya keiichiro ryu yg berjudul the blade of the courtesans

    • dah terbit tuh… dalam edisi bahasa indonesia.. ini kan resensinya….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: